Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saksi Sebut Kuat Ma’ruf Titip Kembalikan Pisau Usai Brigadir J Tewas

Kompas.com - 09/11/2022, 12:11 WIB
Irfan Kamil,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan sebagai sopir mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Ferdy Sambo, Prayogi Iktara Wikaton mengungkapkan bahwa Kuat Ma’ruf sempat menitipkan pisau dan Handie Talkie (HT) padanya usai Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tewas pada 8 Juli 2022 lalu.

Hal itu diungkapkan pria yang disapa Yogi ini saat bersaksi dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dengan terdakwa Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal.

“Pisau apa?” tanya anggota majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2022).

“Kurang lebih seperti pisau dapur yang mulia, pisau kecil,” jawab Yogi.

Baca juga: Persoalkan Saksi Sidang Pakai Anting, Pengacara Kuat Maruf Kena Tegur Hakim

Yogi mengaku bahwa asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo itu menitipkan dua pisau untuk dikembalikan ke dapur rumah pribadi yang berada di Saguling.

Ia mengatakan, permintaan untuk menaruh pisah itu terjadi saat bertemu dengan Kuat Ma’ruf di gerbang pintu rumah dinas Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga.

“Seingat saya ada dua bilah (pisau). (Dititipin Kuat) saat di gerbang waktu papasan. Om kuat panggil. Kemudian, menyerahkan ke saya. Terus bilang, 'tolong om titip ditaruh di dapur'," ujar Yogi.

Usai penjelasan itu, jaksa penuntut umum menunjukkan barang bukti dua pisau yang diserahkan terdakwa Kuat Ma'ruf kepada Yogi.

Baca juga: Saat Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Maruf Dipertemukan dalam Satu Persidangan...

Dua bilah pisau itu diperlihatkan kepada hakim, saksi dan terdakwa Kuat Ma’ruf dalam persidangan tersebut.

Dalam dakwaan, Kuat Ma'ruf disebut berinisiatif membawa pisau sesaat sebelum penembakan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga.

Pisau itu digunakan Kuat Ma'ruf untuk berjaga-jaga seandainya Brigadir J melawan saat hendak ditembak.

"Saksi Kuat Ma'ruf yang sebenarnya juga sudah mengetahui akan dirampasnya nyawa korban Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan kehendaknya sendiri sudah membawa pisau di dalam tas selempangnya yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan apabila korban Nofriansyah Yosua Hutabarat melakukan perlawanan," kata jaksa membacakan surat dakwaan dalam sidang di PN Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022).

Baca juga: Kuat Maruf Bantah Kesaksian soal Ancam Bunuh Yosua, Hakim: Saksi Tak Sebut Nama

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Veteran Perang Jadi Jemaah Haji Tertua, Berangkat di Usia 110 Tahun

Veteran Perang Jadi Jemaah Haji Tertua, Berangkat di Usia 110 Tahun

Nasional
Salim Said Meninggal Dunia, PWI: Indonesia Kehilangan Tokoh Pers Besar

Salim Said Meninggal Dunia, PWI: Indonesia Kehilangan Tokoh Pers Besar

Nasional
Indonesia Perlu Kembangkan Sendiri 'Drone AI' Militer Untuk Cegah Kebocoran Data

Indonesia Perlu Kembangkan Sendiri "Drone AI" Militer Untuk Cegah Kebocoran Data

Nasional
Tokoh Pers Salim Said Meninggal Dunia

Tokoh Pers Salim Said Meninggal Dunia

Nasional
Sekjen PBB: Yusril Akan Mundur dari Ketum, Dua Nama Penggantinya Mengerucut

Sekjen PBB: Yusril Akan Mundur dari Ketum, Dua Nama Penggantinya Mengerucut

Nasional
Sekjen DPR Gugat Praperadilan KPK ke PN Jaksel

Sekjen DPR Gugat Praperadilan KPK ke PN Jaksel

Nasional
Gaduh Kenaikan UKT, Pengamat: Jangan Sampai Problemnya di Pemerintah Dialihkan ke Kampus

Gaduh Kenaikan UKT, Pengamat: Jangan Sampai Problemnya di Pemerintah Dialihkan ke Kampus

Nasional
15 Tahun Meneliti Drone AI Militer, 'Prof Drone UI' Mengaku Belum Ada Kerja Sama dengan TNI

15 Tahun Meneliti Drone AI Militer, "Prof Drone UI" Mengaku Belum Ada Kerja Sama dengan TNI

Nasional
Pengembangan Drone AI Militer Indonesia Terkendala Ketersediaan 'Hardware'

Pengembangan Drone AI Militer Indonesia Terkendala Ketersediaan "Hardware"

Nasional
Indonesia Harus Kembangkan 'Drone AI' Sendiri untuk TNI Agar Tak Bergantung ke Negara Lain

Indonesia Harus Kembangkan "Drone AI" Sendiri untuk TNI Agar Tak Bergantung ke Negara Lain

Nasional
Tak Kunjung Tegaskan Diri Jadi Oposisi, PDI-P Dinilai Sedang Tunggu Hubungan Jokowi dan Prabowo Renggang

Tak Kunjung Tegaskan Diri Jadi Oposisi, PDI-P Dinilai Sedang Tunggu Hubungan Jokowi dan Prabowo Renggang

Nasional
Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan ASEAN, Kementerian KP Inisiasi Program Voga

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan ASEAN, Kementerian KP Inisiasi Program Voga

Nasional
9 Eks Komisioner KPK Surati Presiden, Minta Jokowi Tak Pilih Pansel Problematik

9 Eks Komisioner KPK Surati Presiden, Minta Jokowi Tak Pilih Pansel Problematik

Nasional
Tak Undang Jokowi di Rakernas, PDI-P Pertegas Posisinya Menjadi Oposisi

Tak Undang Jokowi di Rakernas, PDI-P Pertegas Posisinya Menjadi Oposisi

Nasional
Bea Cukai: Pemerintah Sepakati Perubahan Kebijakan dan Pengaturan Barang Impor

Bea Cukai: Pemerintah Sepakati Perubahan Kebijakan dan Pengaturan Barang Impor

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com