Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/07/2022, 06:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lagi-lagi, Prabowo Subianto bakal mencalonkan diri sebagai presiden.

Partai Gerindra mengonfirmasi bahwa ketua umumnya itu akan mendeklarasikan diri sebagai capres Pemilu 2024 melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang digelar pada 13 Agustus mendatang.

Rencananya, deklarasi tersebut sekaligus meresmikan koalisi Gerindra dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Muhaimin Iskandar.

Baca juga: Gerindra-PKB Segera Umumkan Koalisi, Akan Usung Prabowo-Muhaimin?

Gerindra sempat bilang, partainya sudah mengantongi nama cawapres untuk Prabowo. Namun, belum dapat dipastikan apakah pendamping Prabowo itu Muhaimin atau orang lain.

Mungkinkah kali ini impian Muhaimin jadi calon wakil presiden kesampaian? Jika bukan Muhaimin, siapa gerangan yang berhasil memikat Prabowo?

Resmikan koalisi

Selain mendeklarasikan pencapresan Prabowo, Rapimnas Gerindra rencananya juga akan meresmikan koalisi antara partai berlambang kepala Garuda itu dengan PKB.

"Pertemuan dengan pihak PKB kemarin itu juga sudah kesepakatan, akhirnya kemudian rapimnas pencapresan dan pengumuman koalisi akan dilakukan pada tanggal 13 Agustus, hitung-hitungan hari baiknya begitu," kata Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/7/2022).

Baca juga: Gerindra Undur Agenda Rapimnas dan Deklarasi Prabowo Capres ke 13 Agustus

Sebagaimana diketahui, elite Gerindra dan PKB telah beberapa kali menggelar pertemuan sejak pertengahan Juni lalu. Keduanya sepakat untuk bekerja sama pada Pemilu 2024 dengan membentuk koalisi.

"Alhamdulillah kita sudah mencapai titik-titik pertemuan, titik-titik kerja sama, titik-titik kesepakatan," kata Prabowo usai bertemu dengan Muhaimin Iskandar dan elite PKB lainnya di kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2022).

PKB sempat menyebutkan, kongsi antara partainya dan Gerindra dinamai Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.

"Moga-moga kerja sama kita ini bisa terus dilanjutkan bersama partai-partai lain untuk menuju suksesnya pilpres, suksesnya pilkada, dan susksesnya pileg di 2024," kata Cak Imin, demikian sapaan akrab Muhaimin, usai bertemu dengan Prabowo.

"Dan kita PKB dan Gerindra, visi dan tujuan perjuangan yang sama untuk NKRI yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” tuturnya.

Belum umumkan cawapres

Rapimnas Gerindra rencananya juga akan dihadiri oleh Cak Imin mewakili PKB. Namun begitu, Gerindra memastikan, Imin tak akan serta merta diumumkan sebagai calon wakil presiden Prabowo.

Menurut Gerindra, cawapres Prabowo akan ditentukan melalui forum lainnya.

"Menurut aturan kita itu soal cawapres akan ada forum lagi, sehingga nanti setelah ini ya kita akan adakan lagi forum-forum yang akan diatur menurut anggaran dasar kita," ujar Sufmi Dasco.

Baca juga: PKB Klaim Koalisinya dengan Gerindra Punya Banyak Kelebihan Dibandingkan KIB

Dasco mengatakan, Gerindra dan PKB belum memutuskan apakah akan menduetkan Prabowo dengan Muhaimin sebagai pasangan capres cawapres.

"Kita lihat saja nanti," katanya.

Awal Juli lalu Dasco sempat menyatakan bahwa partainya sudah mengantongi nama pendamping Prabowo. Namun, dia tak mengungkapkan siapa sosok itu.

"Saya tidak bisa bicara, mengenai masalah cawapres lebih lanjut, karena sesuai anggaran dasar hal ini akan dibicarakan setelah rapimnas. Walaupun nama sudah di kantong," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Ajukan Muhaimin

Sementara, PKB telah menyatakan partainya siap mengajukan nama Muhaimin sebagai cawapres Prabowo.

Namun, jika pun bukan Muhaimin yang dipilih Prabowo, PKB mengaku akan tetap legawa.

