Kompas.com - 18/08/2022, 12:04 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) hendaknya bukan hanya menjadi syarat formal dalam pembentukan undang-undang dan peraturan di bawahnya.

Ia menegaskan, UUD 1945 sebagai konstitusi harus menjadi rujukan atau sumber utama dalam penyusunan undang-undang yang melingkupi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Rujukan yang dimaksud adalah prinsip, nilai, maksud, dan tujuan yang terkandung di dalamnya. Jadi bukan hanya disebut sebagai pemenuhan syarat formal, namun tidak ada realisasinya," kata Ma'ruf dalam acara Peringatan Hari Konstitusi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Baca juga: Hari Konstitusi, Wapres Pastikan Pemenuhan Hak Masyarakat dalam Pelayanan Kesehatan Dilaksanakan

Ia mengingatkan, UUD 1945 bukan sekadar sebuah dokumen kenegaraan maupun dokumen kearifan bangsa.

Sebab, di dalam konstitusi telah diatur landasan dan prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan pemerintahan dan bernegara yang telah disepakati.

"Saya sering menyampaikan bahwa Indonesia didirikan di atas alas kesepakatan para pendiri bangsa yang memiliki keragaman latar. Kesepakatan tersebut terpantul dalam konstitusi kita," ujar Ma'ruf.

Untuk itu, menurut dia, perlu ada kesadaran dan kesungguhan dalam menghidupkan jiwa konstitusi sebagai moralitas bangsa.

"Antara lain adalah nilai-nilai kejujuran, kesungguhan, kebersamaan, dan kemanusiaan," kata mantan ketua umum Majelis Ulama Indonesia tersebut.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Pakai Baju Adat Banten di Upacara HUT Ke-77 RI di Istana

Ma'ruf pun menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Konstitusi Tahun 2022 dan selamat Ulang Tahun ke-77 Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.

"Semoga seluruh pimpinan dan anggota MPR RI selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT serta memiliki semangat juang yang tidak luntur dalam melaksanakan amanah konstitusi dan menjadi yang terdepan dalam mengawal keutuhan NKRI bersama dengan DPR RI, DPD RI, dan lembaga tinggi negara lainnya," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.