Kompas.com - 05/08/2022, 13:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) masih menemukan banyak modus penipuan menggunakan media sosial (medsos) dengan menawarkan lowongan kerja (loker) ke luar negeri.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kemenlu Judha Nugraha meminta Polri dan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menindak akun-akun tersebut agar tidak ada lagi WNI yang tertipu.

"Kami masih memantau ada berbagai akun-akun di social media masih menawarkan lowongan ini," kata Judha dalam press briefing Kemenlu, Jumat (5/8/2022).

Baca juga: Kasus Penipuan dan Perdagangan Orang di Kamboja, Total 129 WNI Telah Diselamatkan

"Kami telah membahas dengan Polri dan juga kami akan sampaikan kepada Kemenkominfo agar akun-akun tersebut dapat di-takedown dan kemudian kita bisa melakukan langkah-langkah penegakan hukum," ujar dia.

Judha menyebutkan, sejauh ini, pihaknya sudah menyelamatkan 129 orang WNI yang menjadi korban penipuan lowongan pekerjaan serupa oleh perusahaan online scam di Kamboja.

Menurut Judha, pencegahan harus dilakukan dari sisi hulu di mana banyak perusahaan yang menjanjikan tawaran pekerjaan ke luar negeri dengan iming-iming gaji fantastis meski kredibilitas perusahaannya tak bisa dicek.

Baca juga: Kemenlu Minta Filipina Repatriasi WNI ABK yang Telantar di MV Sky Fortune

Selain itu, tawaran lowongan pekerjaan itu juga tidak meminta kualifikasi yang tinggi serta pekerjanya diberangkatkan menggunakan visa wisata.

"Modus-modus ini yang menjadi poin-poin yang perlu diwaspadai oleh masyarakat kita di Indonesia," kata Judha.

Ia menegaskan, di samping upaya penegakan hukum yang dilakukan pemerintah, kesadaran masyarakat merupakan hal utama supaya kasus serupa tidak terulang.

Baca juga: 12 WNI Korban Penipuan di Kamboja Pulang ke Tanah Air Hari Ini

Sebelumnya, Judha pernah mengungkapkan bahwa kasus penipuan kerja ini kian marak dibandingkan pada  2021 di mana terdapat 119 WNI yang menjadi korban perusahaan investasi palsu.

Menurut dia, para korban mulanya terbuai dengan tawaran pekerjaan dari perusahaan investasi ilegal di Kamboja itu. Naas, setelah berangkat, mereka tak boleh meninggalkan tempat kerjanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenlu: 934 WNI Jadi Korban Penipuan Perusahaan Online Scam di Kawasan ASEAN

Kemenlu: 934 WNI Jadi Korban Penipuan Perusahaan Online Scam di Kawasan ASEAN

Nasional
KPK Lelang Jetski dan Mesin Kapal Milik Eks Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

KPK Lelang Jetski dan Mesin Kapal Milik Eks Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Nasional
Susi Pudjiastuti Titip Kejagung Selesaikan Kasus Korupsi Impor Garam

Susi Pudjiastuti Titip Kejagung Selesaikan Kasus Korupsi Impor Garam

Nasional
Polri Sebut Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan Tak Tahu Aturan FIFA

Polri Sebut Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan Tak Tahu Aturan FIFA

Nasional
Polri Update Total Korban Tragedi Kanjuruhan Jadi 678 Orang

Polri Update Total Korban Tragedi Kanjuruhan Jadi 678 Orang

Nasional
Jokowi Resmikan Pabrik Vaksin Covid-19 Berbasis mRNA Pertama di Asia Tenggara

Jokowi Resmikan Pabrik Vaksin Covid-19 Berbasis mRNA Pertama di Asia Tenggara

Nasional
Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono Punya Harta Rp 31,9 Miliar

Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono Punya Harta Rp 31,9 Miliar

Nasional
Kemenlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Penembakan Massal di Thailand

Kemenlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Penembakan Massal di Thailand

Nasional
AHY Disebut Kerahkan 'Petarungnya' untuk Dukung Anies Baswedan

AHY Disebut Kerahkan "Petarungnya" untuk Dukung Anies Baswedan

Nasional
Profil Heru Budi Hartono, Orang Dekat Jokowi yang Ditunjuk Jadi Pj Gubernur DKI

Profil Heru Budi Hartono, Orang Dekat Jokowi yang Ditunjuk Jadi Pj Gubernur DKI

Nasional
Pemerintah Susun Aturan Pengamanan Pertandingan Sepak Bola, Nantinya Diterbitkan Polri

Pemerintah Susun Aturan Pengamanan Pertandingan Sepak Bola, Nantinya Diterbitkan Polri

Nasional
Komitmen Atasi Perubahan Iklim, Indonesia Optimistis Capai Emisi Nol Bersih pada 2060

Komitmen Atasi Perubahan Iklim, Indonesia Optimistis Capai Emisi Nol Bersih pada 2060

Nasional
Ditunjuk Jokowi Jadi Pj Gubernur DKI, Ini Jawaban Heru Budi Hartono

Ditunjuk Jokowi Jadi Pj Gubernur DKI, Ini Jawaban Heru Budi Hartono

Nasional
Terbit Rencana Perangin-angin Minta Hakim Buka Blokir Rekening Pribadi dan Perusahaannya

Terbit Rencana Perangin-angin Minta Hakim Buka Blokir Rekening Pribadi dan Perusahaannya

Nasional
Susi Pudjiastuti: Mantan Pejabat Diperiksa Kasus Korupsi Itu Biasa

Susi Pudjiastuti: Mantan Pejabat Diperiksa Kasus Korupsi Itu Biasa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.