Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Saat Liputan, DMC Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Jurnalis Siaga Bencana

Kompas.com - 20/12/2022, 10:37 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.comDompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggelar pelatihan Jurnalis Siaga Bencana, di Jay Adventure Arung Jeram Sukabumi, dari  Jumat (16/12/2022) hingga Sabtu (17/12/2022).

General Manager Program DMC Dompet Dhuafa Shofa Qudus mengatakan, pelatihan yang diikuti 30 jurnalis dari berbagai media massa tersebut bertujuan agar mereka mahir dan mengenal melakukan vertical rescue hingga water rescue.

Menurutnya, meliput kebencanaan merupakan profesi dengan risiko besar. Maka dari itu, sebagai jurnalis yang juga merupakan garda terdepan dalam melakukan liputan bencana, DMC Dompet Dhuafa bermaksud meningkatkan kapasitas mereka dalam kesiapsiagaan bencana bagi jurnalis.

“Karena para jurnalis bisa mengerti dan memahami langkah-langkah saat vertical rescue dan water rescue saat sedang melakukan liputan di lokasi bencana,” ungkap Shofa dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa (20/12/2022)..

Baca juga: BNPB Kunjungi Pos Induk DMC Dompet Dhuafa di Cianjur untuk Bicarakan Konsolidasi dan Penyetaraan Data

Sementara itu, Manager Humanitarian Academy DMC Dompet Dhuafa mengatakan, jurnalis harus bisa lebih berhati-hati ketika meliput bencana. Sebab, seringkali mereka turut menjadi korban dari bencana yang mereka liput sendiri.

“Pelatihan ini sejatinya untuk meningkatkan kapasitas para jurnalis dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana dan menambah edukasi terkait seluk beluk dalam prosedur kebencanaan baik vertical rescue maupun water rescue,” ujar Ahmad.

Salah satu peserta pelatihan Inggar dari Ayo Media mengaku senang mendapat pelatihan mengenai kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana pada saat liputan.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan potensi bencana alam yang cukup besar membuat masyarakat, khususnya jurnalis harus memiliki potensi perlindungan dari kebencanaan, baik keahlian hingga semangat kerelawanan.

“(Ikut pelatihan) seru sekali dan banyak mendapatkan ilmu baru. Tadi juga sudah mencoba pelatihan yang manjat-manjat. Saat nantinya ditugasi (meliput) bencana, jadi sudah tahu dan sudah punya bekal (pengalaman). Jadi kalau rescue korban, sudah tahu harus melakukan apa dan sudah mengenal dengan alat-alatnya juga,” ujar Inggar.

Baca juga: Gempa Cianjur, Tim DMC Dompet Dhuafa Fokus Evakuasi Korban dan Pelayanan Kesehatan Darurat

30 jurnalis dari berbagai media massa yang ikut dalam pelatihan tersebut diajarkan dalam melakukan vertical rescue hingga water rescue saat bencana tiba. DOK. Humas Dompet Dhuafa 30 jurnalis dari berbagai media massa yang ikut dalam pelatihan tersebut diajarkan dalam melakukan vertical rescue hingga water rescue saat bencana tiba.

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah satu peserta bernama Amalina dari Channel Muslim.

Menurutnya, pelatihan yang diberikan oleh DMC Dompet Dhuafa tersebut begitu bermanfaat, karena bencana bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Sebab sedikit dari para jurnalis yang mampu memahami situasi kebencanaan, baik itu dari ilmu maupun keahlian yang dimiliki.

“Tadi sudah mencoba vertical rescue, jadi ketika (liputan) ke lapangan setidaknya memahami cara mengevakuasi korban, terutama saat bencana banjir. Selain itu, tadi dijelaskan ketika mengevakuasi korban untuk tidak boleh panik,” jelas Amalina.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 3.318 peristiwa bencana alam yang terjadi di seluruh Indonesia sejak awal tahun hingga Desember 2022.

