Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PPP Sebut Kriteria Capres dari KIB Semakin Mengerucut

Kompas.com - 30/11/2022, 22:15 WIB
Ardito Ramadhan,
Icha Rastika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono menyebutkan, kriteria calon presiden yang bakal diusung oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) semakin mengerucut.

Mardiono mengungkapkan, kriteria calon presiden dan wakil presiden merupakan salah satu topik pembahasan ketika para elite KIB bertemu di kawasan Menteng, Rabu (30/11/2022) malam ini.

"Sudah semakin mengerucut yaitu kriteria-kriteria para capres dan cawapres, inti tentu sudah ada perkembangan karena kita perdebatkan kriteria seperti apa yang dikehendaki oleh rakyat Indonesia," kata Mardiono seusai pertemuan.

Baca juga: Airlangga Lempar Kode, Partai yang Akan Gabung KIB Sewarna Bola Piala Dunia dan Baju Jokowi

Pertemuan ini turut dihadiri Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Bendahara Umum Partai Golkar Dito Ganinduto, Wakil Ketua Umum PAN Asman Abnur, dan Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara.

Kendati demikian, Mardiono menegaskan bahwa KIB tidak akan terburu-buru mengungkap nama capres dan cawapres yang akan diusung.

Ia mengatakan, pembahasan mengenai capres dan cawapres melibatkan berbagai pihak yang menjadi referensi atau pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

"PPP selama ini juga selalu untuk mendengarkan aspirasi baik dari tokoh masyarakat, dari tokoh agama tokoh ulama, kemudian juga dari kader-kader partai kami di seluruh Indonesia," kata Mardiono.

Ia yakin, hal serupa juga dilakukan oleh Partai Golkar dan PAN dalam menjaring nama capres dan cawapres yang bakal diusung.

Baca juga: Kumpul Bareng Ketum KIB, Zulhas: Biar Kecil Kita Bisa Menang

Mardiono pun memperkirakan nama capres dan cawapres akan semakin mengerucut setelah KIB melakukan beberapa pertemuan ke depan.

"Ya nanti seiring dengan waktu ya, semuanya akan berproses terus ya. Kita mungkin nanti akan pertemuan 1 atau 2 kali lagi sudah akan mengerucut," ujar Mardiono.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ditanya Kemungkinan Gabung dengan Pemerintahan ke Depan, Surya Paloh: Ada Usulan Lain?

Ditanya Kemungkinan Gabung dengan Pemerintahan ke Depan, Surya Paloh: Ada Usulan Lain?

Nasional
Suharto Jadi Wakil Ketua MA, Rekam Jejak Pernah Anulir Vonis Mati Ferdy Sambo

Suharto Jadi Wakil Ketua MA, Rekam Jejak Pernah Anulir Vonis Mati Ferdy Sambo

Nasional
Tanggapi Putusan MK, Istana: Tuduhan-tuduhan kepada Pemerintah Selama Pilpres Tak Terbukti

Tanggapi Putusan MK, Istana: Tuduhan-tuduhan kepada Pemerintah Selama Pilpres Tak Terbukti

Nasional
Ketika Massa Teriakkan 'Turunkan Jokowi' Saat Melewati Rumah Megawati...

Ketika Massa Teriakkan "Turunkan Jokowi" Saat Melewati Rumah Megawati...

Nasional
Setelah Putusan MK, Surya Paloh Anggap Hak Angket Tak Relevan Lagi

Setelah Putusan MK, Surya Paloh Anggap Hak Angket Tak Relevan Lagi

Nasional
Wakil Ketua KPK Mengaku Belum Terima Sprindik Baru Eddy Hiariej dari Kedeputian Penindakan

Wakil Ketua KPK Mengaku Belum Terima Sprindik Baru Eddy Hiariej dari Kedeputian Penindakan

Nasional
Saksi Sebut Eks Sekjen Kementan Perintahkan Hapus Catatan Keuangan untuk Kepentingan SYL

Saksi Sebut Eks Sekjen Kementan Perintahkan Hapus Catatan Keuangan untuk Kepentingan SYL

Nasional
KPK Akan Telusuri Dugaan Keterlibatan Keluarga SYL dalam Pencucian Uang

KPK Akan Telusuri Dugaan Keterlibatan Keluarga SYL dalam Pencucian Uang

Nasional
KPK Akan Cegah Keluarga SYL ke Luar Negeri Lagi jika Keterangannya Masih Dibutuhkan

KPK Akan Cegah Keluarga SYL ke Luar Negeri Lagi jika Keterangannya Masih Dibutuhkan

Nasional
MK Tolak Permohonan Diskualifikasi Gibran, Kubu Prabowo Sebut Dugaan Kecurangan Cuma Asumsi

MK Tolak Permohonan Diskualifikasi Gibran, Kubu Prabowo Sebut Dugaan Kecurangan Cuma Asumsi

Nasional
Setelah Hadiri Pembacaan Putusan MK, Anies Temui Surya Paloh

Setelah Hadiri Pembacaan Putusan MK, Anies Temui Surya Paloh

Nasional
3 Hakim MK 'Dissenting Opinion', Mahfud: Jadi Sejarah...

3 Hakim MK "Dissenting Opinion", Mahfud: Jadi Sejarah...

Nasional
Enggan Komentari Gugatan PDI-P terhadap KPU di PTUN, Mahfud MD: Saya Tidak Terlibat

Enggan Komentari Gugatan PDI-P terhadap KPU di PTUN, Mahfud MD: Saya Tidak Terlibat

Nasional
Cak Imin Laporkan Putusan MK ke Para Sesepuh PKB

Cak Imin Laporkan Putusan MK ke Para Sesepuh PKB

Nasional
Istana: Pilpres Sudah Selesai, Saatnya Bersatu Kembali

Istana: Pilpres Sudah Selesai, Saatnya Bersatu Kembali

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com