Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KSAD Dudung Jenguk Istri Kopda Muslimin yang Ditembak di Semarang

Kompas.com - 25/07/2022, 15:13 WIB
Achmad Nasrudin Yahya,
Icha Rastika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menjenguk istri Kopda Muslimin, Rina Wulandari (34) yang menjalani perawatan di RSUP Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/7/2022).

Rina menjadi korban penembakan beberapa waktu lalu. Kopda Muslimin yang merupakan anggota Batalyon Arhanud 15/DBY diduga menjadi dalang di balik kasus ini penembakan tersebut.

Kepada Rina, Dudung menyampaikan keprihatinannya.

"Saya sangat prihatin dan berharap ibu Rina Wulandari bisa segera pulih dan beraktivitas seperti sedia kala," kata Dudung dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Jendral Dudung Minta Kopda Muslimin Segera Ditemukan dan Dihukum Jika Terbukti Terlibat Penembakan

Adapun satu proyektil yang bersarang di perut Rina sudah diangkat setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Hermina, Banyumanik, Semarang.

Saat menjenguk Rina, Dudung didampingi sejumlah pejabat utama TNI AD dan Kodam IV/Diponegoro.

Kasus penembakan istri anggota TNI di Perumahan Grand Cemara, Kota Semarang, Jawa Tengah sudah mencapai titik terang. 

Pada Jumat (22/7/2022), polisi menangkap salah satu pelaku yang bertugas sebagai eksekutor.

Pelaku diringkus saat mencoba melarikan diri melalui perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Baca juga: Pesan Khusus KSAD Dudung untuk 292 Perwira Akmil yang Baru Dilantik Jokowi

Kemudian, polisi kembali menangkap empat terduga penembak istri anggota TNI itu, sehingga saat ini penembak istri anggota TNI yang berjumlah lima orang berhasil diamankan.

"Ada lima (ditangkap), yang satu itu penyedia senjata," ujar Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar, saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (23/7/2022).

Kini, aparat tengah memburuh Kopda Muslimin yang diduga menjadi dalamg di balik kasus penembakan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Terima Uang Rp 40 M dalam Kasus BTS 4G, Achsanul Qosasi Diadili 7 Maret

Terima Uang Rp 40 M dalam Kasus BTS 4G, Achsanul Qosasi Diadili 7 Maret

Nasional
Pemuda Penyandang Disabilitas Kali Pertama Lolos Seleksi SIPSS Polri 2024

Pemuda Penyandang Disabilitas Kali Pertama Lolos Seleksi SIPSS Polri 2024

Nasional
Yusrizki Muliawan Divonis 2 Tahun Penjara di Kasus BTS 4G, Kejagung Banding

Yusrizki Muliawan Divonis 2 Tahun Penjara di Kasus BTS 4G, Kejagung Banding

Nasional
Lonjakan Suara PSI dan Penjelasan KPU yang Tidak Lugas

Lonjakan Suara PSI dan Penjelasan KPU yang Tidak Lugas

Nasional
Tanggal 5 Maret 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 5 Maret 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Suara PSI Tiba-tiba Melonjak, Grace: Kenapa yang Disorot Hanya PSI?

Suara PSI Tiba-tiba Melonjak, Grace: Kenapa yang Disorot Hanya PSI?

Nasional
Sudirman Said Sebut Pendukung Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud akan Lebih Sering Bertemu

Sudirman Said Sebut Pendukung Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud akan Lebih Sering Bertemu

Nasional
Rekapitulasi Suara KPU Sabtu Siang hingga Petang: Prabowo Menang di 6 PPLN, Ganjar 5, Anies 1

Rekapitulasi Suara KPU Sabtu Siang hingga Petang: Prabowo Menang di 6 PPLN, Ganjar 5, Anies 1

Nasional
Era Jokowi Tak Ada Hak Angket, Jimly: 10 Tahun Kok DPR-nya Memble

Era Jokowi Tak Ada Hak Angket, Jimly: 10 Tahun Kok DPR-nya Memble

Nasional
Kata KPU soal Suara PSI yang Tiba-tiba Melonjak di Situs 'Real Count'

Kata KPU soal Suara PSI yang Tiba-tiba Melonjak di Situs "Real Count"

Nasional
Sudirman Said Khawatir Ada Skenario Seluruh Parpol Jadi Koalisi Pemerintah

Sudirman Said Khawatir Ada Skenario Seluruh Parpol Jadi Koalisi Pemerintah

Nasional
GASPOL! Hari Ini: Kisah Megawati Terima Kekalahan Tanpa Gugat SBY ke MK

GASPOL! Hari Ini: Kisah Megawati Terima Kekalahan Tanpa Gugat SBY ke MK

Nasional
PGRI Dorong Kemendikbud Susun Mekanisme agar Sekolah Tak Tutupi Kasus 'Bullying'

PGRI Dorong Kemendikbud Susun Mekanisme agar Sekolah Tak Tutupi Kasus "Bullying"

Nasional
PGRI Tegaskan Sekolah Harus Bebas 'Bullying', Termasuk terhadap Guru

PGRI Tegaskan Sekolah Harus Bebas "Bullying", Termasuk terhadap Guru

Nasional
Jadi Ketum PB Forki, Hadi Tjahjanto Ingin Karate RI Rebut Banyak Medali Internasional

Jadi Ketum PB Forki, Hadi Tjahjanto Ingin Karate RI Rebut Banyak Medali Internasional

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com