Adapun provinsi yang mengalami kejadian bencana alam terbanyak selama periode tersebut berada di Jawa Barat (Jabar), yakni sebanyak 775 kejadian. Kemudian diikuti oleh Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) dengan masing-masing sebanyak 457 dan 380 kejadian.

Dengan banyaknya jumlah bencana yang terjadi, pengetahuan maupun keahlian dalam menghadapi bencana harus dimiliki para jurnalis. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana alam.

Selain itu, keahlian dasar dalam menghadapi bencana alam secara individu harus juga dimiliki sebagai upaya dalam perlindungan diri bahkan menolong sesama.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Menanti Sikap PDI-P terhadap Pemerintahan Prabowo, Isyarat Oposisi dari Megawati

Menanti Sikap PDI-P terhadap Pemerintahan Prabowo, Isyarat Oposisi dari Megawati

Nasional
Menanti Kabinet Prabowo-Gibran, Pembentukan Kementerian Khusus Program Makan Bergizi Gratis Makin Menguat

Menanti Kabinet Prabowo-Gibran, Pembentukan Kementerian Khusus Program Makan Bergizi Gratis Makin Menguat

Nasional
Hari Ini Rakernas V PDI-P Ditutup, Ada Pembacaan Rekomendasi dan Pidato Megawati

Hari Ini Rakernas V PDI-P Ditutup, Ada Pembacaan Rekomendasi dan Pidato Megawati

Nasional
[POPULER NASIONAL] Ahok Siap Maju Pilkada Sumut dan Lawan Bobby | Isu Anggota Densus 88 Kuntit Jampidsus

[POPULER NASIONAL] Ahok Siap Maju Pilkada Sumut dan Lawan Bobby | Isu Anggota Densus 88 Kuntit Jampidsus

Nasional
Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Juni 2024

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Juni 2024

Nasional
Tanggal 29 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 29 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
KPU DKI Jakarta Mulai Tahapan Pilkada Juni 2024

KPU DKI Jakarta Mulai Tahapan Pilkada Juni 2024

Nasional
2 Hari Absen Rakernas V PDI-P, Prananda Prabowo Diklaim Sedang Urus Wisuda Anak

2 Hari Absen Rakernas V PDI-P, Prananda Prabowo Diklaim Sedang Urus Wisuda Anak

Nasional
Covid-19 di Singapura Tinggi, Kemenkes: Situasi di Indonesia Masih Terkendali

Covid-19 di Singapura Tinggi, Kemenkes: Situasi di Indonesia Masih Terkendali

Nasional
Ganjar Ungkap Jawa, Bali, hingga Sumut jadi Fokus Pemenangan PDI-P pada Pilkada Serentak

Ganjar Ungkap Jawa, Bali, hingga Sumut jadi Fokus Pemenangan PDI-P pada Pilkada Serentak

Nasional
Kemenkes Minta Masyarakat Waspada Lonjakan Covid-19 di Singapura, Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Kemenkes Minta Masyarakat Waspada Lonjakan Covid-19 di Singapura, Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Pastikan Isi Gas LPG Sesuai Takaran, Mendag Bersama Pertamina Patra Niaga Kunjungi SPBE di Tanjung Priok

Pastikan Isi Gas LPG Sesuai Takaran, Mendag Bersama Pertamina Patra Niaga Kunjungi SPBE di Tanjung Priok

Nasional
Disindir Megawati soal RUU Kontroversial, Puan: Sudah Sepengetahuan Saya

Disindir Megawati soal RUU Kontroversial, Puan: Sudah Sepengetahuan Saya

Nasional
Diledek Megawati soal Jadi Ketum PDI-P, Puan: Berdoa Saja, 'Insya Allah'

Diledek Megawati soal Jadi Ketum PDI-P, Puan: Berdoa Saja, "Insya Allah"

Nasional
Kemenko Polhukam: Kampus Rawan Jadi Sarang Radikalisme dan Lahirkan Teroris

Kemenko Polhukam: Kampus Rawan Jadi Sarang Radikalisme dan Lahirkan Teroris

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com