Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/11/2022, 19:14 WIB

PALU, KOMPAS.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengajak publik untuk menunggu keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai siapa yang akan dipilih menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

Hal ini disampaikan Ma'ruf Amin merespons kabar yang menyebutkan bahwa Jokowi telah memilih Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono sebagai panglima TNI selanjutnya.

"Itu prerogatif presiden, tentu kita tunggu saja dan saya yakin Pak Presiden sudah ada pilihannya," kata Ma'ruf di Kompleks Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Jumat (25/11/2022).

Ma'ruf Amin mengatakan, panglima yang dipilih harus salah satu dari tiga kepala staf angkatan yang sedang menjabat.

Baca juga: Sepanjang Sejarah, Baru Ada 2 Panglima TNI Berasal dari TNI AL, Ini Sosoknya...

Selain Yudo Margono, kepala staf lainnya adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo.

"Kita belum tahu pilihannya siapa, yang jelas salah satu kepala staf angkatan, pasti itu, karena itu aturannya, tapi orangnya (siapa) kita tunggu saja saya kira," ujar Ma'ruf Amin.

Seperti diketahui, Yudo Margono disebut-sebut menjadi calon kuat sebagai Panglima TNI menggantikan Andika Perkasa.

Saat dikonfirmasi, Yudo tidak menampik dan mengaku saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi fit and proper test dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Kita tunggu saja, masih diajukan kemarin, katanya diajukan kata Mensesneg, kita tunggu saja tahap berikutnya," kata Yudo Margono kepada awak media di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kamis (24/11/2022).

Pemerintah diketahui baru akan menyerahkan surat presiden (surpres) mengenai calon panglima TNI ke DPR pada Senin (28/11/2022) pekan depan.

Baca juga: DPR Nilai Yudo, Dudung, dan Fadjar Punya Peluang yang Sama Gantikan Andika Jadi Panglima TNI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.