Kompas.com - 12/08/2022, 12:53 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman memproyeksi kasus harian Covid-19 dapat mencapai lebih dari 20.000 kasus per hari ketika gelombang IV Covid-19 di Indonesia mencapai puncaknya.

Dia menuturkan, puncak kasus Covid-19 yang tinggi ini tak lepas dari banyaknya jumlah penduduk. Bahkan, ia memperkirakan, kasus harian bisa tembus antara 50.000 hingga 100.000 jika pelacakan masif dilakukan.

"Puncak Covid-19 di Indonesia mencapai 20.000-an, ya enggak, lah. Di Indonesia mestinya lebih dari itu. Negara bagian Australia dengan 5 juta penduduk saja sehari bisa 18.000, apalagi Indonesia," ucap Dicky kepada Kompas.com, Jumat (12/8/2022).

Baca juga: Epidemiolog: Mayoritas yang Terinfeksi Covid-19 Tak Bergejala, tetapi Tetap Berbahaya

Dicky menuturkan, puncak kasus gelombang IV Covid-19 yang tembus puluhan bahkan ratusan ribu itu juga tidak terlepas dari kecepatan penularan virus. Memang, subvarian BA.5 yang kini memdominasi kasus aktif di Tanah Air, punya tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibanding subvarian lain.

Kalaupun puncak kasus gelombang IV hanya berkisar 20.000 per hari, Dicky meyakini itu disebabkan oleh rendahnya testing-tracing di Indonesia. Di sisi lain, masyarakat makin abai dengan protokol kesehatan di tahun ketiga pandemi.

"Kalau (puncak kasus di) Indonesia 20.000-an (per hari), berarti memang enggak ada target untuk meningkatkan cakupan testingnya, jadi itu minim sekali. Kita jujur saja bahwa itu karena testing-nya rendah, kemudian masyarakat juga menurun keinginan melakukan testing," beber Dicky.

Baca juga: Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Selain masalah testing dan tracing, memantau orang yang terinfeksi Covid-19 saat ini jadi lebih sulit. Dicky bilang, hal ini dipengaruhi oleh makin tingginya akselerasi vaksinasi di Indonesia.

Hingga Kamis (11/8/2022) pukul 18.00 WIB, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis pertama sebanyak 202.891.896 atau 86,46 persen dari total target sasaran vaksinasi.

Sementara itu, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua sebanyak 170.432.646 atau 72,63 persen. Kemudian, masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis ketiga atau penguat (booster) yaitu 58.218.431 atau 24,81 persen.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 pada Anak Meningkat, Kemenkes: Sekolah Harus Perhatikan Prokes

"Karena mayoritas sudah divaksin, (jadi terinfeksi tapi) tidak bergejala. Jadi ini yang harus disertakan dalam informasi kepada publik. Supaya masyarakat tahu bahwa prinsip mencegah itu (lebih baik) dan bahwa kasus yang tidak terdeteksi jauh lebih banyak," sebut dia.

Lewat informasi bijak, kata Dicky, masyarakat jadi mengetahui risiko jangka panjang yang ditimbulkan dari Covid-19. Dengan begitu, mereka akan lebih taat dan mematuhi protokol kesehatan, tetap memakai masker di dalam dan luar ruangan, mencuci tangan, serta menjaga jarak.

"Kalau kita tidak melakukan pencegahan supaya tidak terinfeksi, Indonesia (dalam) 5-10 tahun ke depan akan mengalami masa yang suram karena sebagian penduduk mengalami dampak dari long Covid-19," ucap Dicky.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Politisi Nasdem Harap Usia Minimal Capres 21 Tahun, tapi Jangan Hanya Lulusan SMA

Politisi Nasdem Harap Usia Minimal Capres 21 Tahun, tapi Jangan Hanya Lulusan SMA

Nasional
Tekan Angka Kecelakaan Laut, KKP Gelar Sertifikasi Keselamatan Nelayan

Tekan Angka Kecelakaan Laut, KKP Gelar Sertifikasi Keselamatan Nelayan

Nasional
Prabowo: Pancasila yang Persatukan dan Bisa Selamatkan Bangsa Indonesia

Prabowo: Pancasila yang Persatukan dan Bisa Selamatkan Bangsa Indonesia

Nasional
Ibu Brigadir J Ungkap Detik-detik Brigjen Hendra Datangi Rumah: Langsung Tutup Pintu, Larang Pegang HP

Ibu Brigadir J Ungkap Detik-detik Brigjen Hendra Datangi Rumah: Langsung Tutup Pintu, Larang Pegang HP

Nasional
Jimly Asshiddiqie Minta Presiden Jokowi Batalkan Putusan DPR yang Memberhentikan Hakum Konstitusi Aswanto

Jimly Asshiddiqie Minta Presiden Jokowi Batalkan Putusan DPR yang Memberhentikan Hakum Konstitusi Aswanto

Nasional
Polri Tahan Putri Candrawathi, Kejagung: Biasanya kalau Penyidik Menahan, JPU Pasti Menahan

Polri Tahan Putri Candrawathi, Kejagung: Biasanya kalau Penyidik Menahan, JPU Pasti Menahan

Nasional
Direktur Pusako Sebut Pergantian Hakim Konstitusi Aswanto ke Guntur Tidak Prosedural

Direktur Pusako Sebut Pergantian Hakim Konstitusi Aswanto ke Guntur Tidak Prosedural

Nasional
Dapat Tugas dari Jokowi untuk Reformasi Hukum, Mahfud Akan Diskusi dengan Pakar

Dapat Tugas dari Jokowi untuk Reformasi Hukum, Mahfud Akan Diskusi dengan Pakar

Nasional
Hakim Aswanto Mendadak Dicopot, Pakar: DPR Obok-obok MK demi Kepentingan Politik

Hakim Aswanto Mendadak Dicopot, Pakar: DPR Obok-obok MK demi Kepentingan Politik

Nasional
Berkas Kasus Brigadir J Siap Dilimpahkan, Mahfud: Bagus, Kapolri Sudah Serius sejak Awal

Berkas Kasus Brigadir J Siap Dilimpahkan, Mahfud: Bagus, Kapolri Sudah Serius sejak Awal

Nasional
Febri Diansyah: Putri Candrawathy Masih Trauma

Febri Diansyah: Putri Candrawathy Masih Trauma

Nasional
Meski Tersangka KPK, Lukas Enembe Dianggap Tokoh Kunci Dialog Damai oleh Komnas HAM

Meski Tersangka KPK, Lukas Enembe Dianggap Tokoh Kunci Dialog Damai oleh Komnas HAM

Nasional
Sosok Aswanto, Hakim MK yang Mendadak Diberhentikan karena Kerap Anulir Produk DPR

Sosok Aswanto, Hakim MK yang Mendadak Diberhentikan karena Kerap Anulir Produk DPR

Nasional
DPR Ganti Hakim MK Aswanto, Mahfud Enggan Ikut Campur

DPR Ganti Hakim MK Aswanto, Mahfud Enggan Ikut Campur

Nasional
Putri Candrawathi Resmi Ditahan, Anak yang Paling Kecil Dijaga Pengasuh dan Nenek

Putri Candrawathi Resmi Ditahan, Anak yang Paling Kecil Dijaga Pengasuh dan Nenek

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.