Kompas.com - 08/08/2022, 13:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Relawan Presiden Joko Widodo yang juga Ketua Dewan Pengarah Musyawarah Rakyat (Musra) Andi Gani Nawa Wea mengatakan, dirinya yakin presiden belum menentukan calon presiden pada Pemilu 2024, termasuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikannya menanggapi adanya pandangan terkait Presiden Jokowi 'ada hati' dengan Prabowo Subianto untuk menggantikan dirinya.

"Jadi kalau misalnya (presiden disebut) sudah milih Prabowo? Saya yakin, saya yakin belum," ujar Andi Gani di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin (8/8/2022).

Baca juga: Pengamat Sebut Jokowi Ada Hati dengan Prabowo sebagai Capres 2024

Keyakinan Andi itu berdasarkan pengalamannya mengenal Jokowi dalam waktu yang lama, sejak menjabat sebagai wali kota Solo hingga presiden.

"Karena saya mengenal Pak Jokowi kan dari Solo. Saya mengerti benar gestur beliau," tegas Andi Gani.

Selain itu, Andi mengatakan, Jokowi saat ini memiliki kedekatan juga dengan Puan Maharani maupun Ganjar Pranowo. Sehingga, Prabowo bukan menjadi satu-satunya nama yang dipertimbangkan Jokowi untuk Pemilu 2024.

"Saya tegaskan bahwa beliau (Jokowi) dekat dengan siapa pun. Dengan Pak Ganjar apa kurang dekatnya? Dengan Mba Puan ke mana-mana sama Mba Puan," tutur Andi Gani.

"Jadi presiden itu sangat memberi ruang kepada calon-calonnya. Tinggal calon-calon itu memanfaatkan secara maksimal kedekatan dengan presiden," tegasnya.

Baca juga: Pengamat: Sangat Masuk Akal jika Jokowi Dekat dan Dukung Prabowo

Dia pun mengakui, Prabowo Subianto masuk dalam tiga besar teratas bursa capres di kalangan relawan.

Namun, dia belum bisa memastikan terkait kemungkinan Prabowo dipilih relawan dan dibahas dalam Musra nanti. 

"Tentu tiga teratas Pak Ganjar, Prabowo dan Anies. Hasilnya pun kita enggak tahu tapi saya kira enggak jauh dari ini," tambahnya.

Sebelumnya, pengamat politik M Qodari menyebut, Presiden Joko Widodo memiliki gestur yang tampak nyaman dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Baca juga: Relawan Jokowi Sebut Musra Tak Perlu Dianggap Momok oleh Parpol

Hal itu dikatakan Qodari melihat momen Ketua Umum Partai Gerindra yang mewakili Jokowi saat penutupan turnamen Piala Presiden 2022, Sabtu (6/8/2022).

"Kalau itu benar, ini sinyal paling terang Pak Jokowi 'ada hati', Pak Jokowi 'main hati' dengan Prabowo,” kata Qodari dalam diskusi yang digelar Total Politik sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (7/8/2022).

Lebih jauh, dia menilai, mendukung Prabowo dalam kontestasi Pemilu 2024 adalah hal yang paling logis bagi Jokowi.

Selain itu, lanjut Qodari, Prabowo memiliki sejumlah keunggulan dibanding dua nama lain yang elektabilitasnya kerap menduduki tiga besar calon presiden 2024 di sejumlah lembaga survei.

Baca juga: PDI-P Kritik Musra Relawan, Minta Jokowi Tetap Jadi Milik Bersama

Ia menyebut, keunggulan Prabowo adalah sebagai ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Selain sebagai mesin politik, Gerindra juga menduduki ratusan kursi di DPR RI.

Apalagi, partainya mendukung Prabowo menjadi calon presiden.

"Nah, kalau kriterianya ada dua, elektabilitas dan partai politik, semuanya benar. Calon presiden yang paling pasti pada hari ini yang bisa maju namanya adalah Prabowo Subianto,” kata Qodari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unsur-unsur Keragaman dalam Masyarakat Indonesia

Unsur-unsur Keragaman dalam Masyarakat Indonesia

Nasional
Tanggal 9 Oktober Hari Memperingati Apa?

Tanggal 9 Oktober Hari Memperingati Apa?

Nasional
Pimpinan Komisi III Minta Polisi Tak Berbelit-belit Selesaikan Tragedi Kanjuruhan

Pimpinan Komisi III Minta Polisi Tak Berbelit-belit Selesaikan Tragedi Kanjuruhan

Nasional
PDI-P Akan Umumkan Capres dan Partai Koalisi Pemilu 2024 Bersamaan

PDI-P Akan Umumkan Capres dan Partai Koalisi Pemilu 2024 Bersamaan

Nasional
Anies akan Temui AHY Besok, Nasdem Sebut Pembentukan Koalisi Semakin Kuat

Anies akan Temui AHY Besok, Nasdem Sebut Pembentukan Koalisi Semakin Kuat

Nasional
Nasdem Tegaskan M Taufik Belum Bergabung, meski Sempat Nyatakan Keinginannya untuk Dukung Anies

Nasdem Tegaskan M Taufik Belum Bergabung, meski Sempat Nyatakan Keinginannya untuk Dukung Anies

Nasional
UPDATE 6 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,99 Persen, Ketiga 27,24 Persen

UPDATE 6 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,99 Persen, Ketiga 27,24 Persen

Nasional
Demokrat Janji Beri 'Effort' 1.000 Kali Lipat jika Anies Tepati Janji dan Komitmen

Demokrat Janji Beri "Effort" 1.000 Kali Lipat jika Anies Tepati Janji dan Komitmen

Nasional
PDI-P Sindir Nasdem Soal Etika Parpol Pengusung Jokowi Usai Deklarasi Anies Sebagai Capres

PDI-P Sindir Nasdem Soal Etika Parpol Pengusung Jokowi Usai Deklarasi Anies Sebagai Capres

Nasional
Megawati Akrab dengan Prabowo di HUT TNI, PDI-P: Itu Hal Baik

Megawati Akrab dengan Prabowo di HUT TNI, PDI-P: Itu Hal Baik

Nasional
77 Tahun Indonesia Merdeka, Hasto: 41 Tahun Presiden Berasal dari Kalangan Militer

77 Tahun Indonesia Merdeka, Hasto: 41 Tahun Presiden Berasal dari Kalangan Militer

Nasional
Sidang Korupsi E-KTP, Eks Dirjen Dukcapil Disebut Arahkan agar 3 Konsorsium Lolos Lelang

Sidang Korupsi E-KTP, Eks Dirjen Dukcapil Disebut Arahkan agar 3 Konsorsium Lolos Lelang

Nasional
Pentolan Bonek Harap TGIPF Tragedi Kanjuruhan Kerja Serius dan Obyektif

Pentolan Bonek Harap TGIPF Tragedi Kanjuruhan Kerja Serius dan Obyektif

Nasional
Puan-Airlangga Direncanakan Bertemu Sabtu Ini, PDI-P: Doakan Jakarta Tidak Banjir

Puan-Airlangga Direncanakan Bertemu Sabtu Ini, PDI-P: Doakan Jakarta Tidak Banjir

Nasional
Pakar Sebut Keputusan DPR Pilih Ketua Komnas HAM Bisa Dibatalkan jika Langgar UU

Pakar Sebut Keputusan DPR Pilih Ketua Komnas HAM Bisa Dibatalkan jika Langgar UU

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.