Baca juga: PKB Bentuk Koalisi dengan Gerindra, PKS: Siapa yang Ditinggalkan?

"Ya kalau koalisi PKB-Gerindra, tentu fatsun politiknya Gerindra secara kursi 78. Artinya, ketika koalisi dibangun tentu juga berbasis pada fatsun politik. PKB 58 kursi," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKB Syaiful Huda saat dihubungi, Kamis (28/7/2022).

"Jadi kalau Gerindra ngambil kursi capres ya itu wajar. Dan PKB ngambil posisi cawapres sangat wajar. Karena bagian dari fatsun politik," tuturnya.

Namun demikian, Syaiful menyebut, partainya tak punya figur lain untuk diajukan sebagai cawapres pada Pemilu 2024.

Saat ditanya potensi kader lainnya seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menurut Syaiful, PKB belum mempertimbangkan namanya.

"Enggak tahu. Kalau di kita enggak ada bahasan (cawapres Khofifah)," ucapnya.

Sosok lain

Melihat ini, Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menduga, Gerindra masih ragu untuk mengusung Muhaimin sebagai cawapres Prabowo.

Menurut Umam, alih-alih Cak Imin, Gerindra lebih mempertimbangkan Khofifah untuk melangkah ke panggung pilpres.

"Di satu sisi, PKB tentu mengharapkan nama Cak Imin sebagai cawapres," kata Umam kepada Kompas.com, Kamis (28/7/2022).

"Namun, di sisi lain, ada elemen di lingkaran inti Gerindra yang mengharapkan nama Khofifah sebagai pendamping Prabowo pada Pilpres 2024 mendatang," tuturnya.

Baca juga: Usai Rapimnas, Gerindra Bakal Buat Forum Bahas Cawapres Prabowo

Umam berpendapat, Gerindra setidaknya punya dua alasan untuk lebih mempertimbangkan Khofifah.

Pertama, partai pimpinan Prabowo itu hendak menyasar basis pemilih loyal Nahdlatul Ulama (NU), khususnya di kalangan ibu-ibu.

Kalangan Nahdliyin ini umumnya tergabung dalam jaringan Muslimat, Fatayat, maupun alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) atau Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang berasal dari akar kultural Nahdliyyin.

"Semua itu diharapkan bisa menjadi trade off atau pertukaran kekuatan pemilih, sebagai pengganti atas kekuatan dukungan yang hilang atau setidaknya menurun secara signifikan dari basis dukungan kelompok muslim di wilayah Sumatera, Jawa Barat, NTB, dan lainnya di 2024 mendatang," ujar Umam.

Kedua, kata Umam, Gerindra telah berhitung bahwa salah satu faktor kekalahan Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019 karena terjadinya defisit dukungan di wilayah Jawa Timur.

Oleh karenanya, penguasaan wilayah Jawa Timur diharapkan mampu mendorong kemenangan Prabowo pada pilpres mendatang.

Namun demikian, Umam mengatakan, upaya menyandingkan Prabowo-Khofifah berpotensi terganjal oleh sejumlah realitas politik.

Pertama, Khofifah tidak memilik rumah politik yang jelas. Kendati punya kedekatan sejarah dengan partai Islam seperti PKB dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mantan Menteri Sosial itu justru diusung oleh Demokrat dan Golkar pada Pilkada Jatim 2018.

Baca juga: Gerindra Kantongi Nama Cawapres untuk Prabowo

Kedua, lanjut Umam, PKB sebagai partai yang akan berkoalisi dengan Gerindra, diprediksi akan terus menawarkan nama Cak Imin sebagai cawapres.

Ketiga, suara Nahdliyin berpotensi terbelah pada 2024 dan tidak sesolid saat Pilpres 2019, ketika politik identitas menguat dan Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin jadi cawapres Joko Widodo.

"Indikator ketidaksolidan basis massa Nahdliyin pada 2024 mendatang ditandai oleh tersulutnya akar konflik antara elite PKB dan elite PBNU, hingga tidak adanya nama tunggal yang berpotensi menjadi pemersatu kekuatan Nahdliyin pada Pilpres 2024 mendatang," kata Umam.

