KILAS

Lahirkan Pengusaha Muda Berjiwa Filantropi, Dompet Dhuafa Gelar Volunesia Bootcamp 2022

Kompas.com - 19/09/2022, 16:24 WIB

KOMPAS.com – Lembaga filantropi Islam Dompet Dhuafa terus berupaya menciptakan komunitas relawan berbasis dukungan masyarakat untuk gerakan kemanusiaan dan kampanye zakat.

Paling baru, Dompet Dhuafa melalui Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) menggelar Volunesia Bootcamp 2022 untuk mencetak pengusaha muda berjiwa filantropi.

Kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak Maret 2022 dan diikuti 22 proyek sosial dari berbagai daerah. Kini, 11 proyek dari 0 provinsi di Indonesia telah tersaring.

Sebelas finalis tersebut saling beradu gagasan untuk menjadi yang terbaik di depan tim Dompet Dhuafa Pusat pada gelaran Spekta Volunesia 2022 di Gedung Philanthropy di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9/2022).

Senior Officer Community and Volunteerism DDV Maya Nuraini mengatakan, Spekta Volunesia 2022 yang berlangsung selama tiga, mulai Jumat-Minggu, 16-18 September 2022.

Baca juga: Dukung Semangat ‘Ngaji’ Tunanetra di Fortufis, Dompet Dhuafa Hibahkan Al Quran Braille

Dai berharap, DDV dapat melahirkan para relawan muda dengan ide-ide maupun gagasan proyek terbaik yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

"Dengan memanfaatkan teknologi digital mereka telah berhasil menjalankan proyek yang mereka gagas. Saat ini, waktunya mereka mempresentasikan proyek mereka untuk bersaing menjadi yang terbaik,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (19/9/2022).

“Kami harap upaya ini dapat membawa perubahan bagi sistem masyarakat yang saat ini masih mandek, bahkan kurangnya pendampingan di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Maya juga berpesan kepada para peserta, meski Volunesia Bootcamp telah selesai, mereka diharapkan terus mengembangkan proyek masing-masing dan menjadi influencer bagi yang lain.

Menurutnya, tagar #SatuHariSatuKebaikan selaras dengan hadits yang berbunyi, "Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat".

Baca juga: Dompet Dhuafa dan Kemenkes Teken MoU Program Kesehatan Lansia

Dalam hal ini, jelas Maya, DDV mengajak untuk selalu berbuat baik setiap hari meski hanya satu kebaikan. Sebab, manusia tidak pernah tahu besar kecilnya kebaikan yang dilakukan.

Adapun Volunesia merupakan gabungan dari kata volunteer dan amnesia. Artinya, Dompet Dhuafa mengingatkan kembali kepada para volunteer bahwa di samping mereka berupaya mengubah diri sendiri, sejatinya juga sedang mengubah dunia.

Selama agenda berlangsung, para peserta diajak untuk belajar lebih banyak tata mengelola sebuah social project yang sustainable.

Beberapa di antaranya, seperti pengelolaan relawan, cara crowdfunding, menjalin relasi, hingga bagaimana menjadi inspirasi bagi gerakan kebaikan lainnya.

General Manager (GM) Advokasi dan Aliansi Strategis Arif R Haryono menambahkan, Volunesia Bootcamp dapat melahirkan local champion dalam gerakan kebaikan.

Baca juga: Berkunjung ke DMC Dompet Dhuafa, Murid Living Seed School Bintaro Diajari Cara Mitigasi Bencana

“Para local champion ini penggagas social projects dari berbagai isu, mulai dari lingkungan, mental health, dakwah, hingga pendidikan,” katanya.

Dia menyebutkan, Dompet Dhuafa mengelola kemiskinan tidak hanya cukup dengan memberikan bantuan secara langsung, tapi juga harus disertai dengan pengembangan format bantuan.

“Harus dilakukan pengembangan format bantuan dengan skema program yang bisa berdampak jangka panjang dari para anak muda,” ungkapnya.

Arif mengatakan, filantropi bukan lagi sekadar memberi, tapi ikut menggandeng mereka yang sulit berdiri. Sebab, itulah yang menjadi tujuan filantropreneur.

Dalam implementasinya, filantropreneur bergerak dalam dua pendekatan yang tidak bisa dipisahkan.

Baca juga: KolaborAksi Nyata, Dompet Dhuafa Terima Investasi Wakaf dari CIMB Niaga Syariah

Pendekatan tersebut adalah filantropi yang menjadi basis nilai gerakan. Tujuannya adalah membukakan akses bagi si miskin agar bergerak lebih leluasa dalam mengaktualisasi diri.

Dengan begitu, mereka dapat lebih siap untuk memerangi kemiskinannya sendiri.

Volunesia Bootcamp 2022

Pada agenda Volunesia Bootcamp 2022, para peserta yang merupakan kalangan pelajar dan mahasiswa mendapat kesempatan ikut dalam program campaign.com, zero waste, hingga berkunjung ke Lembaga Pengembang Insani Dompet Dhuafa.

Para peserta diharapkan mampu membangun ide-ide kreatif dan terus berinovatif dalam mewujudkan sosial marketing.

Dengan begitu, masing-masing peserta dapat membangun kredibilitas brand-nya yang sudah dibangun, baik community branding maupun personal branding.

Baca juga: Lewat Program Pioneer, Dompet Dhuafa Bantu Pemberdayaan Penyandang Disabilitas dan Lansia

Adapun dari kesebelas finalis yang telah mempresentasikan hasil implementasi proyeknya masing-masing, terpilih dua proyek terbaik.

