Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/10/2022, 19:38 WIB

KOMPAS.com - Manager Response and Recovery Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Narwan mengatakan, pihaknya saat ini sedang dalam fase penyaluran bantuan kloter ketiga untuk membantu korban terdampak banjir di Pakistan.

Bantuan tersebut, kata dia, merupakan hasil dari kebaikan masyarakat Indonesia untuk saudara di Pakistan.

“Saat ini, tim Dompet Dhuafa sedang bertugas dalam misi menyalurkan bantuan kloter ketiga dari kebaikan masyarakat Indonesia untuk saudara di Pakistan, yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (12/10/2022).

Narwan menjelaskan, sebelumnya Dompet Dhuafa pada fase pertama telah menggulirkan bantuan melalui mitra WeCare. Kemudian, disusul bantuan kolaborasi bersama pemerintah yang dikoordinatori oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga: 1.252 Rumah di Kota Tangsel Terendam Banjir, BNPB: Tetap Waspada

Pada fase kedua, Dompet Dhuafa juga telah bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mendirikan bangunan rumah bagi para pengungsi. Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi June Kuncoro Hadiningrat.

“Di samping itu, kami juga melakukan perbaikan shelter pengungsian sesuai kearifan lokal. Distribusi bahan pangan atau sembako menjadi prioritas utama pada pengguliran bantuan kali ini,” jelas Narwan saat pelepasan tim respons DMC menuju Pakistan, Jumat (7/10/2022).

Ia mengungkapkan bahwa nantinya akan ada tim relawan DMC Dompet Dhuafa yang dikhususkan untuk membangun sanitasi di area pengungsian.

Baca juga: Mengenal Stunting, Sanitasi Jadi Salah Satu Pemicu

Apresiasi dari berbagai pihak

Pada kesempatan terpisah, Chief Minister Provinsi Sindh, Murad Ali Shah memberikan apresiasi yang tinggi atas bantuan nyata dari masyarakat dan Pemerintah Indonesia terhadap respons banjir Pakistan.

“Lebih khusus lagi saya menyampaikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa atas inisiasi bantuan pembangunan rumah model di distrik Thatta,” ujarnya.

Pernyataan disampaikan Murad saat courtesy call dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi bersama tim kemanusiaan Indonesia di kediamannya, Sabtu (8/10/2022).

Terkait situasi banjir di Pakistan, Murad menjelaskan bahwa secara umum kondisi banjir sudah mulai surut.

Baca juga: DMC Dompet Dhuafa Kirim 300 Paket Hygiene Kit untuk Penyintas Banjir di Pakistan

“Namun, di beberapa wilayah, air masih tetap menggenang. Banjir di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir ini umumnya hanya berimbas pada beberapa distrik saja di Sindh. Naasnya, pada banjir kali ini, lebih dari 20 distrik di Sindh terkena imbasnya,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia Karachi, June Kuncoro Hadiningrat mengatakan bahwa Indonesia berkomitmen dalam membantu penanggulangan dampak bencana banjir bandang Pakistan.

Tak lupa, ia juga memberikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa atas bantuan pembangunan rumah model di distrik Thatta.

“Saya berharap, apa yang dilakukan Dompet Dhuafa ini dapat berkembang menjadi pilot project Kampung Indonesia bagi korban banjir di Pakistan,” imbuh June.

Baca juga: Warga Korban Banjir di Desa Asam Jelai Ketapang Terpaksa Minum Air Sungai, Ini Kondisinya

June menjelaskan bahwa Dompet Dhuafa membangun hunian tersebut hanya dilakukan dalam waktu lima hari dengan biaya sebesar Rp 50.000.000 atau senilai 750.000 rupee India.

Pemerintah Indonesia saat ini, kata dia, sedang mengkaji rencana pengembangan bantuan perumahan Indonesia tersebut.

“Saya berharap sekiranya hal itu dapat dilaksanakan, maka lokasi dan administrasi legalitas perumahan tersebut dapat dijamin oleh pemerintah Pakistan,” ucap June.

