JAKARTA, KOMPAS.com - Panggung Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 kian riuh. Tiga bakal calon presiden (capres) semakin rajin bermanuver.
Ketiganya yakni capres dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo; capres dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto; dan capres dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan.
Ganjar dan Anies mulai terang-terangan saling lempar sindiran. Sementara itu, Prabowo memilih berdiri di garis tengah dan tak ikut aksi saling sentil.
Situasi ini dinilai sebagai strategi masing-masing bakal capres. Baik Ganjar, Prabowo, maupun Anies tengah berupaya mendapatkan hati para pemilih.
Baca juga: Ganjar Pranowo: Bu Mega Guru Politik Saya, Pak Jokowi Mentor Pemerintahan Saya...
Anies pernah menyinggung sosok yang gemar lari pagi. Katanya, jika kontestasi Pilpres 2024 ditentukan lewat lomba lari, maka dia bakal kalah.
Namun, karena pemilu merupakan ajang adu gagasan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku siap untuk berkompetisi.
"Gini, kalau tantangannya adalah adu lari pagi keliling Indonesia saya kalah dah, tapi kalau tantangan adu gagasan, adu karya, adu rekam jejak, maka Insya Allah kami nyatakan siap dengan semuanya," ujar Anies dalam pidato acara HUT Ke-21 PKS di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/5/2023).
Anies pun berharap, Pilpres 2024 tidak berfokus pada pencitraan, tetapi pada gagasan yang ditawarkan para kandidat.
"Kami menawarkan kepada seluruh rakyat Indonesia, PKS menawarkan dari Nasdem menawarkan, dari Demokrat juga menawarkan gagasan diusung, gagasan ditunjukkan," ucap bakal capres yang diusung Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Baca juga: Ganjar Tepis Isu Retaknya Hubungan Jokowi dan Megawati: Kita Kompak dan Solid!
Oleh publik, ucapan Anies ini dikaitkan dengan figur Ganjar Pranowo. Sebab, Ganjar dikenal sebagai sosok yang gemar berolahraga.
Tak lama, Ganjar ikut angkat bicara terkait ini. Dia mengaku tak merasa tersindir dengan ucapan Anies tersebut.
Gubernur Jawa Tengah tersebut justru mengajak masyarakat untuk rajin berolahraga, sebagaimana kebiasaan dirinya.
"Enggak (tersindir), jawabannya di kaos ini, biar semuanya sehat," kata Ganjar saat lari pagi di Alun-alun Kota Serang, Banten, Minggu (28/5/2023), yang kala itu mengenakan bertuliskan “Kalau Mau Sehat, Ayo Olahraga.”
Belum lama ini, Ganjar juga mengomentari pernyataan Anies soal cawe-cawe Presiden Joko Widodo dalam Pemilu 2024. Sebelumnya, Anies mengungkapkan kekhawatiran banyak pihak bahwa sikap cawe-cawe Jokowi bakal berujung pada penjegalan capres dan cawapres tertentu.
Merespons ini, Ganjar menyebutkan, kandidat capres seharusnya tak takut terhadap isu apa pun. Sebab, dalam kontestasi pemilu, apa pun bisa terjadi.
"Dalam setiap kontestasi pemilu apa pun bisa terjadi. Jadi, kalau mau nyalon jangan pernah takut kalau ada isu apa pun," kata Ganjar dalam konferensi pers di Rumah Aspirasi Relawan Ganjar Pranowo Presiden 2024 di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2203).
Ganjar pun yakin cawe-cawe Jokowi tidak akan mengintervensi proses politik praktis. Ia juga percaya Jokowi cawe-cawe menggunakan hak politiknya sebagai kader partai.
“Soal cawe-cawe sebagai kader partai pasti Beliau akan cawe-cawe karena punya hak politik," tutur Ganjar.
“Tapi kalau cawe-cawe yang selama ini diartikan akan mengintervensi politik dalam arti keseluruhan yang kemudian menjadi tidak fair, saya kira yang itu tidak akan terjadi," lanjutnya.
Baca juga: Di Depan Ganjar, Hasto Sebut Ada Sosok Capres yang Klaim Dekat dengan Jokowi
Baru-baru ini, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto ikut melempar sentilan. Dia menyebut ada sosok bakal calon presiden yang mengaku dekat dengan Presiden Jokowi.
Padahal, menurut Hasto, kedekatan yang diklaim sosok itu tidak akan menggantikan Ganjar yang diyakini mampu melanjutkan kepemimpinan Jokowi.
“Ada yang mengeklaim dekat dengan sama Presiden Jokowi, padahal inilah kesejatian bahwa yang namanya Presiden Jokowi dan kemudian Ganjar Pranowo satu kesatuan, IKN beres," kata Hasto dalam acara Konsolidasi PDI-P DKI Jakarta di Senayan, Jakarta, Minggu (4/6/2023).
