Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

DPO Ricky Ham Pagawak: Nikmati Rp 200 M, Kabur ke Papua Nugini, Kini Berakhir di Sel

Kompas.com - 21/02/2023, 09:43 WIB
Syakirun Ni'am,
Bagus Santosa

Tim Redaksi

Kini, Ricky tak lagi bebas. Ia harus mendekam di Rutan Gedung Merah Putih KPK selama 20 hari ke depan, terhitung sejak 20 Februari hingga 11 Maret. Adapun penahanan dilakukan untuk keperluan penyidikan.

“Tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan pada tersangka Ricky Ham Pagawak untuk 20 hari pertama,” kata Firli Bahuri dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Senin (20)2/2023).

KPK Buntuti Penghubung Ricky

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengungkapkan, pihaknya menerjunkan tim untuk membuntuti sosok yang menjadi 'penghubung' Ricky dengan orang-orang di rumahnya. Tim penyidik memang menargetkan 'penghubung' tersebut.

“Kami memberangkatkan tim untuk membuntuti (penghubung Ricky),” kata Ghufron dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/2/2023).

KPK kemudian berhasil mengetahui keberadaan Ricky setelah berhasil menangkap 'penghubung' terlebih dahulu. Penangkapan hanya berselisih sekitar 1,5 jam.

“Dari 'penghubung' tersebut selanjutnya kami mendapat informasi persembunyian RHP,” kata dia.

Sementara itu, Firli mengaku bahwa KPK dibantu oleh pihak yang menjadi 'penghubung' Ricky. Sebab, tanpa informasi dari orang tersebut, KPK tidak akan bisa mengetahui persembunyian DPO itu.

Menurut Firli, orang tersebut berasal dari kalangan sipil. Saat ini, ia telah dimintai keterangan oleh tim penyidik.

“Sampai saat ini 'penghubung' itu adalah membantu KPK. Saya harus katakan itu,” kata Firli dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Senin (20/2/2023).

Baca juga: Buronan KPK Ricky Ham Pagawak Dibawa ke Jakarta

Firli bahkan menyampaikan terima kasih kepada 'penghubung' Ricky Ham Pagawak.

“Kita tahu keberadaan seseorang karena ada orang lain. Jadi saya kira itu juga kita sampaikan terimakasih dan ini masih akan didalami oleh direktur penyidikan,” ujar Firli.

“Kalau enggak ada dia kita enggak tahu tempatnya,” tambah Firli.

Suap dari tiga kontraktor

Firli mengungkapkan, sebagai bupati, Ricky diduga memilih sendiri kontraktor yang akan menggarap proyek infrastruktur di Mamberamo Tengah. Nilai kontrak proyek itu mencapai belasan miliar rupiah.

“Syarat yang ditentukan RHP agar para kontraktor bisa dimenangkan antara lain dengan adanya penyetoran sejumlah uang,” ujar Firli.

Selanjutnya, tiga kontraktor yakni, Direktur Utama Bina Karya, Raya Simon Pampang; Direktur PT Bumi Abadi Perkasa Jusienandra Pribadi Pampang; dan Direktur PT Solata Sukses Membangun Marten Toding merupakan kontraktor yang ingin mendapatkan proyek.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com