Kompas.com - 05/08/2022, 14:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Besaran gaji pensiunan atau purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi sorotan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu disampaikan Presiden saat membuka Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Tahun 2022, di Sentul International Convention Center di Bogor, sebagaimana disiarkan YouTube PPAD TNI, Jumat (5/8/2022).

Presiden menilai besaran gaji pensiunan TNI masih kurang sesuai.

Bahkan Presiden Jokowi menyatakan akan memanggil Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani untuk membahas persoalan ini.

"Saya tahu, saya tahu, bahwa gaji pensiun untuk tamtama berada di angka Rp 2,6 juta betul? untuk bintara berada di angka Rp 3,5 juta, benar? Dan untuk perwira pertama kapten Rp 4,1 juta, betul? Saya tahu, saya tahu, saya tahu, apalagi yang berada di Jabodetabek, angka ini adalah angka yang masih sangat kurang," ujar Jokowi.

Baca juga: Pensiunan TNI dan Polri Bisa Lapor SPTB secara Online Pakai ASABRI Mobile

Jokowi mengatakan, dia akan mengajak Sri Mulyani untuk memperhitungkan apakah masih ada kemungkinan kenaikan gaji bagi pensiunan TNI dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Presiden menjanjikan jika perhitungan dan angka besaran gaji yang memadai sudah didapat, hal itu akan disampaikan kepada para pensiunan TNI.

"(Menkeu) akan saya ajak hitung-hitungan, kalau nanti hitung-hitungan sudah final akan saya sampaikan kepada Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian," ujar Jokowi.

Besaran gaji pensiunan/purnawirawan TNI

Presiden Jokowi menyetujui kenaikan gaji bagi pensiunan TNI sebesar 5 persen pada 2019.

Hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2019 tentang Penetapan Pensiun Pokok Purnawirawan, Warakawuri/Dua, Tunjangan Anak Yatim/Piatu, Ana Yatim Piatu, dan Tunjangan Orang Tua Anggota TNI.

Presiden Jokowi mengesahkan PP itu pada 20 Maret 2019 silam.

Baca juga: Singgung Gaji Pensiunan TNI yang Kecil, Jokowi: Saya Akan Panggil Menkeu

Uang dan tunjangan bagi pensiunan atau purnawirawan TNI itu diberikan setiap bulan melalui Asabri.

Nilai gaji pensiun yang diterima tergantung dari pangkat dan kondisi pensiunan TNI.

Berikut ini besaran gaji dan tunjangan bagi purnawirawan/warakawuri/anak TNI berdasarkan pangkat dan kondisi, sesuai PP 19/2019:

1. Pensiun purnawirawan TNI

- Golongan Tamtama hingga Bintara: Rp 1.643.500-Rp 2.220.600

- Golongan Perwira Pertama (Pama) hingga Perwira Tinggi (Pati): Rp 1.643.500-Rp 4.448.100

