Kompas.com - 19/08/2022, 20:38 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) menetapkan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur tahun 2017-2018 Budi Setiawan sebagai tersangka kasus suap. 

Ia diduga menerima fee hingga Rp 10 miliar terkait alokasi Bantuan Keuangan untuk kabupaten Tulungagung tahun 2017 dan 2018.

Baca juga: KPK Tahan Eks Kepala Bappeda Jatim Terkait Suap Bantuan Keuangan Kabupaten Tulungagung

Sebagian uang tersebut juga didapatkan saat ia menjabat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) tahun 2014-2016.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto mengatakan, kasus ini bermula saat Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dilantik pada 2013. 

Syahri kemudian meminta dukungan pembangunan Tulungagung dengan menemui Kepala Bappeda Jawa Timur saat itu.

Syahri memerintahkan bawahannya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sutrisno dan Kepala Dinas Pengairan, Permukiman dan Perumahan Rakyat Sudarto melanjutkan hasil pertemuan tersebut.

Mereka diminta menghubungi pihak Bappeda dan BPKAD Jatim.

“Agar Tulungagung mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur untuk infrastruktur,” kata Karyoto dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (19/8/2022).

Baca juga: KPK Tahan Mantan Wakil Ketua DPRD Tulungagung

Sebagai informasi, Bappeda memiliki wewenang melakukan analisis atas kebutuhan kabupaten atau kota. Selanjutnya, hasil analisis tersebut diserahkan ke Gubernur Jawa Timur untuk disetujui.

Akan tetapi, Bappeda juga memberikan wewenang pembagian alokasi Bantuan Keuangan itu ke BPKAD.

Hal ini membuat Budi Setiawan yang saat itu menjadi Kepala BPKAD bisa mengatur rekomendasi alokasi Bantuan Keuangan ke kabupaten atau kota tertentu.

“Keputusan akhir atas pembagian tersebut tetap ada pada kepala Bappeda,” tutur Karyoto.

Baca juga: KPK Cekal Eks Komisaris Bank Jatim dan Wakil Ketua DPRD Tulungagung

Pada tahun yang sama, dua anak buah Bupati Tulungagung, Sudarto dan Sutrisno menemui Budi Setiawan dan Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Jawa Timur Budi Juniarto secara terpisah.

Dalam pertemuan dengan Budi Juniarto, anak buah Syahri Mulyo itu mengajukan proposal terkait Bantuan Keuangan infrastruktur Tulungagung.

Mereka sepakat Bappeda Jatim akan mendapat 7,5 persen dari Bantuan Keuangan yang cair.

Sementara, dalam pertemuan dengan Budi Setiawan, Sudarto dan Sutrisno meminta bantuan agar Kabupaten Tulungagung mendapatkan Bantuan Keuangan Pemprov Jatim.

Setelah itu, Kabupaten Tulungagung menerima Bantuan Keuangan pemprov Jatim sebesar Rp 79,1 miliar pada 2015.

“Atas alokasi Bantuan Keuangan provinsi Jawa Timur yang diberikan kepada Kabupaten Tulungagung, maka Sutrisno memberikan fee kepada tersangka Budi Setiawan sebesar Rp 3,5 Miliar,” ujar Karyoto.

Baca juga: KPK Limpahkan Berkas Penyuap Eks Bupati Tulungagung ke PN Surabaya

Uang tersebut berasal dari pengusaha di Tulungagung yang melakukan pekerjaan proyek di Tulungagung.

Saat menjabat sebagai kepala Bappeda Jatim tahun 2017-2018, Budi Setiawan memiliki wewenang mutlak membagikan Bantuan Keuangan.

Pada 2017, Sutrisno kembali meminta Budi Setiawan mengalokasikan Bantuan Keuangan untuk Tulungagung. Tindakan ini atas izin Bupati Syahri Mulyo.

Upaya itu berhasil. Kabupaten Tulungagung mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Rp 30,4 miliar pada 2017 dan Rp 29,2 miliar pada 2018.

Baca juga: KPK Tahan Penyuap Eks Bupati Tulungagung Syahri Mulyo

Atas jasa Budi Setiawan, Sutrisno kemudian kembali memberikan suap.

“Pada tahun 2017 dan tahun 2018 Syahri Mulyo melalui Sutrisno memberikan fee sebesar Rp 6,75 Miliar kepada tersangka Budi Setiawan,” ujar Karyoto.

Sebagai informasi, kasus ini merupakan pengembangan dari perkara suap terkait proyek yang menjerat Syahri Mulyo. Ia divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 700 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.