Umam mengatakan, elektabilitas Imin maupun Khofifah kini masih sama-sama rendah.

Oleh karenanya, Gerindra disebut tidak berharap banyak pada elektabilitas tokoh, melainkan dukungan dari pemilih loyal Nahdliyin sebagai pengganti dari hilangnya dukungan basis pemilih Islam di Jawa Barat, Banten, hingga Sumatera yang selama ini menopang partai tersebut.

"Karena itu, yang diinginkan Gerindra adalah mendapatkan nama Cawapres yang benar-benar bisa mengonsolidasikan basis suara Nahdliyin," kata dosen Universitas Paramadina itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Buah Sambo Peraih Adhi Makayasa Klaim Jadi yang Pertama Bongkar Kasus 'Obstruction of Justice'

Anak Buah Sambo Peraih Adhi Makayasa Klaim Jadi yang Pertama Bongkar Kasus "Obstruction of Justice"

Nasional
Setelah Bos Indosurya Divonis Lepas, Pemerintah Ajukan Kasasi, Buka Penyelidikan Baru, hingga Buru 1 DPO

Setelah Bos Indosurya Divonis Lepas, Pemerintah Ajukan Kasasi, Buka Penyelidikan Baru, hingga Buru 1 DPO

Nasional
Dinamika Komunikasi Politik Nasdem: Bertemu Jokowi, Kunjungi Gerindra-PKB dan 'Mesra' dengan Golkar

Dinamika Komunikasi Politik Nasdem: Bertemu Jokowi, Kunjungi Gerindra-PKB dan 'Mesra' dengan Golkar

Nasional
Ketika Kemiskinan Dibincangkan di Hotel dan Studi Banding

Ketika Kemiskinan Dibincangkan di Hotel dan Studi Banding

Nasional
Derita dan Pembelaan Terakhir 6 Anak Buah Ferdy Sambo...

Derita dan Pembelaan Terakhir 6 Anak Buah Ferdy Sambo...

Nasional
Ungkap Jasanya Serahkan Salinan Rekaman CCTV, Anak Buah Sambo: Ketulusan Diganjar Tuntutan Penjara 2 Tahun

Ungkap Jasanya Serahkan Salinan Rekaman CCTV, Anak Buah Sambo: Ketulusan Diganjar Tuntutan Penjara 2 Tahun

Nasional
KPK Jebloskan Eks Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia ke Lapas Sukamiskin

KPK Jebloskan Eks Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia ke Lapas Sukamiskin

Nasional
Kecewanya Baiquni Wibowo, Sebut Tak Punya Utang Budi ke Ferdy Sambo dan Tidak Berniat Tanam Budi

Kecewanya Baiquni Wibowo, Sebut Tak Punya Utang Budi ke Ferdy Sambo dan Tidak Berniat Tanam Budi

Nasional
Nasdem Tampik Surya Paloh Ngotot Ingin Bertemu Megawati

Nasdem Tampik Surya Paloh Ngotot Ingin Bertemu Megawati

Nasional
Nasdem Buka Suara soal Kasus Dugaan Korupsi BTS 4G di Kominfo

Nasdem Buka Suara soal Kasus Dugaan Korupsi BTS 4G di Kominfo

Nasional
[POPULER NASIONAL] Menkes soal Kasus Diabetes Anak Naik | Bawahan Sambo Bongkar Budaya Sulit Perintah Atasan di Polri

[POPULER NASIONAL] Menkes soal Kasus Diabetes Anak Naik | Bawahan Sambo Bongkar Budaya Sulit Perintah Atasan di Polri

Nasional
Cara Mengubah Data di KTP Elektronik

Cara Mengubah Data di KTP Elektronik

Nasional
Cara Memperbaiki KTP-el yang Salah Data

Cara Memperbaiki KTP-el yang Salah Data

Nasional
Tanggal 10 Februari Hari Memperingati Apa?

Tanggal 10 Februari Hari Memperingati Apa?

Nasional
Surya Paloh Kembali Bertemu Luhut, Bahas Apa?

Surya Paloh Kembali Bertemu Luhut, Bahas Apa?

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.