Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fahri Hamzah: Nasdem Mau Lawan Jokowi tapi Masih di Dalam Pemerintah, Terus Gimana?

Kompas.com - 03/03/2023, 07:30 WIB
Adhyasta Dirgantara,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah heran dengan Partai Nasdem yang tiba-tiba 'melompat' ke pihak yang berseberangan dengan pemerintah, padahal mereka sendiri masih tetap di dalam pemerintahan.

Fahri bertanya-tanya bagaimana cara Nasdem bisa melawan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tapi sambil tetap berada di dalam kubu pemerintah.

Hal tersebut Fahri Hamzah sampaikan dalam program Gaspol Spesial, seperti ditayangkan oleh akun YouTube Kompas.com pada Kamis (2/3/2023).

Mulanya, Fahri menduga ada kelompok yang sebenarnya marah dengan pemerintahan Jokowi dan ingin dilayani oleh Anies Baswedan.

Baca juga: Fahri Hamzah Tepis Anggapan Anies Musuhnya Jokowi: Its Not True!

Namun, dia menyalahkan Nasdem yang justru mengeksploitasi situasi tersebut. Diketahui, Nasdem memang telah mendeklarasikan Anies sebagai Capres 2024.

"Lebih salah lagi karena Nasdem mengeksploitasi situasi ini. Sehingga tiba-tiba Nasdem pindah ke kanan. Itu yang saya tentang. Karena ini kita tidak ngerawat atau obatin luka yang ada di rakyat kita," ujar Fahri.

"Seharusnya itu ditarik ke tengah supaya rasionalitas yang berbicara. Sebenarnya itu ide saya. Saya enggak suka itu label-label kayak gini. Enggak menguntungkan. Politiknya jadi enggak sehat. Kasihan," sambungnya.

Fahri menjelaskan, Nasdem seharusnya tidak boleh tiba-tiba berpindah haluan ke Anies, lalu mengakui sendiri kalau Anies adalah musuh Jokowi.

Baca juga: GASPOL! Hari Ini: Kesalnya Fahri Hamzah Gara-gara Anies Dicap Antitesa Jokowi

Dia menyalahkan Nasdem yang mencoba memanfaatkan kelompok yang marah kepada Jokowi, dengan cara menggandeng Anies Baswedan.

"Jangan dong dia tiba-tiba lompat ke Anies lalu mengatakan Anies adalah lawannya Jokowi, demi untuk eksploitir kelompok kanan. Itu enggak benar itu Nasdem kayak gitu. Tidak begitu seharusnya," tutur Fahri.

Menurut Fahri, Nasdem seharusnya tetap setia bersama Jokowi, mengingat mereka masih berada di dalam koalisi pemerintahan.

Fahri memandang Nasdem lebih baik menjelaskan kepada rakyat secara baik-baik ketika hendak mengusung Anies.

"Carilah cara untuk menjelaskan kepada rakyat bahwa Nasdem adalah bagian dari pemerintahan Jokowi yang akan nerusin seluruh gagasan Pak Jokowi, dan bahkan berusaha mencari calon yang mirip dengan gagasannya Pak Jokowi. Kan harus begitu etikanya," jelasnya.

Maka dari itu, Fahri heran kenapa Nasdem malah seolah-olah loncat dari kubu Jokowi.

Dirinya mempertanyakan bagaimana cara Nasdem melawan Jokowi tapi tetap mempertahankan posisi di dalam pemerintahan.

"Nah tiba-tiba lompat, lalu kan kemudian seolah-olah ini lawannya Pak Jokowi. Terus gimana? Anda mau lawan Pak Jokowi, anda ada di dalam. Kan enggak benar dong?" imbuh Fahri.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com