Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harta Kekayaan Ketum PPP yang Dilengserkan Suharso Monoarfa Capai Rp 73 Miliar

Kompas.com - 05/09/2022, 16:54 WIB
Syakirun Ni'am,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perseteruan kembali terjadi dalam tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kali ini, Ketua Umum partai berlambang kabah itu, Suharso Monoarfa digeser dari jabatannya.

Posisi Suharso Monoarfa digantikan sementara oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Muhamad Mardiono.

Kompas.com menelusuri jumlah kekayaan Mardiono dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercatat mencapai Rp 1,27 triliun.

Jumlah ini timpang jika dibanding dengan kekayaan Suharso Monoarfa sebanyak Rp 73.064.251.480 atau Rp 73 miliar, mengacu pada LHKPN yang dilaporkan pada 29 maret 2022.

Baca juga: Profil Suharso Monoarfa yang Diberhentikan dari Ketum PPP

Laporan tersebut diajukan Suharso dalam kapasitasnya sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Pada laporan itu, harta kekayaan Suharso Monoarfa didominasi tanah dan bangunan senilai Rp 91.872.050.000 atau Rp 91 miliar.

Suharso juga tercatat memiliki delapan tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai kota seperti Jakarta, Tasikmalaya, dan Bandung.

Dari delapan bidang tanah itu, Suharso memiliki lahan seluas 1.478 meter persegi di Jakarta Selatan.

“Hasil sendiri Rp 67.500.000.000,” sebagaimana dikutip dari laporan tersebut, Senin (5/9/2022).

Baca juga: Soal Pemberhentian Suharso, Arsul Sebut Demi Katrol Elektabilitas PPP

Kemudian, tanah dan bangunan lainnya seluas 160 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp 4 miliar, tanah dan bangunan 290 meter persegi di Kota Tasikmalaya senilai Rp 2,45 miliar.

Selain tanah dan bangunan, Suharso memiliki lima mobil. Sebanyak tiga di antaranya bernilai miliaran rupiah.

Mobil Suharso yang paling mahal adalah Lexus LX570 Sport 4x4 AT tahun 2020 senilai Rp 3,1 miliar; Lexus Jeep H.C. HDTP tahun 2020 senilai Rp 1,1 miliar; dan Toyota Alphard 2.5 G AT tahun 2019 senilai Rp 1,05 miliar.

Suharso Monoarfa juga tercatat memiliki harga bergerak lain senilai Rp 1 miliar serta kas dan setara kas Rp 1.057.201.075.

Namun, selain memiliki harta hingga miliaran rupiah, Suharso juga tercatat memiliki utang hingga Rp 26.901.999.595 atau Rp 26,9 miliar.

Dengan demikian, jumlah kekayaan yang Suharso miliki Rp 73.064.251.480.

Baca juga: PAN Harap Pemberhentian Suharso Tak Ganggu Hubungan PPP dengan KIB

Halaman:


Terkini Lainnya

Soal Potensi Harga BBM Naik, Menteri ESDM: Tanya Bu Sri Mulyani Kapan Mau Ngumpul

Soal Potensi Harga BBM Naik, Menteri ESDM: Tanya Bu Sri Mulyani Kapan Mau Ngumpul

Nasional
Kemenko PMK: 37 Daerah Akan Tetap Berstatus Tertinggal pada 2024

Kemenko PMK: 37 Daerah Akan Tetap Berstatus Tertinggal pada 2024

Nasional
Menpan-RB Resmikan Mal Pelayanan Publik Baru, Kini Ada 206 Se-Indonesia

Menpan-RB Resmikan Mal Pelayanan Publik Baru, Kini Ada 206 Se-Indonesia

Nasional
Wapres Minta RUU Penyiaran Sejalan dengan Cita-cita Demokrasi

Wapres Minta RUU Penyiaran Sejalan dengan Cita-cita Demokrasi

Nasional
HAI Sawit Indonesia dan BPDPKS Gelar FGD “Peluang Ekspor Produk UKMK Sawit Indonesia untuk Dunia”

HAI Sawit Indonesia dan BPDPKS Gelar FGD “Peluang Ekspor Produk UKMK Sawit Indonesia untuk Dunia”

Nasional
Komisi I Bakal Panggil Menkominfo jika PDN Masih Bermasalah

Komisi I Bakal Panggil Menkominfo jika PDN Masih Bermasalah

Nasional
Kumpulkan Pamen, KSAL Wanti-wanti Bahaya Utang Berlebih dan Kebiasaan Judi 'Online'

Kumpulkan Pamen, KSAL Wanti-wanti Bahaya Utang Berlebih dan Kebiasaan Judi "Online"

Nasional
KPK Akan Dalami Dugaan Aliran Dana SYL Ke Firli Bahuri

KPK Akan Dalami Dugaan Aliran Dana SYL Ke Firli Bahuri

Nasional
Saat Bamsoet Bicara soal Amendemen Berujung Diputus Langgar Kode Etik...

Saat Bamsoet Bicara soal Amendemen Berujung Diputus Langgar Kode Etik...

Nasional
Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Divonis 9 Tahun Penjara

Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Divonis 9 Tahun Penjara

Nasional
Sri Mulyani Bakal Cek Aturan Bea Masuk Kain Usai RI Kebanjiran Tekstil Impor

Sri Mulyani Bakal Cek Aturan Bea Masuk Kain Usai RI Kebanjiran Tekstil Impor

Nasional
Golkar Optimistis Bisa Koalisi dengan Gerindra di Pilkada Jakarta, Calonnya Masih Dibahas

Golkar Optimistis Bisa Koalisi dengan Gerindra di Pilkada Jakarta, Calonnya Masih Dibahas

Nasional
Mendagri Buka Suara Pj Gubernur NTB Diganti Pensiunan Jenderal TNI

Mendagri Buka Suara Pj Gubernur NTB Diganti Pensiunan Jenderal TNI

Nasional
PKB Buka Kans Koalisi dengan PDI-P, Sandingkan Marzuki-Risma di Pilkada Jatim

PKB Buka Kans Koalisi dengan PDI-P, Sandingkan Marzuki-Risma di Pilkada Jatim

Nasional
Benny Harman: Belum Ada Rekomendasi Untuk Kembalikan UUD 1945 ke Naskah Asli

Benny Harman: Belum Ada Rekomendasi Untuk Kembalikan UUD 1945 ke Naskah Asli

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com