Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ganjar Paling Disukai Versi SMRC, PDI-P: Survei Bukan Satu-satunya Pertimbangan yang Menentukan

Kompas.com - 22/12/2022, 20:37 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mempertimbangkan hasil survei sebagai salah satu hal untuk menentukan keputusan dan langkah politik ke depan, termasuk pencapresan.

Hal itu disampaikan Ketua DPP PDI-P Said Abdullah ketika ditanya mengenai hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkini bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi calon presiden (capres) paling disukai rakyat, sedangkan Puan Maharani memiliki tingkat kesukaan paling rendah.

Diketahui, Ganjar dan Puan Maharani sama-sama kader PDI-P yang digadang bakal maju sebagai capres.

"Hasil survei tentu saja akan menjadi pertimbangan PDI Perjuangan dalam menentukan keputusan dan langkah politik," kata Said saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/12/2022).

Baca juga: Survei Charta Politika: Elektabilitas Ganjar 31,7 Persen, Puan 1,5 Persen

Said mengatakan, ia juga meyakini Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menjadikan hasil survei sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan capres dan calon wakil presiden (cawapres).

Untuk diketahui, Megawati memiliki mandat penuh di PDI-P untuk menentukan dan mengumumkan capres-cawapres yang akan diusung nantinya.

"Tetapi, hasil survei bukan satu satunya pertimbangan," ujar Said.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu kemudian menjelaskan bahwa Megawati adalah sosok negarawan.

Oleh karena itu, Megawati diyakini akan mempertimbangkan aspek-aspek strategis dalam menentukan sosok capres-cawapres.

"Seperti, komitmen calon presiden terhadap kelangsungan 4 pilar bernegara (NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Kebhinekaan), serta integritasnya terhadap penyelenggaraan negara bebas korupsi dan penegakan hak asasi manusia," katanya.

Baca juga: Charta Politika: Mayoritas Pemilih PDI-P dan Golkar Pilih Ganjar sebagai Capres

Pertimbangan-pertimbangan itu, menurut Said, menjadikan pertimbangan strategis yang merupakan satu tarikan napas dan tidak terpisahkan.

Lebih lanjut, Said juga menjawab ketika ditanya kapan momentum Megawati mengumumkan capres-cawapres PDI-P.

"Sudah saya tegaskan berulang kali bahwa ini wewenang penuh Ibu Ketua Umum. Jadi, beliaulah yang akan memutuskan siapa dan kapan disampaikannya kepada publik," ujarnya.

Menurut Said, saat ini seluruh organ partai sedang fokus mempersiapkan pemilu legislatif (Pileg) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

"Menang pilpres harus disertai juga menang pileg. Kemenangan pileg akan menyempurnakan dan menguatkan Presiden terpilih," kata Said.

Halaman:


Terkini Lainnya

MA Tolak PK Ade Yasin

MA Tolak PK Ade Yasin

Nasional
Singgung Dugaan Kasus Judi dan Narkoba Terkait Sambo, Mahfud: Kalau Diteruskan Ributnya Tak Selesai, Dikira Saya Cari Sensasi

Singgung Dugaan Kasus Judi dan Narkoba Terkait Sambo, Mahfud: Kalau Diteruskan Ributnya Tak Selesai, Dikira Saya Cari Sensasi

Nasional
Kasus Polwan Bakar Suami, KemenPPPA Siap Hadirkan Ahli Kekerasan Berbasis Gender

Kasus Polwan Bakar Suami, KemenPPPA Siap Hadirkan Ahli Kekerasan Berbasis Gender

Nasional
Soal Usung Siapa di Pilkada Jakarta, Nasdem Sebut Anies dan Tokoh Lain Punya Peluang Sama

Soal Usung Siapa di Pilkada Jakarta, Nasdem Sebut Anies dan Tokoh Lain Punya Peluang Sama

Nasional
KPK Ungkap Dugaan Uang Korupsi di DJKA Mengalir sampai BPK

KPK Ungkap Dugaan Uang Korupsi di DJKA Mengalir sampai BPK

Nasional
KemenPPPA Minta Polri Pastikan Polwan Pembakar Suami Didampingi Psikolog Klinis

KemenPPPA Minta Polri Pastikan Polwan Pembakar Suami Didampingi Psikolog Klinis

Nasional
Katering Haji Disebut Bermasalah, Timwas DPR RI: Kami Ingin Memanusiakan Jemaah

Katering Haji Disebut Bermasalah, Timwas DPR RI: Kami Ingin Memanusiakan Jemaah

Nasional
Laporkan Hasil KTT Gaza ke Jokowi, Prabowo Singgung Strategi Jika Gencatan Senjata Tak Terwujud

Laporkan Hasil KTT Gaza ke Jokowi, Prabowo Singgung Strategi Jika Gencatan Senjata Tak Terwujud

Nasional
Prabowo: Afrika Memandang Indonesia sebagai Contoh Negara Berkembang yang Berhasil

Prabowo: Afrika Memandang Indonesia sebagai Contoh Negara Berkembang yang Berhasil

Nasional
Investor Asing Diyakini Tetap Tertarik Jika IKN Sesuai 'Master Plan'

Investor Asing Diyakini Tetap Tertarik Jika IKN Sesuai "Master Plan"

Nasional
KPK Tahan Pejabat Balai Teknik Perkeretaapian Jateng yang Tangani Puluhan Proyek Jalur Kereta

KPK Tahan Pejabat Balai Teknik Perkeretaapian Jateng yang Tangani Puluhan Proyek Jalur Kereta

Nasional
Soal Kasus 'Vina Cirebon', Mahfud: Menurut Saya Memang Ada Permainan

Soal Kasus "Vina Cirebon", Mahfud: Menurut Saya Memang Ada Permainan

Nasional
Muhadjir: Korban Judi Online Bukan Hanya Kalangan Bawah, Tapi Kalangan Atas dan Intelektual

Muhadjir: Korban Judi Online Bukan Hanya Kalangan Bawah, Tapi Kalangan Atas dan Intelektual

Nasional
Anak Buahnya Dilaporkan Hasto ke Dewas sampai Bareskrim, Direktur KPK: Kami Sambut Baik

Anak Buahnya Dilaporkan Hasto ke Dewas sampai Bareskrim, Direktur KPK: Kami Sambut Baik

Nasional
Staf Hasto PDI-P Mau Laporkan Penyidik KPK ke Bareksrim, tapi Ditolak

Staf Hasto PDI-P Mau Laporkan Penyidik KPK ke Bareksrim, tapi Ditolak

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com