Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Pemilu, Panglima TNI Disebut Cium Ada Upaya Adu Domba antara TNI dan Masyarakat

Kompas.com - 24/01/2024, 05:59 WIB
Nirmala Maulana Achmad,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen R Nugraha Gumilar mengakui bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mencium ada pihak-pihak yang berupaya mengadu domba antara TNI dan masyarakat.

Gumilar mengatakan itu berdasarkan instruksi yang diberikan Panglima Agus belakangan ini.

“Pak Panglima TNI kan melihat secara keseluruhan bahwa upaya-upaya itu (adu domba) masih tetap ada,” kata Gumilar saat ditemui di Menara Kompas, Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2024).

Instruksi Panglima TNI misalnya saat upacara rutin tanggal 17-an di Markas Komando Cadangan Strategis TNI AD (Makostrad), Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu (17/1/2024) .

Baca juga: TNI Masih Cari Tahu Aparat yang Terlibat Tambang Ilegal seperti Pernyataan Mahfud

Dalam instruksi Panglima TNI yang dibacakan Kepala Staf Kostrad Mayjen Farid Makruf selaku inspektur upacara, Agus Subiyanto meminta prajurit maupun pegawai negeri sipil (PNS) TNI tidak terpengaruh upaya adu domba dalam perhelatan pemilihan umum (Pemilu) 2024.

"Oleh karena itu, saya perintahkan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk berpegang teguh pada pedoman netralitas TNI yang telah ditentukan. Jangan terpengaruh pada berbagai isu yang digulirkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga TNI menjadi korban adu domba dan dibenturkan dengan masyarakat maupun pihak-pihak lainnya," demikian instruksi Panglima Agus yang dikutip dari akun resmi Instagram Kostrad.

Belakangan ini, Kapuspen TNI mengakui, ada yang membenturkan TNI dengan masyarakat.

Misalnya, kasus pengeroyokan yang dilakukan sejumlah prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 408/Raider Kodam IV/Diponegoro terhadap relawan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Boyolali, Jawa Tengah.

Baca juga: Soal Penurunan Pangkat Danpuspomad dan Kepala RSPAD, Kapuspen TNI: Bagian Reformasi Birokrasi

Kasus itu ditengarai karena kenalpot brong yang digeber para relawan Ganjar-Mahfud di depan markas Yonif 408.

“Jangan sampai hal seperti kenalpot brong ke depannya terjadi lagi, kita harus antisipasi, (TNI) harus bersama rakyat terus, apalagi dalam rangka menghadapi pesta pemilu sekarang ini,” tutur Gumilar.

Kasus lainnya adalah terpasangnya foto Komandan Kodim 0726/Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi dalam baliho dengan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Baca juga: KSAD Sebut Anggota TNI AD Terbukti Tidak Netral Langsung Dicopot

Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak pun angkat bicara terkait dugaan pemasangan spanduk, baliho atau foto salah satu kubu peserta pemilu atau pilpres oleh anggotanya.

"Enggak mungkin tentara yang masang lah. Terlalu bodoh tentara masang itu. Enggak mungkin lah kami yang buat itu. Memang ada yang coba-coba lah," kata Maruli kepada awak media di Markas Besar TNI AD, Senin (22/1/2024).

Kapuspen TNI lantas mengakui belum tahu siapa yang berupaya mengadu domba TNI dengan masyarakat.

Namun, menurut Gumilar, yang terpenting adalah TNI akan terus berupaya bersama masyarakat.

“TNI itu ada karena rakyat, kekuatan TNI itu ada pada rakyat, ini sangat perlu menjadi pondasi dasar, dipahami, supaya kami juga betul-betul bisa bekerja dengan sebaik-baiknya. Itulah kekuatan kami sebenernya, ada pada rakyat,” kata Gumilar.

Baca juga: Survei Indikator: Kepercayaan Publik ke TNI Teratas, Disusul Presiden dan Kejagung

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

PDI-P Akan Gugat Praperadilan KPK usai Laporan ke Bareskrim Ditolak

PDI-P Akan Gugat Praperadilan KPK usai Laporan ke Bareskrim Ditolak

Nasional
Anies Putuskan Maju Pilkada Jakarta, Akankah Berdampingan dengan Kaesang?

Anies Putuskan Maju Pilkada Jakarta, Akankah Berdampingan dengan Kaesang?

Nasional
Panglima TNI Buka Kemungkinan Libatkan Sipil Gabung Brigade Komposit Operasi ke Gaza

Panglima TNI Buka Kemungkinan Libatkan Sipil Gabung Brigade Komposit Operasi ke Gaza

Nasional
Anies Akui Intens Komunikasi dengan PDI-P, tetapi Enggan Beberkan Progres dengan Nasdem

Anies Akui Intens Komunikasi dengan PDI-P, tetapi Enggan Beberkan Progres dengan Nasdem

Nasional
Idul Adha 2024, Wapres Ma'ruf Akan Shalat dan Berkurban di Masjid Istiqlal

Idul Adha 2024, Wapres Ma'ruf Akan Shalat dan Berkurban di Masjid Istiqlal

Nasional
Panglima TNI: Prajurit yang Judi Online Bisa Dipecat, Supaya Tobat

Panglima TNI: Prajurit yang Judi Online Bisa Dipecat, Supaya Tobat

Nasional
RPP Manajemen ASN Diakselerasi, Menteri Anas: Perlu Kecermatan Agar Implementasi Kuat

RPP Manajemen ASN Diakselerasi, Menteri Anas: Perlu Kecermatan Agar Implementasi Kuat

Nasional
Kominfo Ancam Blokir Telegram jika Tak Hapus Konten Judi 'Online'

Kominfo Ancam Blokir Telegram jika Tak Hapus Konten Judi "Online"

Nasional
Kominfo Mulai Pantau Akun E-Wallet yang Terindikasi Dipakai Judi Online

Kominfo Mulai Pantau Akun E-Wallet yang Terindikasi Dipakai Judi Online

Nasional
Mahfud MD Sebut 'Rule By Law' Jadi Penyakit Sistem Hukum Indonesia

Mahfud MD Sebut "Rule By Law" Jadi Penyakit Sistem Hukum Indonesia

Nasional
Soekarno-Hatta Bandara Tersibuk di ASEAN dan Masuk Deretan Terbaik di Dunia, Ini Respons Pembaca Berdasarkan Survei Kompas.com

Soekarno-Hatta Bandara Tersibuk di ASEAN dan Masuk Deretan Terbaik di Dunia, Ini Respons Pembaca Berdasarkan Survei Kompas.com

Nasional
Putuskan Maju Pilkada Jakarta, Anies Janji Tuntaskan Persoalan Kampung Bayam

Putuskan Maju Pilkada Jakarta, Anies Janji Tuntaskan Persoalan Kampung Bayam

Nasional
Ridwan Kamil Jadi Satu-Satunya Bacagub Jakarta yang Menguat di Koalisi Prabowo

Ridwan Kamil Jadi Satu-Satunya Bacagub Jakarta yang Menguat di Koalisi Prabowo

Nasional
Anies Umumkan Maju Pilkada Jakarta, DPD PDI-P DKI Tunggu Proses di DPP

Anies Umumkan Maju Pilkada Jakarta, DPD PDI-P DKI Tunggu Proses di DPP

Nasional
Ombudsman Klaim Berhasil Selamatkan Kerugian Masyarakat Rp 398,9 Miliar Sepanjang 2021-2024

Ombudsman Klaim Berhasil Selamatkan Kerugian Masyarakat Rp 398,9 Miliar Sepanjang 2021-2024

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com