Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Hadirkan Istri SYL di Sidang, Jaksa KPK Masih Pertimbangkan Hubungan Keluarga

Kompas.com - 01/03/2024, 15:37 WIB
Syakirun Ni'am,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut tim jaksa Penuntut Umum (JPU) akan mempertimbangkan keperluan menghadirkan istri Syahrul Yasin Limpo (SYL), Ayunsri Harahap, di persidangan sang suami.

SYL merupakan mantan Menteri Pertanian (Mentan) yang terjerat kasus dugaan pemerasan dalam jabatan, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dalam persidangan Jaksa KPK menyebut Ayusri diduga menerima aliran uang hasil perasan SYL sebesar Rp 938 juta.

Baca juga: Sidang SYL: Didakwa Lakukan Pemerasan Capai Rp 44,5 Miliar, Ada Aliran Dana ke Partai

Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK Ali FIkri mengatakan, Jaksa akan mempertimbangkan apakah mereka bakal memanggil Ayunsri sebagai saksi di muka sidang.

“Istri termasuk saksi yang bisa menolak memberikan kesaksian,” ujar Ali saat dihubungi, Jumat (1/3/2024).

Dalam Pasal 168 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) memang ditentukan kriteria yang boleh menolak memberikan kesaksian.

Mereka adalah keluarga sedarah atau semenda dalam garis lurus ke atas, ke bawah, atau sederajat ketiga dari terdakwa.

Baca juga: KPK Panggil Hasan Supangkat Jadi Saksi Dugaan TPPU SYL

Kemudian, suami atau istri terdakwa maupun yang telah bercerai atau yang sama-sama menjadi terdakwa.

Menurut Ali, dalam membuktikan aliran dana dugaan korupsi itu pihaknya tidak hanya terbatas pada keterangan atau pengakuan istri SYL.

“Secara teknis alat bukti lain bisa juga menjadi petunjuk adanya penerimaan,” ujar Ali.

Sebelumnya, Jaksa KPK dalam dakwaannya menyebut uang korupsi Rp 44,5 miliar SYL yang berasal dari memeras bawahannya digunakan untuk kepentingan pribadi dan keluarga.

Menurut Haksa SYL menggunakan mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Muhammad Hatta, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Kasdi Subagyono; Staf Khusus Menteri Pertanian RI Bidang Kebijakan, Imam Mujahidin Fahmid, dan Ajudannya, Panji Harjanto sebagai tangan panjang.

Baca juga: Firli Bahuri Ajukan Penundaan Pemeriksaan terkait Kasus Dugaan Pemerasan SYL

Menurut Jaksa, uang itu digunakan untuk kebutuhan istrinya Rp 938 juta dan keluarganya Rp 992 juta.

SYL juga menggunakan uang itu Rp 3,33 miliar untuk keperluan pribadinya sendiri, Rp 381 untuk kado undangan, Rp 40 juta untuk Partai Nasdem, kegiatan keagamaan, dan operasional menteri.

Selain itu, terdapat uang yang tidak masuk kategori sebesar Rp 16,68 miliar.

SYL juga menggunakan uang diduga haram itu untuk sewa pesawat Rp 3,03 miliar dan bebantuan bencana alam Rp 3,52 miliar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 20 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 20 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
TKN Klaim 10.000 Pendukung Prabowo-Gibran Akan Ajukan Diri Jadi 'Amicus Curiae' di MK

TKN Klaim 10.000 Pendukung Prabowo-Gibran Akan Ajukan Diri Jadi "Amicus Curiae" di MK

Nasional
Tepis Tudingan Terima Bansos, 100.000 Pendukung Prabowo-Gibran Gelar Aksi di Depan MK Jumat

Tepis Tudingan Terima Bansos, 100.000 Pendukung Prabowo-Gibran Gelar Aksi di Depan MK Jumat

Nasional
Jaksa KPK Sentil Stafsus SYL Karena Ikut Urusi Ultah Nasdem

Jaksa KPK Sentil Stafsus SYL Karena Ikut Urusi Ultah Nasdem

Nasional
PAN Minta 'Amicus Curiae' Megawati Dihormati: Semua Paslon Ingin Putusan yang Adil

PAN Minta "Amicus Curiae" Megawati Dihormati: Semua Paslon Ingin Putusan yang Adil

Nasional
KPK Ultimatum.Pengusaha Sirajudin Machmud Hadiri Sidang Kasus Gereja Kingmi Mile 32

KPK Ultimatum.Pengusaha Sirajudin Machmud Hadiri Sidang Kasus Gereja Kingmi Mile 32

Nasional
KSAU Pimpin Sertijab 8 Pejabat Utama TNI AU, Kolonel Ardi Syahri Jadi Kadispenau

KSAU Pimpin Sertijab 8 Pejabat Utama TNI AU, Kolonel Ardi Syahri Jadi Kadispenau

Nasional
Pendukung Prabowo-Gibran Akan Gelar Aksi di MK Kamis dan Jumat Besok

Pendukung Prabowo-Gibran Akan Gelar Aksi di MK Kamis dan Jumat Besok

Nasional
Menteri PAN-RB Enggan Komentari Istrinya yang Diduga Diintimidasi Polisi

Menteri PAN-RB Enggan Komentari Istrinya yang Diduga Diintimidasi Polisi

Nasional
Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal Juga Dilaporkan Korban ke Puspom TNI

Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal Juga Dilaporkan Korban ke Puspom TNI

Nasional
LPSK Berikan Perlindungan Fisik kepada Eks Ajudan dan Sopir Syahrul Yasin Limpo

LPSK Berikan Perlindungan Fisik kepada Eks Ajudan dan Sopir Syahrul Yasin Limpo

Nasional
Menko PMK Sebut Pembangunan 'Buffer Zone' Pelabuhan Merak Terhambat Pembebasan Lahan

Menko PMK Sebut Pembangunan "Buffer Zone" Pelabuhan Merak Terhambat Pembebasan Lahan

Nasional
Pemerintah Bakal Rekrut 200.000 CASN untuk Ditempatkan di IKN

Pemerintah Bakal Rekrut 200.000 CASN untuk Ditempatkan di IKN

Nasional
MK: Amicus Curiae yang Diserahkan Setelah Tanggal 16 April Tak Jadi Pertimbangan dalam RPH

MK: Amicus Curiae yang Diserahkan Setelah Tanggal 16 April Tak Jadi Pertimbangan dalam RPH

Nasional
Ungkit Prabowo-Gibran Selalu Dituding Curang, TKN: Kami Sulit Menahan Pendukung untuk Tidak Reaktif

Ungkit Prabowo-Gibran Selalu Dituding Curang, TKN: Kami Sulit Menahan Pendukung untuk Tidak Reaktif

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com