Kompas.com - 10/08/2022, 16:06 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) telah mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2024 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (9/8/2022).

Ketiga partai itu adalah Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar.

Ketua umum ketiga partai ini pun hadir saat pendaftaran tersebut, antara lain Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

“Kami bersyukur kepada Allah hari ini telah mendaftar secara resmi sebagai kewajiban konstitusional kami dan alhamdulilah berjalan dengan lancar,” tutur Zulkifli dalam konferensi pers di kantor KPU.

Baca juga: Zulhas Sebut KIB Akan Pakai Politik Gagasan dalam Pemilu 2024

Ketiga ketua umum ini kemudian menyampaikan pernyataan masing-masing.

Sembari bercanda, para ketua umum saling memamerkan jumlah keikutsertaan pemilu partai masing-masing.

“PAN dalam reformasi sudah lima kali mengikuti pemilu, 2024 mendatang akan menjadi yang keenam kalinya. Oleh karena itu kami sudah siap lahir batin untuk menyukseskan pemilu,” kata Zulhas.

Lalu, Airlangga menimpali dengan berkata bahwa partainya telah ikut pemilu sebanyak 13 kali. 

“PAN sudah mengikuti pemilu lima sampai enam kali, dan Partai Golkar yang lahir di tahun 1964, yang kita tidak ikut hanya Pemilu tahun 1955,” sebutnya disusul tawa dari Zulhas dan Suharso.

Dengan pengalaman itu, lanjut dia, Partai Golkar bersama dua mitranya dalam KIB lebih siap menghadapi kontestasi elektoral tersebut.

“Pemilu ini menjadi penting sebagai aspirasi masyarakat pada partai politik,” ucapnya.

Baca juga: Daftarkan Golkar ke KPU, Airlangga: Pemilu Harus Dilaksanakan Sesuai Jadwal

Suharso pun tak mau kalah. Ia menyampaikan bahwa PPP sudah sebelas kali mengikuti pemilu sejak partai ini berdiri.

“PPP telah mengikuti pemilu ini sejak tahun 1977 sampai tahun 2019. Itu kira-kira sudah 11 kali pemilu yang tidak diikuti adalah tahun 1971 dan tahun 1955,” jelas dia.

Suharso kemudian menegaskan soal peran penting generasi muda dan pemilih pemula dalam Pemilu 2024.

“Jadi generasi alfa, generasi Z itu akan jadi majority pemilih pada masa yang akan datang. Ini akan menentukan Indonesia ke depan,” imbuhnya.

Baca juga: Lima Partai Pendaftar Pemilu 2024 Belum Lengkapi Berkas

Diketahui KIB terbentuk setelah Suharso, Zulhas dan Airlangga melakukan pertemuan pada 12 Mei 2022.

Wacana kerja sama antar parpol itu diresmikan setelah ketiganya menandatangani nota kesepahaman 4 Juni 2022.

Sebagai poros politik pertama yang terbentuk untuk menghadapi Pemilu 2024, KIB belum menentukan siapa kandidat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Masing-masing parpol baru menyampaikan kandidat capres di internalnya seperti Golkar yang satu suara mengusung Airlangga sebagai capres, dan Zulhas yang diklaim terus didukung oleh kader PAN di seluruh wilayah Tanah Air.

Baca juga: Daftar Bareng KIB ke KPU, PSI: Tanda-tanda Alam

Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani mengatakan KIB tak menutup kemungkinan untuk mengusung figur lain di luar tiga parpol tersebut.

Akan tetapi, saat ini, KIB ingin fokus lebih dulu mencari figur capres-cawapres dari internal koalisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontradiksi PSI: Siang Kritik Deklarasi Capres, Sore Umumkan Dukungan buat Ganjar

Kontradiksi PSI: Siang Kritik Deklarasi Capres, Sore Umumkan Dukungan buat Ganjar

Nasional
Soal Pansus Tragedi Kanjuruhan, Puan Maharani: Saya Minta Hargai Dulu Tim Independen Pemerintah

Soal Pansus Tragedi Kanjuruhan, Puan Maharani: Saya Minta Hargai Dulu Tim Independen Pemerintah

Nasional
Puan Enggan Komentari Pencapresan Anies: Semua Masih Dalam Situasi Duka

Puan Enggan Komentari Pencapresan Anies: Semua Masih Dalam Situasi Duka

Nasional
Perdami: Kebutaan di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

Perdami: Kebutaan di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

Nasional
Laporkan Mamat Alkatiri ke Polisi, Hillary Brigitta: Dia Tiba-tiba 'Bully' dan Memaki

Laporkan Mamat Alkatiri ke Polisi, Hillary Brigitta: Dia Tiba-tiba "Bully" dan Memaki

Nasional
Ini Kata Kemenkes Soal Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Ini Kata Kemenkes Soal Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Nasional
Mentan: Stok Beras RI Masih 10 Juta Ton

Mentan: Stok Beras RI Masih 10 Juta Ton

Nasional
Deklarasikan Dukungan ke Ganjar Setelah Pengumuman Pencapresan Anies, PSI: Kebetulan Saja

Deklarasikan Dukungan ke Ganjar Setelah Pengumuman Pencapresan Anies, PSI: Kebetulan Saja

Nasional
Dua Kader Mundur Setelah Nasdem Deklarasi Anies Capres, Waketum: Ini Seleksi Alam

Dua Kader Mundur Setelah Nasdem Deklarasi Anies Capres, Waketum: Ini Seleksi Alam

Nasional
PPP: Kami Ajak Demokrat Gabung KIB, Katanya Akan Diskusi Serius kalau Tawarannya Menarik

PPP: Kami Ajak Demokrat Gabung KIB, Katanya Akan Diskusi Serius kalau Tawarannya Menarik

Nasional
Gelar Rapat Paripurna, DPR Setujui 9 Calon Anggota Komnas HAM

Gelar Rapat Paripurna, DPR Setujui 9 Calon Anggota Komnas HAM

Nasional
Anies dan Ganjar Dideklarasikan Jadi Capres, Pengamat Yakin Ada 3 Poros pada Pilpres 2024

Anies dan Ganjar Dideklarasikan Jadi Capres, Pengamat Yakin Ada 3 Poros pada Pilpres 2024

Nasional
10.000 Petani dan Buruh Tani Tembakau di NTB Diikutkan Program BPJS Ketenagakerjaan

10.000 Petani dan Buruh Tani Tembakau di NTB Diikutkan Program BPJS Ketenagakerjaan

Nasional
29 Aktivis, Pakar Hukum, dan Tokoh Publik Temui Mahfud MD, Ada Apa?

29 Aktivis, Pakar Hukum, dan Tokoh Publik Temui Mahfud MD, Ada Apa?

Nasional
Hakim Aswanto Dicopot DPR, Jokowi Didesak Tak Teken Keppres

Hakim Aswanto Dicopot DPR, Jokowi Didesak Tak Teken Keppres

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.