Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menkes Berencana Bawa Masalah Santunan Gagal Ginjal Akut ke Presiden

Kompas.com - 28/03/2023, 19:58 WIB
Fika Nurul Ulya,
Sabrina Asril

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku berencana membawa masalah santunan gagal ginjal akut (acute kidney injury/AKI) kepada Presiden Joko Widodo.

Hal ini dilakukan jika masalah santunan ini tidak selesai di level Menteri Koordinator (Menko). Adapun sejauh ini, ia sudah menyampaikan usulan santunan gagal ginjal akut kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Menko lantas menyampaikannya kepada Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Namun belakangan, Risma mengaku tidak memiliki anggaran untuk memberikan santunan.

"Kalau nanti ada ketidaksepakatan, ini kan tadi udah dibawa ke level Menko. Jadi di level Menko kan tidak selesai. Kalau Pak Charles (Wakil Ketua Komisi IX) tanya ke saya, ya saya pasti karena sudah janji akan beresin ini, akan naik ke level di atas Menko, itu aja sih, Pak Charles," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/3/2023).

Baca juga: Saling Lempar Santunan Korban Gagal Ginjal, Mensos hingga Menkes Dicap Tidak Santun

"Kalau ternyata memang tidak bisa selesai kan di atas Menko masih ada satu lagi. Karena pemerintah itu kan kepala pemerintahannya bapak Presiden," imbuh Budi.

Budi menyampaikan, sebelum meminta 'bantuan' kepada Presiden, ia akan lebih dulu kembali berusaha berkoordinasi dengan Menko Muhadjir.

Ia berharap, masalah santunan ini bisa selesai di level kementerian.

"Saya akan cari jalan untuk bisa menyelesaikan ini. Saya harus putar lagi lah kita coba selesaikan dengan Menko," tutur Budi.

Baca juga: Nasib Santunan Gagal Ginjal Akut: Sempat Saling Lempar, Akhirnya Dibahas Empat Kementerian

Sejatinya, kata Budi, kalaupun uang santunan boleh berasal dari Kemenkes, ia akan menyiapkannya. Namun, Budi menyadari masalah santunan tidak termasuk dalam tugas dan fungsi Kemenkes.

Oleh karena itu, perlu ada pembahasan lebih lanjut antar kementerian yang dikoordinatori oleh Kemenko PMK. Namun dalam perjalanannya, ada lika-liku di pemerintahan.

"Kita di eselon I sendiri sih, sebenarnya part-nya itu sudah cukup baik. Ini ada sedikit pemerintahan yang memang lika-likunya itu kan sama kayak di DPR juga ada lika likunya," ungkap Budi.

"Tapi di kita kan satu kepala, kepalanya di presiden. Kalau levelnya saya enggak sampai, kita naik satu level lagi ke Pak Presiden," kata Budi lagi.

Baca juga: Soal Bantuan untuk Korban Gagal Ginjal Akut, Mensos Risma: Duit dari Mana? Berat Biayanya

Lebih lanjut, dia menyatakan akan membereskan masalah gagal ginjal akut sampai selesai. Janji ini pun sempat dia sampaikan dalam rapat-rapat sebelumnya.

"Tapi janji saya kepada teman-teman di Komisi IX itu kita akan beresin sampai ke ujung. Begitu Pak Charles mudah-mudahan bisa menjawab," tandas Budi.

Diketahui, pernyataan Budi soal santunan dalam rapat kerja menjawab pertanyaan dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris.

Halaman:


Terkini Lainnya

Tanggal 16 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 16 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Pengamat Sebut Penyebutan KKB Jadi OPM Langkah Maju dari Pemerintah

Pengamat Sebut Penyebutan KKB Jadi OPM Langkah Maju dari Pemerintah

Nasional
Cerita Samsuri Bandingkan Fasilitas Kereta Api Dulu dan Sekarang, bagai Langit dan Bumi

Cerita Samsuri Bandingkan Fasilitas Kereta Api Dulu dan Sekarang, bagai Langit dan Bumi

Nasional
Buntut Kecelakaan Maut di Jalur Contraflow Tol Cikampek, 'Safety Car' Bakal Kawal Pemudik

Buntut Kecelakaan Maut di Jalur Contraflow Tol Cikampek, "Safety Car" Bakal Kawal Pemudik

Nasional
Pertemuan Jokowi dan Megawati Tak Usah Ditambahi Syarat Politis

Pertemuan Jokowi dan Megawati Tak Usah Ditambahi Syarat Politis

Nasional
Dipastikan, Tak Ada WNI Jadi Korban Penusukan di Bondi Junction, Sydney

Dipastikan, Tak Ada WNI Jadi Korban Penusukan di Bondi Junction, Sydney

Nasional
Akhir Pekan di Sumut, Jokowi Belanja Jeruk, Mangga, hingga Salak

Akhir Pekan di Sumut, Jokowi Belanja Jeruk, Mangga, hingga Salak

Nasional
OPM Ajukan Syarat Pembebasan Pilot Susi Air Philips Mark Mehrtens

OPM Ajukan Syarat Pembebasan Pilot Susi Air Philips Mark Mehrtens

Nasional
Tampilkan Lagi Pilot Susi Air dalam Video, OPM Minta Bom Dihentikan

Tampilkan Lagi Pilot Susi Air dalam Video, OPM Minta Bom Dihentikan

Nasional
Antisipasi Arus Balik, Pemerintah Beri Izin ASN untuk WFH 16-17 April

Antisipasi Arus Balik, Pemerintah Beri Izin ASN untuk WFH 16-17 April

Nasional
Menteri Anas: WFH ASN Maksimal 50 Persen pada 16-17 April, Pelayanan Publik Wajib WFO 100 Persen

Menteri Anas: WFH ASN Maksimal 50 Persen pada 16-17 April, Pelayanan Publik Wajib WFO 100 Persen

Nasional
Mensos Risma Paparkan Program PENA untuk Penerima Bansos dan Penyandang Disabilitas kepada Direktur OECD

Mensos Risma Paparkan Program PENA untuk Penerima Bansos dan Penyandang Disabilitas kepada Direktur OECD

Nasional
Menlu Retno: Banyak Tekanan agar RI Mulai Normalisasi Hubungan dengan Israel

Menlu Retno: Banyak Tekanan agar RI Mulai Normalisasi Hubungan dengan Israel

Nasional
Sebut RI Tak Menutup Diri Normalisasi Diplomatik dengan Israel, Menlu: Syaratnya 'Two State Solution'

Sebut RI Tak Menutup Diri Normalisasi Diplomatik dengan Israel, Menlu: Syaratnya "Two State Solution"

Nasional
Menhub Targetkan Pembangunan Rel Layang Simpang Joglo di Solo Rampung Agustus 2024

Menhub Targetkan Pembangunan Rel Layang Simpang Joglo di Solo Rampung Agustus 2024

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com