Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Relawan Anies Bikin KIB Tandingan, Sindir KIB PAN-PPP-Golkar Tidak Jelas

Kompas.com - 02/02/2023, 20:58 WIB
Tatang Guritno,
Sabrina Asril

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Kornas Go Anies Sirajuddin Abdul Wahab menyatakan KIB yang dibentuk oleh tiga relawan Anies lebih memiliki kejelasan daripada Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dibentuk Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Menurutnya, KIB relawan Anies mengakomodir aspirasi masyarakat yang ingin adanya perubahan pemerintah di 2024.

“Sebuah perubahan yang hari ini disimbolkan dengan Mas Anies jadi kita menangkap arus itu,” sebut Sirajuddin dihubungi Kompas.com, Kamis (2/2/2023).

Baca juga: Surya Paloh Temui Airlangga, Hasan Nasbi: Golkar Tak Mungkin Gabung Koalisi Perubahan

Sementara itu, lanjut dia, KIB yang dibentuk Golkar, PAN, dan PPP belum mencapai kesepakatan pengusungan calon presiden (capres), dan calon wakil presiden (cawapres).

“Dari tiga partai yang menyatakan KIB itu sampai hari ini juga kan enggak jelas calonnya,” ucap dia.

Adapun dikutip dari Tribunnews.com, KIB relawan Anies dibentuk oleh Go Anies, Forum Ka’bah Membangun, dan Anies Amanat Indonesia.

Ketiga relawan itu berisi kader Golkar, PPP, dan PAN.

Baca juga: Terima Anies dan Tim Kecil Koalisi Perubahan, AHY: 3 Partai Solid

Namun Sirajuddin mengklaim Go Anies tak mendapatkan teguran dari pimpinan pusat Golkar.

“Kalau kita kader, dan anggota itu tidak suatu hal yang diwajibkan oleh anggaran dasar (untuk) taat perintah partai dari pusat soal pemilihan presiden (pilpres),” katanya.

Ia pun tak ambil pusing jika ada pihak yang mempermasalahkan pembentukan KIB relawan Anies.

Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari dinamika politik.

“Ya kalau ada sentilan-sentilan kita enggak anggaplah itu. Toh juga kita diberikan hak konstitusional dipilih, dan memilih,” pungkasnya.

Diketahui, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) saat ini belum mencapai kesepakatan pengusungan capres-cawapres.

Partai Golkar masih ingin mengusung Ketua Umumnya, Airlangga Hartarto sebagai capres.

Sementara itu, PAN memunculkan empat nama yaitu Ketua Umum Zulkifli Hasan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Anies Baswedan.

Sedangkan suara dukungan di PPP masih terpecah antara Anies dan Ganjar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

ICW Minta Pansel Capim KPK Tak Loloskan Calon Bawa Agenda Parpol

ICW Minta Pansel Capim KPK Tak Loloskan Calon Bawa Agenda Parpol

Nasional
Soroti Kekurangan Kamar di RS Lubuklinggau, Jokowi Telepon Menteri PUPR Segera Turunkan Tim

Soroti Kekurangan Kamar di RS Lubuklinggau, Jokowi Telepon Menteri PUPR Segera Turunkan Tim

Nasional
Unsur Pemerintah Dominasi Pansel Capim KPK, ICW: Timbul Dugaan Cawe-Cawe

Unsur Pemerintah Dominasi Pansel Capim KPK, ICW: Timbul Dugaan Cawe-Cawe

Nasional
Jokowi Beri Sinyal Lanjutkan Bantuan Pangan, Diumumkan Bulan Juni

Jokowi Beri Sinyal Lanjutkan Bantuan Pangan, Diumumkan Bulan Juni

Nasional
Hati-hati, 'Drone' Bisa Dipakai untuk Intai Polisi hingga Jatuhkan Peledak

Hati-hati, "Drone" Bisa Dipakai untuk Intai Polisi hingga Jatuhkan Peledak

Nasional
KPK Harap Pansel Capim Aktif Serap Masukan Masyarakat

KPK Harap Pansel Capim Aktif Serap Masukan Masyarakat

Nasional
KY Diminta Turun Tangan Usai MA Ubah Syarat Usia Calon Kepala Daerah

KY Diminta Turun Tangan Usai MA Ubah Syarat Usia Calon Kepala Daerah

Nasional
2 Koordinator Jemaah Pemegang Visa Non-haji Ditahan, Terancam Denda 50.000 Riyal

2 Koordinator Jemaah Pemegang Visa Non-haji Ditahan, Terancam Denda 50.000 Riyal

Nasional
Alex Marwata Sayangkan Tak Ada Mantan Pimpinan KPK Jadi Anggota Pansel

Alex Marwata Sayangkan Tak Ada Mantan Pimpinan KPK Jadi Anggota Pansel

Nasional
Jokowi Tanggapi Putusan MA yang Buka Jalan Kaesang Maju Pilkada

Jokowi Tanggapi Putusan MA yang Buka Jalan Kaesang Maju Pilkada

Nasional
Jelang Idul Adha, Satgas Polri Pastikan Stok Beras di Sumatera Selatan Aman

Jelang Idul Adha, Satgas Polri Pastikan Stok Beras di Sumatera Selatan Aman

Nasional
Gerindra Sebut Poster Budi Djiwandono-Kaesang Bentuk Aspirasi Rakyat

Gerindra Sebut Poster Budi Djiwandono-Kaesang Bentuk Aspirasi Rakyat

Nasional
Putusan MA Dicurigai Muluskan Jalan Kaesang, PDI-P: Jangan Mengada-ada

Putusan MA Dicurigai Muluskan Jalan Kaesang, PDI-P: Jangan Mengada-ada

Nasional
Dua DPO Kasus “Vina Cirebon” Dihapus, Polri: Buktinya Belum Cukup, Saksi Fiktif

Dua DPO Kasus “Vina Cirebon” Dihapus, Polri: Buktinya Belum Cukup, Saksi Fiktif

Nasional
Politikus PDI-P Sebut Wacana Duet Anies-Ahok Telah Gembos

Politikus PDI-P Sebut Wacana Duet Anies-Ahok Telah Gembos

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com