“Karena itu sejak digagas oleh Bung Karno, hilirisasi beres akan dilanjutkan, kemudian Indonesia yang berdikari di bidang ekonomi itu beres akan dilanjutkan oleh Pak Ganjar Pranowo," sambung dia.
Dalam pernyataannya, Hasto tak menyebut secara gamblang sosok yang menurutnya mengaku dekat dengan Jokowi.
Namun, sejauh ini, Jokowi terlihat akrab dengan dua bakal capres. Selain Ganjar, presiden tampak karib dengan bakal capres dari PDI-P Prabowo Subianto.
Lain Ganjar dan Anies, lain lagi dengan Prabowo. Jika Ganjar dan Anies memilih saling sindir, Prabowo justru menganggap kompetitornya sebagai saudara, bukan lawan politik.
"Kalau nanti Insya Allah saya terus capres, ini bukan kampanye ya. Kalau nanti Pak Ganjar terus maju, Pak Anies juga, saya tidak menganggap mereka lawan. Saya anggap mereka saudara saya sendiri," ujar Prabowo dalam keterangannya, Rabu (31/5/2023).
Prabowo meyakini kerukunan adalah kunci membangun Indonesia. Dia bilang, langkah konkret yang perlu dilakukan di Tanah Air ialah menerapkan demokrasi sehat tanpa saling mengejek.
Menteri Pertahanan itu pun mengajak seluruh masyarakat agar menjaga kerukunan demi menciptakan persatuan.
“Karena itulah saya berpendapat bahwa demokrasi Indonesia harus punya ciri khas. Demokrasi Indonesia jangan meniru negara lain," kata Prabowo.
“Dalam demokrasi kita jangan caci maki, saling mengejek. Melainkan harus rukun, ke arah persatuan," lanjutnya.
Ketimbang saling mengejek, lanjut Prabowo, demokrasi di Indonesia sebaiknya dibangun dengan persaingan yang fokus pada gagasan dan tidak antikritik. Menurutnya, semua pihak harus bersahabat dalam membangun negara.
“Mari kita bersaing yang baik. Dalam hal gagasan dan program. Kita jangan sungkan untuk saling merangkul, saling bersahabat," tutur mantan Panglima Komando Cadangan Strategis (Pangkostrad) tersebut.
Melihat ini, analis komunikasi politik dari Universitas Padjadjaran Kunto Adi Wibowo menilai, ini merupakan bagian dari strategi komunikasi dari masing-masing bakal capres. Menurut Kunto, strategi Ganjar dan Anies memanfaatkan polarisasi politik yang sudah ada sejak Pemilu 2014, lalu Pilkada 2017, dan Pemilu 2019.
Anies sadar bahwa pendukungnya mayoritas datang dari kalangan anti PDI-P. Inilah yang hendak dimanfaatkan oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu.
Sebaliknya, Ganjar juga paham betul bahwa pemilihnya berseberangan dengan kubu Anies Baswedan, sehingga dia ingin menegaskan posisinya sebagai lawan politik.
“Dengan adanya saling sindir, seakan-akan memberikan amunisi buat pendukungnya bahwa ini loh lawan kita ini,” kata Kunto kepada Kompas.com, Senin (5/6/223).
Sementara, kata Kunto, Prabowo memilih bermain di area tengah, tidak menunjukkan sikap yang terlalu berseberangan dengan lawan politiknya.
Menurut Kunto, bisa jadi ini strategi Prabowo untuk mendapatkan pendukung dari poros tengah yang tak ikut terbawa arus polarisasi.
“Mungkin beliau tahu bahwa beliau ingin mendapatkan pendukung yang lebih ke tengah maksudnya secara polarisasi politik dia tidak ada di kutub-kutub yang terpopuler, tapi justru di tengah,” ujar Kunto.
Baca juga: Bantah Kabar Retaknya Hubungan Jokowi dan Megawati, Sekjen PDI-P: Sangat Baik, Bagai Ibu dan Anak
Kunto menilai, masyarakat yang berada di garis tengah ini justru paling banyak jumlahnya. Mereka merupakan kelompok apolitis yang sudah muak dengan aksi saling sindir para elite.
Prabowo pun dinilai sadar betul bahwa Pilpres 2024 akan diikuti oleh generasi muda yang mayoritas tak suka dengan politik yang terpolarisasi. Sehingga, orang nomor satu di Partai Gerindra itu menggunakan pendekatan yang lebih lembut.
Kunto pun menilai ini sebagai strategi bijak mengingat Prabowo pernah terlibat polarisasi tajam pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 lalu.
“Menurut saya Pak Prabowo diuntungkan dengan mengambil posisi di tengah ini,” tuturnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.