Selain itu, ia juga mengusulkan agar rencana pembangunan Kampung Indonesia tersebut dapat diintegrasikan dalam skema pembangunan perumahan bagi korban banjir yang dirancang oleh Pemerintah Provinsi Sindh, Pakistan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ma'ruf Amin Kunker ke Jatim, Hadiri Peringatan Satu Abad NU hingga Beri Kuliah Umum

Ma'ruf Amin Kunker ke Jatim, Hadiri Peringatan Satu Abad NU hingga Beri Kuliah Umum

Nasional
Anggota Komisi III Minta Purnawirawan Polri AKBP Eko Setia Minta Maaf ke Keluarga Hasya

Anggota Komisi III Minta Purnawirawan Polri AKBP Eko Setia Minta Maaf ke Keluarga Hasya

Nasional
Soal Kasus Polisi Peras Polisi, Anggota DPR: Praktik Itu Memang Masih Ada

Soal Kasus Polisi Peras Polisi, Anggota DPR: Praktik Itu Memang Masih Ada

Nasional
Soal Kemungkinan Nasdem Gabung KIB, Arsul Sani: Koalisi Masih Dinamis, apalagi Partai Terbesar Belum Umumkan Capres

Soal Kemungkinan Nasdem Gabung KIB, Arsul Sani: Koalisi Masih Dinamis, apalagi Partai Terbesar Belum Umumkan Capres

Nasional
Kampanye Terselubung Menyimpan Hasrat Politik

Kampanye Terselubung Menyimpan Hasrat Politik

Nasional
Said Abdullah jadi Plt Ketua PDI-P Jatim, Gantikan Kusnadi yang Mengundurkan Diri

Said Abdullah jadi Plt Ketua PDI-P Jatim, Gantikan Kusnadi yang Mengundurkan Diri

Nasional
Nasdem Anggap Sekjen PDI-P Salah Alamat Soal Surya Paloh Beri Kode ke Megawati

Nasdem Anggap Sekjen PDI-P Salah Alamat Soal Surya Paloh Beri Kode ke Megawati

Nasional
Erwin Aksa Sebut Ada Perjanjian Utang Piutang antara Anies dengan Sandiaga

Erwin Aksa Sebut Ada Perjanjian Utang Piutang antara Anies dengan Sandiaga

Nasional
Soal Kapan KIB Akan Bahas Capres-Cawapres, Arsul Sani: Jangan Terburu-buru

Soal Kapan KIB Akan Bahas Capres-Cawapres, Arsul Sani: Jangan Terburu-buru

Nasional
Muhaimin Minta Kader PKB Ada di Tengah Warga NU, Bukan Hanya Dekat

Muhaimin Minta Kader PKB Ada di Tengah Warga NU, Bukan Hanya Dekat

Nasional
Bamsoet Sebut Peluang Penundaan Pemilu Bergantung Sikap Parpol di Parlemen

Bamsoet Sebut Peluang Penundaan Pemilu Bergantung Sikap Parpol di Parlemen

Nasional
Muhaimin: Warga NU Makin Banyak yang Pilih PKB Ketimbang Partai Lain

Muhaimin: Warga NU Makin Banyak yang Pilih PKB Ketimbang Partai Lain

Nasional
Bamsoet Sepakat Gubernur Ditunjuk Langsung Pemerintah Pusat, Bukan lewat Pilgub

Bamsoet Sepakat Gubernur Ditunjuk Langsung Pemerintah Pusat, Bukan lewat Pilgub

Nasional
Direktur Penuntutan KPK Balik ke Kejagung, Dewan Pengawas Diminta Investigasi Penyebabnya

Direktur Penuntutan KPK Balik ke Kejagung, Dewan Pengawas Diminta Investigasi Penyebabnya

Nasional
Jepang Ingin Kerahkan Pasukan Lintas Udara dan Amfibi dalam Latihan Militer Gabungan Super Garuda Shield 2023

Jepang Ingin Kerahkan Pasukan Lintas Udara dan Amfibi dalam Latihan Militer Gabungan Super Garuda Shield 2023

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.