2. Pensiun purnawirawan TNI cacat langsung

- Golongan Tamtama hingga Bintara: Rp 1.643.500-Rp 2.960.700

- Golongan Pama hingga Pati: Rp 3.290.500-Rp 5.930.800

3. Pensiun purnawirawan TNI cacat tidak langsung

- Golongan Tamtama hingga Bintara: 1.643.500-Rp 2.220.600

- Golongan Pama hingga Pati: 2.467.900 - Rp 4.448.100

4. Pensiun dan tunjangan pokok warakawuri/duda TNI

- Golongan Tamtama hingga Bintara: Rp 1.232.700

- Golongan Pama hingga Pati: Rp 1.232.700 - Rp 2.075.800

5. Pensiun dan tunjangan pokok warakawuri/duda TNI yang meninggal

- Golongan Tamtama hingga Bintara: Rp 1.232.700-Rp 1.480.400

- Golongan Pama hingga Pati: Rp 1.645.300-Rp 2.965.400

6. Pensiun dan tunjangan warakawuri/duda TNI yang diangkat sebagai pahlawan

- Golongan Tamtama hingga Bintara: Rp 1.232.700-Rp 1.776.500

- Golongan Pama hingga Pati: Rp 1.974.300-Rp 3.558.500

7. Tunjangan pokok 1 anak yatim/piatu purnawirawan TNI yang meninggal dunia biasa

- Golongan Tamtama hingga Bintara: Rp 210.400-Rp 296.100

- Golongan Pama hingga Pati: Rp 329.100-Rp 593.100

8. Tunjangan pokok 2 anak yatim/piatu purnawirawan TNI yang meninggal dunia biasa

- Golongan Tamtama hingga Bintara : Rp 420.300-Rp 592.200

- Golongan Pama hingga Pati: Rp 658.100-Rp 1.186.200

9. Tunjangan pokok 3 anak yatim/piatu purnawirawan TNI yang meninggal dunia biasa

- Golongan Tamtama hingga Bintara: Rp 525.400-Rp 740.200

- Golongan Pama hingga Pati: Rp 822.700-Rp 1.482.700

10. Tunjangan pokok 1 anak yatim/piatu purnawirawan TNI yang meninggal karena dinas

- Golongan Tamtama hingga Bintara: Rp 210.400-Rp 296.100

- Golongan Pama hingga Pati: 329.100-Rp 593.100

11. Tunjangan pokok 2 anak yatim/piatu purnawirawan TNI yang meninggal karena dinas

- Golongan Tamtama hingga Bintara: Rp 420.300-Rp 592.200

- Golongan Pama hingga Pati: Rp 658.100-Rp 1.186.200

12. Tunjangan pokok 3 anak yatim/piatu purnawirawan TNI yang meninggal karena dinas

- Golongan Tamtama hingga Bintara: Rp 630.200-Rp 888.300

- Golongan Pama hingga Pati: Rp 987.200-Rp 1.779.300

13. Tunjangan pokok tiap anak yatim piatu purnawirawan TNI yang meninggal karena dinas dan diangkat sebagai pahlawan

- Golongan Tamtama hingga Bintara: Rp 271.100-Rp 444.200

- Golongan Pama hingga Pati: Rp 493.600-Rp 889.700

14. Tunjangan pokok orang tua anggota TNI yang meninggal karena dinas

- Golongan Tamtama hingga Bintara: Rp 410.900-Rp 740.200

- Golongan Pama hingga Pati Rp 822.700-Rp 1.482.700

(Penulis: Dian Erika Nugraheny | Editor: Icha Rastika)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei CSIS: Elektabilitas PDI-P Tertinggi di Kalangan Pemilih Muda

Survei CSIS: Elektabilitas PDI-P Tertinggi di Kalangan Pemilih Muda

Nasional
Lukas Enembe Ributkan 'Utusan Istana', Jokowi Minta Hormati Hukum

Lukas Enembe Ributkan "Utusan Istana", Jokowi Minta Hormati Hukum

Nasional
Penyiksaan Warga Mappi oleh Aparat TNI: Dipukul Pakai Balok, Papan, dan Kabel hingga Tewas

Penyiksaan Warga Mappi oleh Aparat TNI: Dipukul Pakai Balok, Papan, dan Kabel hingga Tewas

Nasional
Undang IPW ke DPR, MKD: Klarifikasi sebagai Saksi Terkait 'Private Jet' Brigjen Hendra Kurniawan

Undang IPW ke DPR, MKD: Klarifikasi sebagai Saksi Terkait "Private Jet" Brigjen Hendra Kurniawan

Nasional
Pengacara Sebut Rumah Lukas Enembe Masih Dijaga Massa, Brimob Berdatangan ke Jayapura

Pengacara Sebut Rumah Lukas Enembe Masih Dijaga Massa, Brimob Berdatangan ke Jayapura

Nasional
Mengintip 3 Tempat Judi yang Disebut-sebut Jadi Langganan Lukas Enembe

Mengintip 3 Tempat Judi yang Disebut-sebut Jadi Langganan Lukas Enembe

Nasional
Rapat Tertutup dengan DPR, BIN Bahas Keamanan Siber untuk Pemilu 2024

Rapat Tertutup dengan DPR, BIN Bahas Keamanan Siber untuk Pemilu 2024

Nasional
Nasib Berkas Perkara Ferdy Sambo dkk di Kasus Brigadir J Akan Diumumkan Kejagung Kamis Besok

Nasib Berkas Perkara Ferdy Sambo dkk di Kasus Brigadir J Akan Diumumkan Kejagung Kamis Besok

Nasional
Pengacara Lukas Datangi KPK, Ajak Dokter KPK Periksa di Papua

Pengacara Lukas Datangi KPK, Ajak Dokter KPK Periksa di Papua

Nasional
Kemenaker Raih Penghargaan Koordinasi Terbaik Sinergitas Awards 2022

Kemenaker Raih Penghargaan Koordinasi Terbaik Sinergitas Awards 2022

Nasional
DPR Papua: Keluarga Korban Mutilasi di Mimika Minta Pelaku Dihukum Mati

DPR Papua: Keluarga Korban Mutilasi di Mimika Minta Pelaku Dihukum Mati

Nasional
Ketika Prabowo Rekatkan Tangan Jenderal Andika dan Dudung Abdurachman...

Ketika Prabowo Rekatkan Tangan Jenderal Andika dan Dudung Abdurachman...

Nasional
Bawaslu Kembali Tolak Laporan Partai Pelita yang Gagal Jadi Calon Peserta Pemilu 2024

Bawaslu Kembali Tolak Laporan Partai Pelita yang Gagal Jadi Calon Peserta Pemilu 2024

Nasional
Kunker ke Sultra dan Maluku, Jokowi Cek Penyaluran Bansos BBM

Kunker ke Sultra dan Maluku, Jokowi Cek Penyaluran Bansos BBM

Nasional
Survei CSIS: Pemilih Muda Inginkan Pemimpin yang Jujur dan Tak Korupsi

Survei CSIS: Pemilih Muda Inginkan Pemimpin yang Jujur dan Tak Korupsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.