Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

TNI AD Kirim 10 Truk Bansos untuk Korban Gempa Cianjur

Kompas.com - 07/12/2022, 13:26 WIB
Achmad Nasrudin Yahya,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Darat mengirim 10 truk berisi bantuan sosial (bansos) untuk korban gempa di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (6/12/2022).

Bansos tersebut berisi sembako, kebutuhan dan makanan anak-anak, mie instan, obat-obatan serta pakaian yang dilepas langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman.

Dudung menyebut bahwa bantuan yang kembali dikirimkan bagi korban gempa ini merupakan komitmen dan kepedulian TNI AD untuk mendukung penanganan bencana di Cianjur.

Baca juga: Truk Logistik untuk Korban Gempa Cianjur Terguling di Bandung Barat

“Upaya yang dilakukan ini merupakan bentuk simpati dan kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami musibah, dengan harapan bantuan ini memberikan manfaat untuk dapat meringankan dan mempercepat pemulihan kondisi korban terdampak bencana,” ujar Dudung dalam siaran pers Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), Rabu.

Adapun keberangkatan 10 unit truk tersebut diikuti relawan dari komunitas off road dan komunitas trail trabas untuk membantu pendistribusian ke lokasi tujuan.

Lokasi tersebut meliputi, Kampung Pasir Muncang, Kampung Cipicung dan Kampung Sungareun, serta Panti Asuhan di Desa Wangun Jaya, Kecamatan Cugenang, Cianjur.

Baca juga: MUI Jabar: Jangan Anggap Bencana Gempa Cianjur sebagai Azab

Dudung mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan prajurit TNI AD dalam membantu meringankan beban warga masyarakat pasca-gempa Cianjur.

Dalam bencana ini, prajurit TNI AD telah melakukan pencarian korban bencana, pendistribusian logistik, mendirikan tenda pengungsian dan dapur lapangan, serta memberikan pelayanan kesehatan di sejumlah titik yang terdampak bencana.

“Semua kemampuan dan dukungan terbaik kita telah kerahkan untuk membantu dan meringankan beban korban bencana. Semoga mereka semua (korban gempa) senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan,” imbuh dia.

Baca juga: Setiap Bangunan Rusak Berat di Cianjur Diganti dengan Tahan Gempa

Hingga Senin (5/12/2022), tercatat 114.751 jiwa mengungsi di 264 titik posko pengungsian.

Selain itu, tercatat ada 56.000 rumah rusak, dan 334 orang meninggal dunia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prabowo Cuma Lambaikan 2 Jari Usai MK Tolak Gugatan Anies dan Ganjar, Disebut Butuh Istirahat

Prabowo Cuma Lambaikan 2 Jari Usai MK Tolak Gugatan Anies dan Ganjar, Disebut Butuh Istirahat

Nasional
Kantor DPP PDI-P Tampak Sepi Pasca-Putusan MK yang Tolak Gugatan Ganjar-Mahfud

Kantor DPP PDI-P Tampak Sepi Pasca-Putusan MK yang Tolak Gugatan Ganjar-Mahfud

Nasional
Sidang Sengketa Pilpres Usai, PBNU Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran

Sidang Sengketa Pilpres Usai, PBNU Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran

Nasional
Sukses Layani Jutaan Pemudik, Satgas Rafi Pertamina 2024 Resmi Ditutup

Sukses Layani Jutaan Pemudik, Satgas Rafi Pertamina 2024 Resmi Ditutup

Nasional
Ditanya Kemungkinan Gabung dengan Pemerintahan ke Depan, Surya Paloh: Ada Usulan Lain?

Ditanya Kemungkinan Gabung dengan Pemerintahan ke Depan, Surya Paloh: Ada Usulan Lain?

Nasional
Suharto Jadi Wakil Ketua MA, Rekam Jejak Pernah Anulir Vonis Mati Ferdy Sambo

Suharto Jadi Wakil Ketua MA, Rekam Jejak Pernah Anulir Vonis Mati Ferdy Sambo

Nasional
Tanggapi Putusan MK, Istana: Tuduhan-tuduhan kepada Pemerintah Selama Pilpres Tak Terbukti

Tanggapi Putusan MK, Istana: Tuduhan-tuduhan kepada Pemerintah Selama Pilpres Tak Terbukti

Nasional
Ketika Massa Teriakkan 'Turunkan Jokowi' Saat Melewati Rumah Megawati...

Ketika Massa Teriakkan "Turunkan Jokowi" Saat Melewati Rumah Megawati...

Nasional
Setelah Putusan MK, Surya Paloh Anggap Hak Angket Tak Relevan Lagi

Setelah Putusan MK, Surya Paloh Anggap Hak Angket Tak Relevan Lagi

Nasional
Wakil Ketua KPK Mengaku Belum Terima Sprindik Baru Eddy Hiariej dari Kedeputian Penindakan

Wakil Ketua KPK Mengaku Belum Terima Sprindik Baru Eddy Hiariej dari Kedeputian Penindakan

Nasional
Saksi Sebut Eks Sekjen Kementan Perintahkan Hapus Catatan Keuangan untuk Kepentingan SYL

Saksi Sebut Eks Sekjen Kementan Perintahkan Hapus Catatan Keuangan untuk Kepentingan SYL

Nasional
KPK Akan Telusuri Dugaan Keterlibatan Keluarga SYL dalam Pencucian Uang

KPK Akan Telusuri Dugaan Keterlibatan Keluarga SYL dalam Pencucian Uang

Nasional
KPK Akan Cegah Keluarga SYL ke Luar Negeri Lagi jika Keterangannya Masih Dibutuhkan

KPK Akan Cegah Keluarga SYL ke Luar Negeri Lagi jika Keterangannya Masih Dibutuhkan

Nasional
MK Tolak Permohonan Diskualifikasi Gibran, Kubu Prabowo Sebut Dugaan Kecurangan Cuma Asumsi

MK Tolak Permohonan Diskualifikasi Gibran, Kubu Prabowo Sebut Dugaan Kecurangan Cuma Asumsi

Nasional
Setelah Hadiri Pembacaan Putusan MK, Anies Temui Surya Paloh

Setelah Hadiri Pembacaan Putusan MK, Anies Temui Surya Paloh

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com