Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hakim MK Diminta Selamatkan Konstitusi lewat Putusan Sengketa Pilpres 2024

Kompas.com - 19/04/2024, 17:49 WIB
Tatang Guritno,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemikir Kebhinekaan, Sukidi meminta para hakim Mahkamah Konsitusi (MK) menyelamatkan konstitusi yang dicederai dalam proses Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Dia mengatakan, langkah itu bisa diupayakan para hakim saat memberikan keputusan dalam sidang sengketa Pilpres 2024.

“Sebagai penjaga konstitusi, hakim yang mulia mengemban amanah mulia untuk menjaga konstitusi dari kerusakan yang semakin parah,” ujar Sukidi dalam forum Sidang Pendapat Rakyat untuk Keadilan Pemilu di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (19/4/2024).

Menurut dia, kerusakan konstitusi itu bermula dari nepotisme yang juga terjadi di MK.

Baca juga: Soal Sengketa Pilpres, Pengamat Nilai MK Tak Bisa Hanya Diskualifikasi Gibran

MK sendiri mulai mulai mendapatkan kritik setelah memutuskan mengubah syarat batas usia calon presiden dan calon wakil presiden (cawapres) dari yang sebelumnya minimal 40 tahun.

Putusan MK itu dianggap banyak pihak menjadi jalan Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres.

Sementara, paman Gibran, Anwar Usman kala itu menjadi Ketua MK dan ikut memutus sidang uji Undang-Undang pemilu yang mengatur syarat batas usia tersebut.

“Karena itu yang mulia, saya mengajak kepada yang mulia untuk kembali ke jalan yang lurus. Menegakkan kembali marwah MK untuk menegakkan konstitusi yang memberikan asas kemanfaatan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Sukidi.

Baca juga: MK Kirim Surat Panggilan untuk Hadiri Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2024

Dia juga menekankan, para hakim konstitusi harus bisa mengurai akar persoalan Pilpres 2024 seperti yang dikemukakan oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Pertama, nepotisme. Kedua, dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Karena itu, Jumat yang mulia ini, Jumat hari yang dirahmati Tuhan untuk bertobat dan kembali menegakkan konstitusi,” ujarnya.

Diketahui, MK akan membacakan putusan terkait sengketa Pilpres 2024 pada Senin (22/4/2024).

Kemudian, masing-masing pemohon, yakni kubu pasangan calon (paslon) Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud sudah memberikan kesimpulannya masing-masing.

Secara garis besar, kubu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD meminta agar hasil Pilpres 2024 dinyatakan tidak sah dan pilpres digelar ulang tanpa capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Salah satu dugaan yang muncul, kemenangan Prabowo-Gibran dibantu oleh pengkondisian alat negara hingga bantuan sosial (bansos).

Baca juga: Jelang Putusan Sengketa Pilpres, Karangan Bunga Bernada Sindiran Muncul di MK

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Bamsoet Sebut Golkar Siapkan Karpet Merah jika Jokowi dan Gibran Ingin Gabung

Bamsoet Sebut Golkar Siapkan Karpet Merah jika Jokowi dan Gibran Ingin Gabung

Nasional
ICW Desak KPK Panggil Keluarga SYL, Usut Dugaan Terlibat Korupsi

ICW Desak KPK Panggil Keluarga SYL, Usut Dugaan Terlibat Korupsi

Nasional
Jokowi Masih Godok Susunan Anggota Pansel Capim KPK

Jokowi Masih Godok Susunan Anggota Pansel Capim KPK

Nasional
Bamsoet Ingin Bentuk Forum Pertemukan Prabowo dengan Presiden Sebelumnya

Bamsoet Ingin Bentuk Forum Pertemukan Prabowo dengan Presiden Sebelumnya

Nasional
Senyum Jokowi dan Puan saat Jumpa di 'Gala Dinner' KTT WWF

Senyum Jokowi dan Puan saat Jumpa di "Gala Dinner" KTT WWF

Nasional
ICW Minta MKD Tegur Hugua, Anggota DPR yang Minta 'Money Politics' Dilegalkan

ICW Minta MKD Tegur Hugua, Anggota DPR yang Minta "Money Politics" Dilegalkan

Nasional
Momen Jokowi Bertemu Puan sebelum 'Gala Dinner' WWF di Bali

Momen Jokowi Bertemu Puan sebelum "Gala Dinner" WWF di Bali

Nasional
Anak SYL Percantik Diri Diduga Pakai Uang Korupsi, Formappi: Wajah Buruk DPR

Anak SYL Percantik Diri Diduga Pakai Uang Korupsi, Formappi: Wajah Buruk DPR

Nasional
Vibes Sehat, Perwira Pertamina Healing dengan Berolahraga Lari

Vibes Sehat, Perwira Pertamina Healing dengan Berolahraga Lari

Nasional
Nyalakan Semangat Wirausaha Purna PMI, Bank Mandiri Gelar Workshop “Bapak Asuh: Grow Your Business Now!”

Nyalakan Semangat Wirausaha Purna PMI, Bank Mandiri Gelar Workshop “Bapak Asuh: Grow Your Business Now!”

Nasional
Data ICW: Hanya 6 dari 791 Kasus Korupsi pada 2023 yang Diusut Pencucian Uangnya

Data ICW: Hanya 6 dari 791 Kasus Korupsi pada 2023 yang Diusut Pencucian Uangnya

Nasional
UKT Meroket, Anies Sebut Keluarga Kelas Menengah Paling Kesulitan

UKT Meroket, Anies Sebut Keluarga Kelas Menengah Paling Kesulitan

Nasional
Anies Ungkap Kekhawatirannya Mau Maju Pilkada: Pilpres Kemarin Baik-baik Nggak?

Anies Ungkap Kekhawatirannya Mau Maju Pilkada: Pilpres Kemarin Baik-baik Nggak?

Nasional
MKD DPR Diminta Panggil Putri SYL yang Diduga Terima Aliran Dana

MKD DPR Diminta Panggil Putri SYL yang Diduga Terima Aliran Dana

Nasional
Kemenag: Jemaah Umrah Harus Tinggalkan Saudi Sebelum 6 Juni 2024

Kemenag: Jemaah Umrah Harus Tinggalkan Saudi Sebelum 6 Juni 2024

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com