JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga kasus dugaan korupsi proyek (BTS) 4G dan infrastuktur pendukung 1, 2, 3, 4 dan 5 Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tahun 2020-2022 tidak hanya dilakukan oleh sedikit orang.
Apalagi, kerugian yang ditimbulkan dari kasus itu diduga mencapai Rp 8,32 triliun.
Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Diky Anandya mengatakan, konsep korupsi itu bersifat terstruktur dan sistematis, sehingga kasus korupsi di Kominfo itu tidak hanya dinikmati oleh tersangka Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) nonaktif Johnny G Plate atau tujuh tersangka yang sudah ditetapkan.
"Sulit rasanya menganggap bahwa dugaan korupsi BTS ini dilakukan oleh Memkominfo seorang diri dan kerugian negara hasil perhitungan BPKP sebesar 8 triliun itu hanya dinikmati oleh tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung," kata Diky saat dikonfirmasi, Rabu (31/5/2023).
Baca juga: Mahfud Beberkan Kejanggalan Proyek BTS 4G yang Menyeret Johnny G Plate
Lebih lanjut, Diky juga menyinggung pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Tepatnya, pernyataan Mahfud soal penyidik Kejagung telah mendapatkan rekaman berisikan percakapan yang melibatkan pejabat penting lainnya saat membagikan proyek BTS 4G Bakti Kominfo tersebut.
Diky berharap, Kejagung bisa terus melakukan pendalaman dengan melibatkan pihak terkait dengan bukti yang ada tersebut, seperti Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengungkap setiap orang yang terlibat dalam kasus itu.
"ICW memandang bahwa tidak ada alasan bagi Kejagung untuk tidak mendalami aliran dana berdasarkan alat bukti yang sudah mereka dapat, termasuk berkoordinasi dengan PPATK untuk mengusut aliran dana dari transaksi mencurigakan dalam pusaran proyek BTS ini," ujarnya.
Baca juga: Mahfud: Presiden Tugaskan Saya Lanjutkan Proyek BTS 4G, Tak Boleh Macet
Dikutip dari Kompas TV, Menko Polhukam Mahfud MD pernah mengatakan, penyidik Kejagung telah mengantongi bukti berupa dokumen, surat, hingga rekaman percakapan, termasuk dari unsur pejabat penting, saat membagi-bagikan proyek tersebut.
Akan tetapi, Mahfud tidak menyebutkan siapa pejabat yang terlibat dalam pembagian proyek BTS 4G Bakti di Kominfo.
Menurutnya, bukti rekaman percakapan antarpejabat itu diharapkan dapat digunakan untuk membongkar aliran dana dalam dugaan korupsi yang diduga merugikan negara hingga Rp 8 triliun.
Selain itu, Mahfud MD juga menyebut bahwa penyidik Kejagung sudah menemukan bukti kuat terkait keterlibatan Johnny G Plate dalam kasus tersebut.
"Sesudah yakin betul bahwa ada dua alat bukti yang cukup, saya berpandangan bahwa itu sudah menjadi satu keharusan hukum untuk menjadikan (Johnny) sebagai tersangka," kata Mahfud MD pada Jumat (19/5/2023), dikutip dari Kompas TV.
Baca juga: Saat Mahfud Bongkar di Balik Kasus Korupsi BTS 4G yang Libatkan Johnny G Plate
Sebagaimana diketahui, Kejagung telah menetapkan dua tersangka dari unsur pejabat di Kementerian Kominfo dalam kasus tersebut, yakni Johnny G Plate dan Anang Achmad Latif (AAL) yang pernah menjabat Direktur Utama (Dirut) Bakti Kominfo.
Sedangkan lima tersangka lainnya berasal dari pihak swasta. Mereka adalah Account Director of Integrated Account Departement PT Huawei Tech Investment, Mukti Ali (MA); dan Komisaris PT Solitech Media Sinergy, Irwan Hermawan (IH).
Kemudian, Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, Galubang Menak (GMS); Tenaga Ahli Human Development (HUDEV) Universitas Indonesia Tahun 2020, Yohan Suryanto (YS); dan Windy Purnama (WP) yang disebut orang kepercayaan Irwan Hermawan.
Baca juga: Soal Proyek BTS 4G, Mahfud: KPK, Kejagung, Kepolisian Silakan Masuk
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.