JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berduka atas kematian ratusan anak akibat penyakit gagal ginjal akut yang terjadi belakangan ini.
Budi menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengamanahkan masalah kesehatan kepadanya.
"Saya sebagai Menkes ya semua masalah kesehatan oleh Pak Presiden diamanahkan ke saya. Jadi, saya menyampaikan duka cita," ujar Budi saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2022).
Budi berharap, kejadian serupa tidak akan terulang lagi di masa depan.
Baca juga: Update Kasus Gagal Ginjal, Polisi Periksa 3 Suplier Bahan Baku ke Produsen Unibebi
Dia pun memastikan pemerintah akan bertanggungjawab atas kasus gagal ginjal akut yang menewaskan ratusan anak itu.
"Saya pribadi sangat sedih dengan adanya kematian anak-anak, balita. Fokus pemerintah memastikan jangan terjadi korban," tuturnya.
Sementara itu, Budi menegaskan pemerintah tidak saling lempar tanggung jawab dalam kasus ini.
Budi mengungkapkan, di awal kasus mencuat, pemerintah sudah langsung bergerak untuk mencari tahu penyebabnya.
Baca juga: Menkes Klaim Gagal Ginjal Akut Sudah Terkendali, Jumlah Kematian Turun Drastis
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan, kasus gagal ginjal akut (acute kidney injury/AKI) hingga 6 November 2022 mencapai 324 kasus.
Juru bicara Kemenkes, Mohammad Syahril menyebutkan, tidak ada penambahan kasus baru dalam tiga hari terakhir.
Sementara itu, jumlah orang yang meninggal mencapai 195 orang.
"Datanya adalah data 6 November tadi malam. Saat ini, jumlahnya 324 kasus, 27 orang dirawat, yang meninggal 195 orang, dan yang sembuh 102 orang," kata Syahril dalam konferensi pers update gagal ginjal akut secara daring, Senin (7/11/2022).
Syahril mengungkapkan, kasus tersebut tersebar di 28 provinsi.
Baca juga: Menkes Sedih Ratusan Anak Meninggal karena Gagal Ginjal: Pemerintah Pasti Tanggung Jawab
Kasus disebut mulai meningkat pada Agustus 2022, meski kasus gagal ginjal akut ini sudah ada sejak Januari 2022.
"Jadi sangat bersyukur kita tanggal 6 November itu tidak ada kasus terlaporkan baik kasus baru maupun kasus yang lama," ujar Syahril.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihaknya terus meneliti penyebab gagal ginjal akut bersama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) hingga ahli toksikologi.
Dugaan penyebab yang paling besar adalah keracunan (intoksikasi) etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) yang ada pada obat sirup.
Baca juga: Tekan Kasus Gagal Ginjal, Dinkes DKI Minta Masyarakat Setop Konsumsi Obat Sirup untuk Sementara
"Kita lakukan penelitian terus-menerus untuk menyingkirkan atau mencari penyebab gangguan ginjal akut. Jadi, kita mulai memeriksa beberapa hal, kemudian menyingkirkan dehidrasi, pendarahan, dan penyakit lain," katanya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.