Kompas.com - 07/10/2022, 13:16 WIB

KOMPAS.com – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mendampingi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) pada Upacara Parade Senja di Lapangan Bela Negara, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Pada upacara yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tersebut, Jokowi didapuk sebagai Inspektur Upacara (Irup).

Saat tiba di Kementerian Pertahanan, orang nomor satu di Indonesia itu menerima jajar kehormatan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pelaksanaan upacara yang diawali dengan mengheningkan cipta.

“Untuk mengenang pengorbanan dan jasa para pahlawan, mari kita mengheningkan cipta,” kata Jokowi seperti yang dimuat dalam laman kemhan.go.id, Rabu (5/10/2022).

Upacara Parade Senja di Lapangan Bela Negara, Kementerian Pertahanan berjalan khidmat.DOK. Humas Kementerian Pertahanan Upacara Parade Senja di Lapangan Bela Negara, Kementerian Pertahanan berjalan khidmat.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan Parade Senja yang ditandai dengan penurunan bendera merah putih.

Usai penurunan bendera, Andhika Bhayangkari dikumandangkan oleh pasukan marching band dari kesatuan TNI.

Selanjutnya, Jokowi didampingi Prabowo beserta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit menyaksikan parade (defile).

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU), serta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Acara ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT ke-77 TNI yang akan diperingati pada Rabu.

Baca juga: HUT Ke-77, TNI Masih Punya 3 Pekerjaan Rumah yang Harus Dibenahi

Sebagai informasi, upacara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Staf TNI AD Jenderal Dudung Abdurachman, Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudo Margono, dan Kepala Staf TNI AU Marsekal Fadjar Prasetyo,

Kemudian, hadir juga Wakil Presiden (Wapres) ke-6 RI Jenderal TNI Purnawirawan (Purn) Try Sutrisno, mantan Menhan Purnomo Yusgiantoro, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) Johny Lumintang, dan ibu Leonardus Benyamin Moerdani.

Syukuran HUT ke-77 TNI

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sedang berbincang dengan Presiden Jokowi.DOK. Humas Kementerian Pertahanan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sedang berbincang dengan Presiden Jokowi.

Usai melaksanakan Parade Senja, Prabowo menggelar acara syukuran HUT ke-77 TNI di Kementerian Pertahanan.

Pada kesempatan tersebut, ia mengatakan agar para prajurit TNI senantiasa mengikat jiwa korsa atau daya juang dalam organisasi TNI yang menjadi kebanggaan bersama.

“Kita berkumpul pada upacara penurunan bendera dalam rangka menyongsong hari kelahiran TNI ini intinya adalah untuk mengikat kembali jiwa korsa dan kebanggaan kita sebagai bagian dari TNI. Hal ini juga untuk mengenang komandan dan senior yang sudah tidak bersama kita, serta menghormati pengorbanan para pendahulu kita,” tutur Prabowo.

Tak lupa, ia mengingatkan kembali kepada pasukan TNI bahwa mereka adalah tentara rakyat.

“Perjuangan kita ini tidak mudah, apalagi untuk mewariskan nilai-nilai yang kita hormati kepada generasi muda penerus bangsa, para taruna, dan kadet,” ujar Prabowo.

Baca juga: Ke Mana Arah Proyek Pendidikan Generasi Muda?

Pada kesempatan yang sama, Wapres RI ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno berharap, para prajurit TNI yang masih aktif ataupun purnawirawan tetap memegang teguh Sapta Marga dan meneguhkan jati diri sebagai tentara pejuang.

“Seorang pejuang selalu merindukan rasa persatuan dan kesatuan. Dengan persatuan dan kesatuan, kita dahulu mampu merebut dan mempertahankan kemerdekaan bersama seluruh rakyat,” ujarnya.

Ia berpesan agar semangat persatuan dan kesatuan tersebut bisa diteruskan dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1 Anggota Fraksi PKS 'Walkout' saat Pengesahan RKUHP di DPR, Sempat Diteriaki Bikin Kacau

1 Anggota Fraksi PKS "Walkout" saat Pengesahan RKUHP di DPR, Sempat Diteriaki Bikin Kacau

Nasional
Ismail Bolong Disebut Datangi Bareskrim Polri untuk Diperiksa Dalam Kasus Tambang Ilegal

Ismail Bolong Disebut Datangi Bareskrim Polri untuk Diperiksa Dalam Kasus Tambang Ilegal

Nasional
Perppu Pemilu Tak Kunjung Terbit, KPU Terhambat Bentuk Kepengurusan di 4 Provinsi Baru di Papua

Perppu Pemilu Tak Kunjung Terbit, KPU Terhambat Bentuk Kepengurusan di 4 Provinsi Baru di Papua

Nasional
Wapres: Hanya Tersisa 2 Tahun untuk Capai Target Prevalensi Stunting 14 Persen

Wapres: Hanya Tersisa 2 Tahun untuk Capai Target Prevalensi Stunting 14 Persen

Nasional
Perppu Tak Kunjung Terbit, Pencalonan DPD di 4 Provinsi Papua Kemungkinan Diatur Menyusul

Perppu Tak Kunjung Terbit, Pencalonan DPD di 4 Provinsi Papua Kemungkinan Diatur Menyusul

Nasional
Saat Relawan Jokowi Saling Kritik

Saat Relawan Jokowi Saling Kritik

Nasional
Menkumham Soal Adu Mulut Iskan PKS-Dasco soal RKUHP: Memaksakan Kehendak Tidak Sah

Menkumham Soal Adu Mulut Iskan PKS-Dasco soal RKUHP: Memaksakan Kehendak Tidak Sah

Nasional
Benny Ali Sebut Putri Candrawathi Mengaku Dilecehkan Brigadir J Sambil Menangis

Benny Ali Sebut Putri Candrawathi Mengaku Dilecehkan Brigadir J Sambil Menangis

Nasional
Pengesahan RKUHP Dinilai Buru-buru, Menkumham: 59 Tahun Itu Terburu-buru?

Pengesahan RKUHP Dinilai Buru-buru, Menkumham: 59 Tahun Itu Terburu-buru?

Nasional
RKUHP Sudah Dibahas Sejak Zaman Soeharto, Menkumham: 'It's Long of The Journey..'

RKUHP Sudah Dibahas Sejak Zaman Soeharto, Menkumham: "It's Long of The Journey.."

Nasional
Menko PMK Minta Industri Tekstil dan Garmen Tak PHK Karyawan

Menko PMK Minta Industri Tekstil dan Garmen Tak PHK Karyawan

Nasional
Perppu Pemilu Belum Terbit, 4 Provinsi Baru di Papua Belum Bisa Ikut Pencalonan DPD

Perppu Pemilu Belum Terbit, 4 Provinsi Baru di Papua Belum Bisa Ikut Pencalonan DPD

Nasional
RKUHP Disahkan, Yasonna: Sudah Diperjuangkan sejak 1963

RKUHP Disahkan, Yasonna: Sudah Diperjuangkan sejak 1963

Nasional
BERITA FOTO: Agus Nurpatria Merasa Dibohongi Ferdy Sambo

BERITA FOTO: Agus Nurpatria Merasa Dibohongi Ferdy Sambo

Nasional
Wapres Nilai Ada Masalah dalam Penanganan 'Stunting' di Indonesia

Wapres Nilai Ada Masalah dalam Penanganan "Stunting" di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.