Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/01/2023, 21:06 WIB
Syakirun Ni'am,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Papua non-aktif, Lukas Enembe mendapatkan kesempatan untuk melakukan olahraga di dalam rumah tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pomdam Jaya Guntur.

Sebagaimana diketahui, Lukas Enembe resmi ditahan KPK pada 11 Januari 2023). Ia kemudian dibantarkan dalam beberapa waktu untuk menjalani perawatan.

Setelah itu, Lukas Enembe mendekam di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur.

Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari petugas Rutan maupun dokter KPK bahwa Lukas dalam kondisi sehat.

“Bisa melakukan aktivitas seperti halnya tahanan lainnya, makan, mandi dan lain-lain. Termasuk, diberikan kesempatan untuk berolahraga,” kata Ali saat ditemui awak media di gedung Merah Putih KPK, Senin (16/1/2023).

Baca juga: Ketua KPK Sebut Lukas Enembe Jadi Contoh Pejabat Publik yang Ugal-ugalan Bisa Dibawa ke Ranah Hukum

Menurut Ali, saat ini Lukas Enembe tengah menjalani masa sosialisasi di Rutan. Hal ini sebagaimana diberlakukan kepada para tersangka yang baru ditahan oleh KPK.

Oleh karena itu, kata Ali, KPK membatasi kunjungan fisik dari keluarga. Tetapi, kunjungan dari pengacaranya tidak dibatasi.

“Khusus untuk penasehat hukum kami tidak membatasi sama sekali, ke depan juga pasti kami berikan akses untuk kunjungan dari penasehat hukumnya,” ujar Ali.

Terkait kunjungan dari pihak keluarga Lukas Enembe, KPK mengatakan, perlu melakukan verifikasi terhadap sejumlah data yang diajukan.

Sebab, KPK mendapati data yang tercantum dalam surat pengajuan untuk membesuk Lukas berbeda dengan KTP maupun data identitas yang bersangkutan.

“Ini kan tentu kita enggak bisa penuhi yang seperti itu,” kata Ali.

Baca juga: KPK Sebut Penangkapan Lukas Enembe Sudah Pertimbangkan soal HAM

Lukas Enembe sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pada September 2022.

Namun, KPK kesulitan memeriksa Lukas Enembe karena tidak bersikap kooperatif. Ia terus mengaku sakit. Sementara itu, simpatisannya menjaga rumahnya dengan senjata tradisional.

Hingga akhirnya, Lukas Enembe ditangkap di salah satu rumah makan di Distrik Abepura, Jayapura, Papua pada Selasa (10/1/2023) siang waktu setempat.

Lukas kemudian diamankan di Mako Brimob Kotaraja Jayapura. Tidak berselang lama, politikus Partai Demokrat itu dibawa ke Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Dikawal Komandan Satuan (Dansat) Brimob dan Irwasda Polda Papua, Lukas Enembe diangkut ke Manado menggunakan maskapai Trigana Air untuk transit.

Dari Manado, Lukas Enembe kemudian dibawa ke Jakarta melalui jalur udara.

Setibanya di Jakarta, Lukas Enembe menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Baca juga: KPK Harap Penangkapan Lukas Enembe Beri Keadilan Bagi Warga Papua

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Survei Poltracking Indonesia: Persaingan Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud Bakal Ketat

Survei Poltracking Indonesia: Persaingan Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud Bakal Ketat

Nasional
Kapolri Sebut Operasi Lilin Digelar Saat Nataru, 129.923 Personel Dikerahkan

Kapolri Sebut Operasi Lilin Digelar Saat Nataru, 129.923 Personel Dikerahkan

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Temui Presiden Singapura, Harap Kerja Sama 2 Negara Makin Kokoh

Wapres Ma'ruf Amin Temui Presiden Singapura, Harap Kerja Sama 2 Negara Makin Kokoh

Nasional
Elektabilitas Ganjar Merosot karena Berkomunikasi Gaya Oposisi dan Ditinggal Pendukung Jokowi

Elektabilitas Ganjar Merosot karena Berkomunikasi Gaya Oposisi dan Ditinggal Pendukung Jokowi

Nasional
KPU Batal Gelar Nobar Debat Capres Besok

KPU Batal Gelar Nobar Debat Capres Besok

Nasional
Menko Airlangga Sebut RI Punya Modal Besar Capai Indonesia Emas 2045

Menko Airlangga Sebut RI Punya Modal Besar Capai Indonesia Emas 2045

Nasional
Survei Poltracking Indonesia: Elektabilitas PDI-P Teratas, PPP Terancam Tak Lolos ke Senayan

Survei Poltracking Indonesia: Elektabilitas PDI-P Teratas, PPP Terancam Tak Lolos ke Senayan

Nasional
Debat Pertama Angkat Isu Hukum, TPN: Panggung Pak Ganjar dan Pak Mahfud

Debat Pertama Angkat Isu Hukum, TPN: Panggung Pak Ganjar dan Pak Mahfud

Nasional
Gibran ke Relawan: Jika Ada Serangan, Tak Perlu Mengklarifikasi

Gibran ke Relawan: Jika Ada Serangan, Tak Perlu Mengklarifikasi

Nasional
Tanggapi Hasil Survei Litbang 'Kompas', Mahfud: Tak Apa-apa, Survei Tiap Saat Berubah

Tanggapi Hasil Survei Litbang "Kompas", Mahfud: Tak Apa-apa, Survei Tiap Saat Berubah

Nasional
Ganjar Bakal Perkuat Asosiasinya dengan Jokowi Demi Genjot Elektabilitas

Ganjar Bakal Perkuat Asosiasinya dengan Jokowi Demi Genjot Elektabilitas

Nasional
Percepat Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala BKKBN Imbau Seluruh Satker Input RUP 2024

Percepat Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala BKKBN Imbau Seluruh Satker Input RUP 2024

Nasional
KPU Larang Pendukung Bawa Atribut Kampanye ke Arena Debat Capres

KPU Larang Pendukung Bawa Atribut Kampanye ke Arena Debat Capres

Nasional
TPN Ganjar-Mahfud Umumkan Jubir Sebanyak 45 Orang

TPN Ganjar-Mahfud Umumkan Jubir Sebanyak 45 Orang

Nasional
TPN Ganjar-Mahfud Luncurkan Merchandise Resmi untuk Galang Dana Kampanye

TPN Ganjar-Mahfud Luncurkan Merchandise Resmi untuk Galang Dana Kampanye

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com