Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mari Mencintai Indonesia dengan Usaha dan Amal

Kompas.com - 09/04/2024, 20:39 WIB
Heru Margianto

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Generasi muda diajak untuk tidak pernah lelah mencintai, merawat, dan memajukan Indonesia dengan bergotong-royong dalam usaha dan amal. Karena, usaha dan amal adalah bentuk panggilan ketuhanan dan keindonesiaan. Iman kepada Tuhan harus disertai dengan usaha dan amal kebajikan dalam kehidupan berbangsa.

Ajakan itu disampaikan pemikir kebhinekaan Sukidi pada acara buka puasa bersama di kediaman tokoh Partai Golkar Akbar Tandjung di Jakarta, Minggu (7/4/2024). Buka puasa bersama ini diinisiasi oleh sosok-sosok muda lintas generasi, agama, profesi, sektor, dan bahkan lintas partai politik dalam semangat juang bersama untuk mencintai Tanah Air Indonesia dengan usaha dan amal.

Dalam acara itu Sukidi mengingatkan kembali pesan pendiri bangsa, Bung Hatta, saat menyampaikan pidato "Indonesia Menggugat" pada 22 Maret 1928 di Rotterdam, Belanda. Umur Bung Hatta saat itu baru 26 tahun.

“Yang Mulia Tuan-tuan Hakim! Sekarang aku sedang siap menunggu keputusan Tuan-tuan tentang pergerakan kami. Kata-kata Rene de Clerq, yang dipilih pemuda Indonesia sebagai petunjuk, hinggap di bibirku: Hanya ada satu tanah air yang disebut Tanah Airku. Ia berkembang dengan usaha, dan usaha itu ialah usahaku,” kata Bung Hatta seperti dikutip Sukidi.

"Mencintai Indonesia dengan amal kebajikan menjadi tanggung jawab bersama, terutama bagi generasi muda sebagai penentu masa depan Indonesia," kata Sukidi.

Kolaborasi dalam amal kebajikan, lanjut dia, dapat diwujudkan dengan membangun kesadaran bersama untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dan etika luhur bangsa dalam keteladanan hidup sehari-hari.

Bangsa Indonesia yang majemuk perlu mengembangkan kesadaran kebhinekaan agar dapat hidup saling berdampingan, penuh toleransi, dan saling menghormati. Juga penting untuk memperkukuh tali silaturahmi dan ikatan persaudaraan kemanusiaan di tengah kesenjangan yang meningkat.

"Kita harus menjaga spirit persatuan dan kesatuan bangsa di tengah prasangka sosial dan polarisasi politik. Selain itu, lakukanlah keberpihakan konkret kepada kaum fakir, miskin, dan mereka yang telantar di tengah kesusahan hidup rakyat," ujar doktor studi Islam dari Universitas Harvard itu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Survei PPI: Dico Ganinduto-Raffi Ahmad Paling Kuat di Pilkada Jateng

Survei PPI: Dico Ganinduto-Raffi Ahmad Paling Kuat di Pilkada Jateng

Nasional
SYL Beli Parfum Rp 5 Juta, Bayar Pakai ATM Biro Umum Kementan

SYL Beli Parfum Rp 5 Juta, Bayar Pakai ATM Biro Umum Kementan

Nasional
Demokrat Tuding Suara PAN Meroket di Kalsel, Ricuh soal Saksi Pecah di MK

Demokrat Tuding Suara PAN Meroket di Kalsel, Ricuh soal Saksi Pecah di MK

Nasional
TNI AL Ajak 56 Negara Latihan Non-perang di Perairan Bali

TNI AL Ajak 56 Negara Latihan Non-perang di Perairan Bali

Nasional
Taksi Terbang Sudah Tiba di IKN, Diuji coba Juli Mendatang

Taksi Terbang Sudah Tiba di IKN, Diuji coba Juli Mendatang

Nasional
Bamsoet Akan Rekomendasikan MPR 2024-2029 Kembali Kaji Amandemen UUD 1945

Bamsoet Akan Rekomendasikan MPR 2024-2029 Kembali Kaji Amandemen UUD 1945

Nasional
Harta Kekayaan Eks Dirjen Minerba yang Jadi Tersangka Korupsi Timah

Harta Kekayaan Eks Dirjen Minerba yang Jadi Tersangka Korupsi Timah

Nasional
Dengar Warga Kesulitan Air Bertahun-tahun, Risma Tegur Kades di Aceh Utara

Dengar Warga Kesulitan Air Bertahun-tahun, Risma Tegur Kades di Aceh Utara

Nasional
Bertemu MPPR Tiongkok, Puan Berharap Bisa Perkuat Kerja Sama RI dan Tiongkok

Bertemu MPPR Tiongkok, Puan Berharap Bisa Perkuat Kerja Sama RI dan Tiongkok

Nasional
Kejagung Masukkan Kerugian Lingkungan Rp 271 T Jadi Kerugian Negara Kasus Timah

Kejagung Masukkan Kerugian Lingkungan Rp 271 T Jadi Kerugian Negara Kasus Timah

Nasional
Survei Pilkada Jateng Versi PPI: Taj Yasin 10,9 Persen, Hendi 7,7 Persen, Dico 7,1 Persen

Survei Pilkada Jateng Versi PPI: Taj Yasin 10,9 Persen, Hendi 7,7 Persen, Dico 7,1 Persen

Nasional
Anggota Komisi IX DPR: Tapera Program Baik, tapi Perlu Disosialisasikan

Anggota Komisi IX DPR: Tapera Program Baik, tapi Perlu Disosialisasikan

Nasional
Saksi Sebut SYL Bayar Rp 10 Juta Makan Bareng Keluarga Pakai ATM Biro Umum Kementan,

Saksi Sebut SYL Bayar Rp 10 Juta Makan Bareng Keluarga Pakai ATM Biro Umum Kementan,

Nasional
Bertemu NPC, Puan Minta Pemerintah China Perkuat Dukungan untuk Palestina

Bertemu NPC, Puan Minta Pemerintah China Perkuat Dukungan untuk Palestina

Nasional
KPK Jebloskan Bupati Mimika Eltinus Omaleng ke Lapas Setelah Sempat Lepas dari Jerat Hukum

KPK Jebloskan Bupati Mimika Eltinus Omaleng ke Lapas Setelah Sempat Lepas dari Jerat Hukum

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com