Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beda Sikap PSI: Dulu Tolak Proporsional Tertutup, Kini Harap Berlaku di Pemilu 2029

Kompas.com - 20/04/2024, 06:11 WIB
Irfan Kamil,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sikap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berharap sistem proporsional tertutup berlaku pada pemilihan legislatif (pileg) 2029 dianggap langkah mundur dalam proses demokrasi.

Sikap ini sebelumnya dinyatakan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dalam acara halal bi halal Rumah Juang Relawan Jokowi (RJ2), di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2024).

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengibaratkan, sistem proporsional tertutup sama seperti membeli kucing dalam karung. Sebab, rakyat tidak bisa menentukan sendiri siapa calon anggota legislatif (caleg) yang akan dipilih, melainkan bakal ditentukan oleh partai politik.

“Itu langkah mundur demokrasi membeli kucing dalam karung namanya,” kata Adi Prayitno saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (19/4/2024).

Baca juga: Kaesang Ingin Pileg 2029 Proporsional Tertutup: Pilih Partai, Bukan Caleg

Adi tidak sependapat dengan pandangan Kaesang terhadap sistem proporsional tertutup dapat mengurangi praktik politik uang dalam pemilihan umum (Pemilu).

Menurut Adi, politik uang harus diberantas dengan regulasi yang tegas terhadap pelaku yang menggunakan cara tersebut untuk memperoleh kemenangan.

“Kalau ingin mengurangi politik uang bukan proporsional tertutup jawabannya. Tapi perjelas regulasi politik uang,” kata Dosen Kampus UIN Jakarta ini.

“Sanksi politik uang harus tegas seperti pidana dan pencabutan hak politik seumur hidup bagi pelaku politik uang,” ujarnya lagi.

Baca juga: Anwar Usman Boleh Tangani Sengketa Pileg di MK, kecuali yang Libatkan PSI

Dianggap solusi politik uang

Dalam pernyataannya, Kaesang menilai sistem proporsional tertutup perlu dilakukan untuk mengurangi politik uang yang kerap dilakukan banyak caleg untuk mendapatkan kursi.

“Salah satu yang bisa disarankan adalah pemilu tertutup, tertutup yang di mana cuma partai yang keliatan tapi calegnya enggak keliatan,” kata Kaesang.

Kaesang memahami bahwa sistem pemilu dengan proporsional tertutup tidak akan bisa mengurangi politik uang secara langsung sebagaimana yang terjadi pada Pemilu 2024.

Namun, menurut dia, caleg tidak lagi akan “gila-gilaan” mengeluarkan uang untuk dapat dipilih karena rakyat hanya akan memilih partai politik.

Baca juga: Ingin Pileg 2029 Tertutup, Kaesang: Supaya “Amplop”-nya Enggak Kencang

“Jadi, kami dari partai yang menentukan gitu, supaya amplopnya enggak lebih kenceng lah. Tetap akan ada, tapi setidaknya akan mengurangi,” kata Kaesang, Jumat.

“Kalau sistem yang digunakan kayak kemarin 2024 (caleg bisa dipilih langsung), 2029 saya rasa amplopnya akan lebih tebel lagi,” ujar Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu lagi.

Kaesang pun menyarankan, partai politik lain untuk memiliki sikap yang sama. Hal ini dianggap dapat mengurangi politik uang yang selama ini menjadi praktik yang lazim.

Halaman:


Terkini Lainnya

BPIP Siapkan Paskibraka Nasional untuk Harlah Pancasila 1 Juni

BPIP Siapkan Paskibraka Nasional untuk Harlah Pancasila 1 Juni

Nasional
Jaksa Agung Mutasi 78 Eselon II, Ada Kapuspenkum dan 16 Kajati

Jaksa Agung Mutasi 78 Eselon II, Ada Kapuspenkum dan 16 Kajati

Nasional
Hari Ke-14 Haji 2024: Sebanyak 90.132 Jemaah Tiba di Saudi, 11 Orang Wafat

Hari Ke-14 Haji 2024: Sebanyak 90.132 Jemaah Tiba di Saudi, 11 Orang Wafat

Nasional
Di Tengah Rakernas PDI-P, Jokowi Liburan ke Borobudur Bareng Anak-Cucu

Di Tengah Rakernas PDI-P, Jokowi Liburan ke Borobudur Bareng Anak-Cucu

Nasional
DPR Sampaikan Poin Penting dalam World Water Forum ke-10 di Bali

DPR Sampaikan Poin Penting dalam World Water Forum ke-10 di Bali

Nasional
Ahok Mengaku Ditawari PDI-P Maju Pilgub Sumut

Ahok Mengaku Ditawari PDI-P Maju Pilgub Sumut

Nasional
Sadar Diri, PDI-P Cuma Incar Kursi Cawagub di Pilkada Jabar

Sadar Diri, PDI-P Cuma Incar Kursi Cawagub di Pilkada Jabar

Nasional
Tersandung Kasus Pemalsuan Surat, Pj Wali Kota Tanjungpinang Diganti

Tersandung Kasus Pemalsuan Surat, Pj Wali Kota Tanjungpinang Diganti

Nasional
Nasdem dan PKB Diprediksi Dapat 2 Jatah Kursi Menteri dari Prabowo

Nasdem dan PKB Diprediksi Dapat 2 Jatah Kursi Menteri dari Prabowo

Nasional
Hari ke-2 Rakernas PDI-P, Jokowi Masih di Yogyakarta, Gowes Bareng Jan Ethes...

Hari ke-2 Rakernas PDI-P, Jokowi Masih di Yogyakarta, Gowes Bareng Jan Ethes...

Nasional
Refleksi 26 Tahun Reformasi: Perbaiki Penegakan Hukum dan Pendidikan Terjangkau

Refleksi 26 Tahun Reformasi: Perbaiki Penegakan Hukum dan Pendidikan Terjangkau

Nasional
Diajak Jokowi Keliling Malioboro, Jan Ethes Bagi-bagi Kaus ke Warga

Diajak Jokowi Keliling Malioboro, Jan Ethes Bagi-bagi Kaus ke Warga

Nasional
Gerindra Minta soal Jatah Menteri Partai yang Baru Gabung Prabowo Jangan Jadi Polemik

Gerindra Minta soal Jatah Menteri Partai yang Baru Gabung Prabowo Jangan Jadi Polemik

Nasional
Gerindra: Nasdem Sama dengan Partai Koalisi yang Lebih Dulu Gabung, Hormati Hak Prerogatif Prabowo

Gerindra: Nasdem Sama dengan Partai Koalisi yang Lebih Dulu Gabung, Hormati Hak Prerogatif Prabowo

Nasional
Pengamat: Sangat Mungkin Partai yang Tak Berkeringat Dukung Prabowo-Gibran Dapat Jatah Menteri

Pengamat: Sangat Mungkin Partai yang Tak Berkeringat Dukung Prabowo-Gibran Dapat Jatah Menteri

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com