Kompas.com - 28/09/2022, 06:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Desakan supaya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo fokus untuk membongkar kelompok "Konsorsium 303" yang disebut-sebut melibatkan sejumlah polisi dalam kegiatan ilegal seperti judi online hingga tambang gelap terus disampaikan.

Isu tentang keberadaan "Konsorsium 303" muncul seiring dengan terbongkarnya peran Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Ferdy Sambo, dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Baca juga: IPW Minta Kapolri Buat Tim Khusus Usut soal “Konsorsium 303” Terkait Judi Online

Bahkan sempat beredar sejumlah diagram yang menggambarkan dugaan keterlibatan sejumlah perwira polisi, termasuk Ferdy Sambo, dan sejumlah pengusaha dalam kelompok itu.

Beberapa waktu lalu Sigit pernah menyatakan sudah meminta supaya dugaan keberadaan kelompok "Konsorsium 303" dan para polisi yang disebut-sebut terlibat diusut.

“Saya sudah minta usut sampai ke atas, begitu didapatkan nama, red notice atau cekal. Kemudian, dari situ kita ungkap apakah ada anggota yang terlibat atau tidak,” kata Listyo Sigit dalam program Satu Meja Kompas TV, Rabu (7/9/2022) malam.

“Tapi paling tidak, saya tidak ragu-ragu, itu sudah saya minta untuk betul-betul bisa diungkap,” ujarnya melanjutkan.

Baca juga: IPW Bela Anggota DPR yang Dilaporkan ke MKD soal Private Jet Brigjen Hendra Kurniawan

Namun, Listyo Sigit menegaskan, pihaknya akan bekerja sesuai fakta berdasarkan scientific crime investigation dalam proses pengungkapan grafik itu.

“Tapi terkait adanya konsorsium atau tidak kan kita bicara scientific crime, ya tentunya saya berjalan dari pembuktian ya,” kata Listyo Sigit.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso bahkan meminta Sigit untuk membentuk tim khusus untuk membongkar sepak terjang kelompok itu.

“Menurut saya Kapolri harus membentuk tim khusus. Tidak cukup hanya (Divpropam yang usut). Ini bisa mati suri kalau begini,” kata Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso dalam program Aiman di Kompas TV, Senin (26/9/2022) malam.

Dia berharap Sigit benar-benar menunaikan janjinya untuk melakukan pembersihan internal dan memperbaiki citra Polri.

Baca juga: IPW Ungkap Dugaan Aliran Uang Konsorsium 303 ke Oknum Polisi

Berjalan beriringan

Pengamat kepolisian dari dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menilai sebaiknya Sigit tidak hanya fokus untuk menyelesaikan perkara pembunuhan berencana Brigadir J dan mengesampingkan dugaan keberadaan "Konsorsium 303" di internal Polri.

Sebab menurut Bambang, jika Sigit tidak melakukan penyelidikan khusus terhadap dugaan sepak terjang "Konsorsium 303" secara bersamaan dengan kasus Brigadir J, maka dikhawatirkan hal itu hanya sebagai taktik untuk mengulur waktu dan membiarkan masyarakat lupa seiring waktu.

Baca juga: Pakar soal Kerajaan Sambo dan Konsorsium 303: Kalau Kita Cium, Baunya Ada

"Kerja kepolisian tentunya tidak dilakukan secara parsial, tetapi simultan. Penuntasan kasus pidana umum 338-340 oleh Dirpidum tentunya tak bisa dijadikan alasan direktorat-direktorat lain di Bareskrim, Divpropam maupun Irwasum untuk tak mengusut dugaan konsorsium judi dan mafia tambang yang sudah beredar di masyarakat," kata Bambang saat dihubungi Kompas.com, Selasa (27/9/2022).

Menurut Bambang Polri memang harus berupaya lebih keras jika memang ingin benar-benar mengembalikan marwah lembaga di tengah gelombang berita miring tentang mereka.

Hal itu, kata Bambang, bisa dilakukan oleh Sigit dengan segera menyelidiki "Konsorsium 303".

Apalagi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sudah menyampaikan tentang adanya transaksi janggal sebesar Rp 155 triliun yang diduga terkait judi online. Bahkan menurut PPATK, dari sejumlah transaksi mencurigakan itu diduga ada aliran dana kepada sejumlah polisi.

Baca juga: Kapolri Perintahkan Jajarannya Usut Tuntas soal “Konsorsium 303” yang Seret Nama Ferdy Sambo

"Tentu bukan sesuatu yang bisa diabaikan oleh Polri, bahkan oleh KPK," ucap Bambang.

