Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mardani Maming Tampak Kenakan Rompi Oranye KPK, Tangan Diborgol

Kompas.com - 28/07/2022, 21:38 WIB
Syakirun Ni'am,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming yang menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait izin tambang, terlihat mengenakan rompi oranye bertuliskan "Tahanan KPK".

Rompi itu tampak sudah dikenakan saat Maming turun dari ruang penyidik di lantai dua Gedung Merah Putih KPK pukul 21.27 WIB.

Maming turun dikawal ketat sejumlah petugas KPK. Tangan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Kalimantan Selatan itu juga tampak diborgol.

Baca juga: Dua Hari Status Buron Mardani Maming, Berujung Penyerahan Diri ke KPKBaca juga: Hasil Indonesia Vs Thailand 0-3, Garuda Pertiwi Tak Lolos Semifinal Piala AFF Wanita U18 2022

Sebelumnya, Mardani H Maming menyerahkan diri ke KPK setelah gugatan praperadilan yang diajukannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) kandas.

Hakim tunggal PN Jaksel mempertimbangkan status daftar pencarian orang (DPO) Maming yang ditetapkan Komisi Antirasuah sebelumnya.

Maming diketahui tidak memenuhi dua panggilan penyidik KPK. Pemeriksaan pertama dijadwalkan pada 14 Juli. Namun, Maming absen dengan alasan praperadilan masih berjalan di PN Jaksel.

Baca juga: KPK Minta Buron Lain Menyerahkan Diri seperti Mardani Maming

Pemeriksaan kedua dijadwalkan pada 21 Juli. Namun, Maming kembali absen. KPK kemudian menjemput paksa Maming pada 25 Juli tapi ia tidak ditemukan di apartemennya.

KPK kemudian menetapkan Maming sebagai buron pada 26 Juli. Komisi Antirasuah itu mengumumkan ciri-ciri dan foto Maming.

Maming diduga mendapat fasilitas hingga biaya mendirikan sejumlah perusahaan setelah memberikan izin tambang ke PT Prolindo Cipta Nusantara.

Ia juga diduga menerima suap dengan jumlah lebih dari Rp 104,3 miliar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com