Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/12/2022, 19:47 WIB
Dwi NH,
A P Sari

Tim Redaksi

Salah satu penyintas di Posko Lapangan Cariu, Kokom (38) mengaku lebih nyaman dengan adanya palet kayu di dalam tenda.

Alhamdulillah setelah dipasang palet sudah tidak menggenang air lagi di tempat tidur, nyaman dan bersih,” kata Kokom.

Menurut Kokom, manfaat palet kayu tersebut juga dirasakan oleh relawan karena memudahkan mobilitas penyintas dan akses bantuan.

Baca juga: Kemenhub Prediksi Tidak ada Pembatasan Mobilitas Selama Nataru 2023

Pembangunan sekolah darurat

Selain palet, Kemensos juga membangun sekolah darurat untuk anak-anak terdampak gempa Cianjur.

Pembangunan sekolah darurat tersebut merupakan amanat langsung Mensos Risma yang sebelumnya mengaku akan memenuhi permintaan para terdampak dengan membuatkan sekolah darurat.

Salah satu siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasir Sarongge, Kecamatan Pacet, Cianjur, Siti Nur Azizah (10) tampak bersemangat dan bahagia mengikuti pembelajaran di sekolah darurat.

“Senang sekali, semangat sekolah lagi karena sudah ada sekolah darurat. Terima kasih Ibu Menteri atas bantuannya," kata Azizah.

Menanggapi respons Azizah, Kepala Sentra Mulya Jaya Jakarta Adrianus Ala mengatakan bahwa Mensos Risma telah berjanji memperbaiki sekolah tersebut.

Baca juga: Jokowi Pastikan Rehabilitasi Sekolah Terdampak Gempa di Cianjur Segera Dimulai

Untuk itu, kata dia, seluruh jajaran terkait bergerak membangun sekolah darurat.

“Kami, mulai dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), Sentra Mulya Jaya di Jakarta, Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung, sampai teman-teman Taruna Siaga Bencana (Tagana), berupaya semaksimal mungkin mendirikan sekolah darurat di Sarongge ini,” ujar Adrianus.

Ia mengaku, pihaknya telah memobilisasi peralatan untuk mendirikan Sekolah Darurat di Lapangan Desa Ciputri sejak Sabtu (26/11/2022).

Sekolah Darurat tersebut terdiri dari tiga tenda besar, satu untuk ruang guru dan dua sebagai ruang kelas siswa.

Dengan dua tenda besar, Adrianus mengatakan, pihaknya dapat menyediakan enam ruang kelas untuk menampung lebih dari 500 siswa.

Baca juga: Kisah Keluarga Korban Meninggal di Jurang Sarangan: Saya Mimpi di Sini Ramai Dipasang Tenda

Bantuan untuk kelompok rentan di Cianjur

Sementara itu, Kepala Sentra Margo Laras Pati Kemensos Iwa Jiwaningsih mengungkapkan, Kemensos turut memberikan perhatian pada kelompok rentan di pengungsian, salah satunya penyandang disabilitas.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com