Dua proyek yang terpilih mendapatkan dana implementasi lanjutan dengan total senilai Rp 15.000.000.

Ada lima kriteria dalam penilaian, yaitu proyek harus sustainable, impacting, creative, influencing and inspiring, serta committing.

Bertindak sebagai penilai pada adu gagasan tersebut adalah GM Advokasi dan Aliansi Strategis Arif R Haryono dan Outreach Manager campaign.com Anugerah Putra.

Pemenang pertama bootcamp kali ini adalah Muh Ahlun Nasab dengan proyek Sekolah Maggot Berdaya yang bisa diakses pada maggolity.id.

Proyek tersebut merupakan sebuah sistem pengelolaan budi daya maggot di Sulawesi Selatan. Sasaran penerima manfaatnya merupakan mereka yang kesulitan dari segi ekonomi.

Baca juga: Hari Kemanusiaan Dunia 2022, Dompet Dhuafa Ramaikan Aksi Susur Sungai Ciliwung

"Senang sekali rasanya terpilih menjadi yang terbaik. Seperti tujuannya, hadiah atau apresiasi berupa dana ini akan kami gunakan untuk mengembangkan proyek maggolity.id supaya lebih luas manfaatnya,” katanya.

Ahlun juga berpesan kepada peserta lainnya, meski proyek maggolity.id menjadi yang terbaik, dia yakin inisiasi proyek perseta lain tidak kalah bagusnya.

“Mari kita sama-sama saling mendukung, saling berkolaborasi, dan saling berlomba melakukan yang terbaik," ucapnya.

Semenara itu, posisi runner-up ditempati Oksa Reza Ernanda dengan proyek Bertuah.

Perempuan asal Riau itu menjelaskan, Bertuah adalah kegiatan pembinaan kewirausahaan yang ditunjukkan untuk penyandang disabilitas.

Baca juga: Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Ajak Bidan Belajar di Desa Suku Baduy

Dalam hal ini, Bertuah dikhususkan kepada para penyandang tunarungu dan tunawicara melalui rangkaian gerak yang akan kewirausahaan berbasis budi daya tanaman hidroponik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengacara Ferdy Sambo: Sudah Putusin Aja Lah, Hakim Sudah Simpulkan Klien Kami Bohong

Pengacara Ferdy Sambo: Sudah Putusin Aja Lah, Hakim Sudah Simpulkan Klien Kami Bohong

Nasional
71.000 Babinsa Dilibatkan untuk Turunkan Stunting

71.000 Babinsa Dilibatkan untuk Turunkan Stunting

Nasional
Anggota Baleg DPR Minta Judul RUU Minuman Beralkohol Direvisi Sesuai Aspirasi Masyarakat

Anggota Baleg DPR Minta Judul RUU Minuman Beralkohol Direvisi Sesuai Aspirasi Masyarakat

Nasional
Kementerian ESDM dan Tim Riset ITB Luncurkan Peta Jalan Strategis Percepatan Implementasi Bioetanol

Kementerian ESDM dan Tim Riset ITB Luncurkan Peta Jalan Strategis Percepatan Implementasi Bioetanol

Nasional
Bom Astanaanyar, Standar Baku Pengawasan Eks Napi Teroris Disorot

Bom Astanaanyar, Standar Baku Pengawasan Eks Napi Teroris Disorot

Nasional
Partai Masyumi Gugat Peraturan KPU ke MA, Anggap Sipol Langgar UU Pemilu

Partai Masyumi Gugat Peraturan KPU ke MA, Anggap Sipol Langgar UU Pemilu

Nasional
Gerindra Dinilai 'Turun Kelas' jika Terima Ajakan PKS Gabung Koalisi Perubahan

Gerindra Dinilai "Turun Kelas" jika Terima Ajakan PKS Gabung Koalisi Perubahan

Nasional
Setelah Dengar Putri Diperkosa Yosua, Ferdy Sambo: Saya Emosi Sekali

Setelah Dengar Putri Diperkosa Yosua, Ferdy Sambo: Saya Emosi Sekali

Nasional
BNPT Akan Dalami Tulisan di Sepeda Motor Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar

BNPT Akan Dalami Tulisan di Sepeda Motor Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar

Nasional
Dalam Persidangan, Sambo Sebut Perintahkan Bharada E 'Hajar' Yosua, Bukan Tembak

Dalam Persidangan, Sambo Sebut Perintahkan Bharada E 'Hajar' Yosua, Bukan Tembak

Nasional
Yasonna Minta Masyarakat Tak Ragukan Profesionalisme Hakim MK jika KUHP Digugat

Yasonna Minta Masyarakat Tak Ragukan Profesionalisme Hakim MK jika KUHP Digugat

Nasional
Komisi III DPR Dukung Penuh RUU KUHP, asalkan...

Komisi III DPR Dukung Penuh RUU KUHP, asalkan...

Nasional
Penelantaran Orang Masuk KUHP, Terancam Penjara hingga 7 Tahun

Penelantaran Orang Masuk KUHP, Terancam Penjara hingga 7 Tahun

Nasional
Pelaku Bom Bunuh Diri Agus Sujatno Baru Setahun Bebas dari Penjara

Pelaku Bom Bunuh Diri Agus Sujatno Baru Setahun Bebas dari Penjara

Nasional
Sebar Foto Bom Astanaanyar Bisa Kena UU ITE, Terancam Penjara 4 Tahun

Sebar Foto Bom Astanaanyar Bisa Kena UU ITE, Terancam Penjara 4 Tahun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.