Citra KPK Disebut Terendah dalam 5 Tahun Terakhir, Jubir: Keberhasilan Tak Cuma Diukur dari Tangkap Koruptor

Kompas.com - 08/08/2022, 20:10 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut, keberhasilan memberantas korupsi tidak hanya dilihat dari jumlah koruptor yang ditangkap.

Hal ini disampaikan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menyebut citra KPK berada di titik paling rendah dalam lima tahun terakhir.

Menurut Ali, keberhasilan pemberantasan korupsi juga dilihat dari sikap masyarakat terhadap perilaku korupsi.

“Oleh karenanya, KPK penting menguatkan pemberantasan korupsi tidak hanya melalui strategi represif, tapi juga strategi preventif dan edukatif,” kata Ali dalam pesan tertulisnya kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Baca juga: KPK Duga Uang untuk Suap Wali Kota Ambon dari PT Midi Utama Indonesia

Ali mengatakan, salah satu hasil survei tersebut menyebut bahwa mayoritas masyarakat masih berharap kinerja KPK bisa membaik ke depan.

Menurut Ali, hal ini merupakan bentuk dukungan publik kepada KPK dalam meningkatkan pemberantasan korupsi.

Selain itu, menurut Ali, persepsi publik atas pemberantasan korupsi itu selaras dengan Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

“IPAK yang baru dirilis oleh BPS pekan lalu, yang menunjukkan tren peningkatan positif,” kata Ali.

Adapun IPAK mengukur perilaku korupsi yang dialami atau dirasakan masyarakat. Survei tersebut melihat pengalaman dan persepsi responden.

Berdasarkan survei BPS, kata Ali, skor IPAK tahun 2022 meningkat 0,05 poin menjadi 3,93. Pada 2021, skor IPAK berada di angka 3,88.

Baca juga: Survei Litbang Kompas: Citra KPK Terendah dalam 5 Tahun Terakhir

Ali mengatakan, IPAK menggunakan skala indeks 0 hingga 5.

Skor 0-1,25 menunjukkan responden sangat permisif terhadap korupsi.

Sementara itu, skor di atas 3,76 hingga 5,00 menunjukkan responden sangat anti terhadap korupsi.

“Maka, skor IPAK 2022 dikategorikan sangat antikorupsi,” ujar Ali.

Hasil survei litbang Kompas

Jajak pendapat Libang Kompas memperlihatkan bahwa citra komisi antirasuah berada di titik paling rendah dalam lima tahun terakhir.

Peneliti Litbang Kompas Rangga Eka Sakti mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan pada periode 19-21 Juli kemarin, citra KPK menunjukkan tren menurun.

Survei tersebut dilakukan di 34 provinsi melalui sambungan telepon dengan jumlah responden 502 orang.

"Citra KPK terekam berada di angka 57 persen, paling rendah dalam lima tahun terakhir," kata Rangga sebagaimana dikutip dari Harian Kompas edisi Senin (8/8/2022).

Angka ini turun cukup jauh jika dibanding hasil Survei pada Januari 2015. Saat itu tercatat citra KPK berada di angka 88,5 persen.

Baca juga: KPK Ungkap Kode “Apelnya Kroak” dalam Kasus Restitusi Pajak Tol Solo-Kertosono

Citra itu menurun menjadi 68,8 persen pada Oktober tahun yang sama.

Pada April 2017, citra KPK naik menjadi 84,8 persen dan 87,3 persen pada Oktober 2017.

Pada Pada Agustus 2020 citra KPK kembali turun ke angka 65,8 persen dan meningkat pada Agustus 2020 di angka 76,9 persen pada April 2021.

Citra KPK kembali merosot pada Oktober 2021 dan naik pada Januari 2022 di angka 76,9 persen.

citra lembaga ini cenderung menurun, terutama setelah Undang-Undang KPK direvisi pada September 2019," kata Rangga.

Meski demikian, kata Rangga, publik masih berharap KPK era kepemimpinan Firli Bahuri masih bisa membaik hingga akhir masa jabatannya di tahun 2023.

