Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/10/2022, 20:16 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan salah satu kriteria kesembuhan anak terpapar gangguan ginjal akut (acute kidney injury atau AKI) adalah frekuensi dan volume air kecil yang kembali normal.

Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril mengatakan, tanda-tanda kesembuhan lainnya adalah hilangnya gejala seperti, diare, demam, batuk, dan pilek.

“Jadi kriteria sembuh yaitu secara klinis frekuensi buang air kecil dan volume buang air kecil sudah normal kembali,” kata Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jumat (21/10/2022).

Baca juga: Epidemiolog: Kasus Gagal Ginjal Anak Jangan Direspons dengan Biasa

Lebih lanjut, Syahril menuturkan, pasien gagal ginjal akut misterius yang sudah sembuh tidak perlu lagi melakukan cuci darah secara terus menerus.

Tindakan cuci darah hanya dilakukan pada saat pasien tersebut mengalami gagal ginjal akut.

“Banyak ditanyakan apakah perlu cuci darah terus menerus? Tidak. Cuci darahnya pada saat dia terjadi gagal ginjal akut,” kata Syahril.

Sebelumnya, Kemenkes mengumumkan jumlah kasus gangguan ginjal akit misterius mencapai 241 kasus pada hari ini.

Angka ini bertambah jika dibanding tiga hari sebelumnya, yakni Selasa (18/10/2022) dengan jumlah 206 kasus.

Baca juga: Berawal dari Diare, Rafif 13 Hari Tak Sadarkan Diri, Ternyata Alami Gagal Ginjal Akut, 7 Kali Cuci Darah Tak Kunjung Sadar

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, sejauh ini Kemenkes masih menyelidiki sejumlah faktor yang diduga menyebabkan timbulnya gangguan ginjal akut misterius.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 133 pasien dinyatakan meninggal. Dengan demikian, fatality rate penyakit ini mencapai 55 persen.

Berdasarkan pemeriksaan Kemenkes, kelainan ginjal akut ini diduga disebabkan senyawa kimia berbahaya etilen glikol, dietilen glikol, dan etilen glikol butyl ether/EGBE.

Zat ini ditemukan pada pasien AKI yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.