Bambang menekankan, Sigit tidak bisa lagi mengesampingkan laporan PPATK tentang aliran dana kepada sejumlah polisi dari transaksi mencurigakan terkait judi online.

Dia mengatakan, jika Sigit memang ingin menjadikan kemelut saat ini sebagai momentum melakukan pembersihan internal dengan memerintahkan anak buahnya menangkap atau menyidik dugaan kegiatan ilegal itu maka itu merupakan hal yang patut diacungi jempol.

Akan tetapi, kata Bambang, jika yang terjadi justru sebaliknya maka dia pesimis Polri bisa mengembalikan simpati masyarakat.

Baca juga: Ada Kaisar Sambo di Konsorsium 303?

"Kalau tidak dilakukan pengungkapan secara simultan, sepertinya publik akan makin sulit untuk percaya kembali pada polisi dibawah pimpinan Kapolri Listyo Sigit ini," ucap Bambang.

(Penulis: Rahel Narda Chaterine | Editor: Novianti Setuningsih)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan MK Atur Masa Jeda 5 Tahun buat Mantan Napi Jadi Caleg

Alasan MK Atur Masa Jeda 5 Tahun buat Mantan Napi Jadi Caleg

Nasional
Update Korban Gempa Cianjur 30 November: Meninggal Dunia Jadi 328 Jiwa, 12 Orang Masih Hilang

Update Korban Gempa Cianjur 30 November: Meninggal Dunia Jadi 328 Jiwa, 12 Orang Masih Hilang

Nasional
Wapres Harap NU di Papua Junjung Nilai Toleransi dan Kemanusiaan

Wapres Harap NU di Papua Junjung Nilai Toleransi dan Kemanusiaan

Nasional
Bharada E Sebut Ferdy Sambo Pakai Sarung Tangan Karet Sebelum Pembunuhan Brigadir J

Bharada E Sebut Ferdy Sambo Pakai Sarung Tangan Karet Sebelum Pembunuhan Brigadir J

Nasional
PDI-P Minta Jokowi Tinggalkan Relawan, Ketua Dewan Musra: Tidak Mungkin

PDI-P Minta Jokowi Tinggalkan Relawan, Ketua Dewan Musra: Tidak Mungkin

Nasional
GASPOL! Hari Ini: PR Yudo Margono: Alutsista Bobrok, Sengkarut Papua, hingga Laut Cina Selatan

GASPOL! Hari Ini: PR Yudo Margono: Alutsista Bobrok, Sengkarut Papua, hingga Laut Cina Selatan

Nasional
Gibran dan Yenny Wahid Muncul sebagai Figur Cawapres dalam Musra Hong Kong

Gibran dan Yenny Wahid Muncul sebagai Figur Cawapres dalam Musra Hong Kong

Nasional
Mantan Hakim Agung Sebut Mahfud MD Belum Lakukan Perintah Jokowi Reformasi Bidang Hukum

Mantan Hakim Agung Sebut Mahfud MD Belum Lakukan Perintah Jokowi Reformasi Bidang Hukum

Nasional
Laksamana Yudo Margono Diharap Tak Lupakan Agenda Reformasi Peradilan Militer

Laksamana Yudo Margono Diharap Tak Lupakan Agenda Reformasi Peradilan Militer

Nasional
Menteri Bahlil Bantah Jokowi Berusaha Takuti Masyarakat dengan Isu Resesi Global

Menteri Bahlil Bantah Jokowi Berusaha Takuti Masyarakat dengan Isu Resesi Global

Nasional
Airlangga Jadi Cawapres Paling Unggul di Musra Hong Kong

Airlangga Jadi Cawapres Paling Unggul di Musra Hong Kong

Nasional
Laksamana Yudo Margono Diharap Lanjutkan Kebijakan Hapus Tes Keperawanan dan Keturunan PKI Boleh Daftar TNI

Laksamana Yudo Margono Diharap Lanjutkan Kebijakan Hapus Tes Keperawanan dan Keturunan PKI Boleh Daftar TNI

Nasional
Calon Panglima TNI Diharap Mau Utamakan Kemanusiaan Tangani Konflik Papua

Calon Panglima TNI Diharap Mau Utamakan Kemanusiaan Tangani Konflik Papua

Nasional
Jurus Calon Panglima TNI Jaga Netralitas Jelang Pemilu Bakal Disorot

Jurus Calon Panglima TNI Jaga Netralitas Jelang Pemilu Bakal Disorot

Nasional
Ganjar Jadi Capres Urutan Pertama Hasil Musra Hong Kong

Ganjar Jadi Capres Urutan Pertama Hasil Musra Hong Kong

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.