Harapan ini, menurut survei tersebut, tumbuh karena dua hal, yakni operasi tangkap tangan (OTT). Operasi ini masih dinilai efektif menangkap koruptor.

Sementara, faktor kedua adalah publik menilai anggota KPK masih bisa dipercaya.

Hasil jajak pendapat Litbang Kompas menunjukkan 59 persen responden meyakini kinerja KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri bisa membaik hingga akhir masa jabatannya pada 2023 nanti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Dijadwalkan Buka Konferensi Ekonomi Kreatif di Bali

Jokowi Dijadwalkan Buka Konferensi Ekonomi Kreatif di Bali

Nasional
Jokowi Resmi Teken Keppres TGIPF Peristiwa Kanjuruhan, Ini Susunan Anggotanya

Jokowi Resmi Teken Keppres TGIPF Peristiwa Kanjuruhan, Ini Susunan Anggotanya

Nasional
5 Perkembangan Terbaru Tragedi Kanjuruhan: 'Barangnya Kelihatan Semua' hingga Potensi Pelanggaran HAM Berat

5 Perkembangan Terbaru Tragedi Kanjuruhan: "Barangnya Kelihatan Semua" hingga Potensi Pelanggaran HAM Berat

Nasional
TGIPF Diminta Sentuh Tanggung Jawab Negara dan Perbaikan Sistem Sepakbola dalam Tragedi Kanjuruhan

TGIPF Diminta Sentuh Tanggung Jawab Negara dan Perbaikan Sistem Sepakbola dalam Tragedi Kanjuruhan

Nasional
PBHI: Tragedi Kanjuruhan Berpotensi Pelanggaran HAM Berat

PBHI: Tragedi Kanjuruhan Berpotensi Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Sentilan Elite PDI-P ke Ganjar: Dulu Dibilang Kemajon, Kini Disinggung 'Siap Tidur'

Sentilan Elite PDI-P ke Ganjar: Dulu Dibilang Kemajon, Kini Disinggung "Siap Tidur"

Nasional
4 Instruksi Jokowi soal Tragedi Kanjuruhan: Audit Stadion hingga Evaluasi Manajemen Pertandingan

4 Instruksi Jokowi soal Tragedi Kanjuruhan: Audit Stadion hingga Evaluasi Manajemen Pertandingan

Nasional
Kedekatan Mega-Prabowo dan Kemungkinan Kerja Sama PDI-P-Gerindra

Kedekatan Mega-Prabowo dan Kemungkinan Kerja Sama PDI-P-Gerindra

Nasional
Pelimpahan Tahap II Selesai, Berapa Lama Ferdy Sambo cs Ditahan Menanti Sidang?

Pelimpahan Tahap II Selesai, Berapa Lama Ferdy Sambo cs Ditahan Menanti Sidang?

Nasional
Drama Pelimpahan Sambo ke Kejagung, Diperlakukan Seolah Masih Jenderal...

Drama Pelimpahan Sambo ke Kejagung, Diperlakukan Seolah Masih Jenderal...

Nasional
[POPULER NASIONAL] Awak Media Dihalangi Brimob saat Liput Pelimpahan Sambo | Anggota Provos Payungi Sambo

[POPULER NASIONAL] Awak Media Dihalangi Brimob saat Liput Pelimpahan Sambo | Anggota Provos Payungi Sambo

Nasional
Upaya Pemerintah Meniti Langkah Reformasi Hukum Usai Hakim Agung Sudrajad Tersangka

Upaya Pemerintah Meniti Langkah Reformasi Hukum Usai Hakim Agung Sudrajad Tersangka

Nasional
Tanggal 8 Oktober Hari Memperingati Apa?

Tanggal 8 Oktober Hari Memperingati Apa?

Nasional
Sifat-sifat Budaya dan Substansi Utamanya

Sifat-sifat Budaya dan Substansi Utamanya

Nasional
Pengertian Peradaban Menurut Para Ahli

Pengertian Peradaban Menurut Para Ahli

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.