Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Perketat Pengendalian Perdagangan Hiu dan Pari, KKP Tingkatkan Keterampilan SDM

Kompas.com - 24/07/2022, 19:55 WIB
Nana Triana,
Wandha Nur Hidayat

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com - Hiu dan pari merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang kini menjadi perhatian global karena keberadaannya makin terancam. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun terus meningkatkan pengendalian perdagangan kedua ikan tersebut.

Tak hanya itu, KKP juga memperkuat pengawasan perdagangan komoditas hiu dan pari dengan membekali aparat kemampuan mengidentifikasi pari kekeh, pari kikir, serta karkas hiu dan pari di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara (PPSNJZ) pada Rabu dan Kamis (20-21/7/2022).

Pelatihan ini merupakan bentuk kerja sama antara KKP melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) dengan Yayasan Rekam Nusantara dan Centre for Environment, Fisheries, and Aquaculture Science (CEFAS) Inggris.

Baca juga: Menanti Duet Alex Marquez dan Diggia di Gresini Racing

Pelatihan diikuti 30 orang peserta yang terdiri dari penyuluh perikanan, pengusaha penangkapan ikan, serta aparatur sipil negara (ASN) KKP dari Direktorat Pengelola Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Menurut Kepala BRSDM, I Nyoman Radiarta, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan SDM dalam mengidentifikasi produk hiu dan pari sebelum dilalulintaskan ke pasar dagang nasional dan internasional.

“Pelatihan tersebut sejalan dengan arah kebijakan KKP dalam menjaga kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan di sektor kelautan melalui penerapan ekonomi biru,” kata Nyoman Radiarta dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Minggu (24/7/2022).

Pelatihan mengangkat tema potensi dan keanekaragaman sumber daya hiu dan pari Indonesia yang tinggi. Tercatat, 13 persen dari total produksi hiu dan pari dunia berasal dari Indonesia dengan nilai ekspor yang cukup signifikan, yaitu mencapai Rp 1,4 triliun berdasarkan hasil kajian pada 2018.

Baca juga: KKP Boyong Produk Perikanan Indonesia sampai ke 138 Negara

Terdapat tiga narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan tersebut. Pertama, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (Dit. KKHL) DJPRL Endratno yang membekali peserta dengan materi peraturan perundang-undangan konservasi jenis hiu dan pari.

Kemudian, Nurmila Anwar dari Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang. Nurmila memberikan materi cara mengidentifikasi pari kekeh dan pari kikir. Sementara yang terakhir, juga dari LPSPL Serang, Budi Raharjo yang memberi materi identifikasi karkas hiu dan pari.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) BRSDM, Lilly Aprilya Pregiwati, menerangkan pengetahuan identifikasi penting untuk memastikan hiu dan pari yang diperdagangkan bukan jenis yang dilindungi.

Selain itu, pemahaman aparat tentang peraturan perundangan yang berlaku juga penting agar perdagangan hiu dan pari sesuai dengan mekanisme perdagangan yang diatur dalam the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

“Pari kekeh merupakan jenis dari ikan pari yang paling diminati karena sirip dan dagingnya memiliki nilai ekonomis yang tinggi di pasar dagang nasional maupun internasional. Begitu pula dengan jenis hiu dan pari lainnya yang kerap diburu oleh masyarakat pesisir Jawa dan Kalimantan,” jelas Lilly.

Baca juga: KKP: Penangkapan Ikan Berbasis Kuota Akan Sejahterakan Nelayan Tradisional

Lilly menjelaskan, pari kekeh dan pari kikir hidup di perairan dengan habitat pesisir sehingga mudah ditangkap secara berlebihan, sehingga kelestarian kedua jenis ikan ini terancam. Apalagi, pari kekeh dan pari kikir memiliki pertumbuhan dan reproduksi yang rendah.

Peserta pelatihan mengunjungi PT Mitranian Anugerah Samudraindo (MAS) di Muara Angke, Jakarta Utara untuk melihat dan mengidentifikasi langsung produk hiu dan pari.(Dok. Humas Kementerian KP) Peserta pelatihan mengunjungi PT Mitranian Anugerah Samudraindo (MAS) di Muara Angke, Jakarta Utara untuk melihat dan mengidentifikasi langsung produk hiu dan pari.

Selain diajarkan cara mengidentifikasi, peserta pelatihan juga diajak mengunjungi pabrik PT Mitranian Anugerah Samudraindo (MAS) di Muara Angke untuk melihat dan mengidentifikasi langsung produk hiu dan pari guna meningkatkan keterampilan peserta di lapangan.

Perwakilan Yayasan Rekam Nusantara, Oktavianto, mengatakan pelatihan yang digelar kali ini bukan yang pertama. Kerja sama pelatihan identifikasi pari kekeh, pari kikir, dan karkas hiu sudah diadakan sebanyak lima kali di berbagai lokasi berbeda sejak 2019.

Halaman:


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com