Kompas.com - 05/07/2022, 18:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menyarankan pemerintah kembali memberlakukan bekerja dari rumah (work from home/WFH) seiring dengan naiknya level PPKM di wilayah Jabodetabek menjadi level 2.

Kendati begitu, dia mengatakan, WFH hanya diberlakukan kepada orang sakit yang imunitasnya lemah, atau orang yang sebelumnya berkontak dengan terjangkit Covid-19.

"Orang sakit orang dalam kasus kontak harus WFH," Kata Dicky kepada Kompas.com, Selasa (5/7/2022).

Dicky menyebut, pemberlakuan WFH merupakan salah satu dari sekian banyak cara meminimalkan penularan Covid-19.

Baca juga: Kota Tangerang PPKM Level 2, Kegiatan Keagamaan Dibatasi 75 Persen

Adapun cara lainnya, seperti kembali memakai masker di luar ruangan dan menjadikan vaksin dosis ketiga sebagai syarat perjalanan dan masuk malam, sudah dan akan dilakukan pemerintah.

"Kemudian (berlakukan) WFH. Sekarang ini enggak (diberlakukan WFH) begitu, dan ini yang akan mempercepat (penularan). Implementasi seperti itu efektif dan tidak mengganggu secara signifikan pemulihan," ucap Dicky.

Baca juga: PPKM Level 2 Jakarta, Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal Tetap Digelar dengan Saf Rapat

Dicky memprediksi, kasus infeksi Covid-19 kembali mencuat dan bisa menimbulkan gelombang ke-4 usai Omicron.

Hal ini diakibatkan oleh mutasi sub varian Omicron B.A4 dan B.A5,  serta adanya mutasi baru BA.2.75 yang sudah ditemukan di India.

Dia menilai, kasus infeksi kemungkinan akan jauh lebih banyak ketimbang kasus Delta atau Omicron sebelumnya karena kemampuan B.A4 dan B.A5 dalam menginfeksi bisa menyasar orang yang sudah memiliki imunitas dari vaksin Covid-19.

Baca juga: Jabodetabek Kembali PPKM Level 2, Ini Aturan Lengkapnya

Virus ini juga menyebabkan reinfeksi atau infeksi berulang pada orang yang pernah terjangkit Covid-19.

"Dan ini serius karena bicara orang yang pulih ini bukan berarti betul-betul pulih. Akan ada sekitar 1/5 berpotensi long Covid-19 dan menjadi masalah serius. Ini akan menjadi beban kesehatan atau pembangunan kesehatan di periode berikutnya," jelas Dicky.

Baca juga: Masa Libur Sekolah, Jumlah Penumpang KRL Jabodetabek di Akhir Pekan Meningkat

Sebagai informasi, kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir hingga pukul 12.00 WIB hari ini naik 2.577 kasus. Penambahan kasus baru itu tersebar di 26 provinsi. Dengan demikian, total kasus konfirmasi Covid-19 di Tanah Air berjumlah 6.097.928 orang.

Menurut data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, penambahan tertinggi ada di DKI Jakarta dengan 1.276 kasus, Jawa Barat 555 kasus, dan Banten 324 kasus. Adapun jumlah kasus sembuh naik 1.691 kasus dan jumlah kasus meninggal naik 8 kasus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prinsip Kode Etik Hakim

Prinsip Kode Etik Hakim

Nasional
Prinsip Hukum Internasional dalam Penyelesaian Sengketa Internasional

Prinsip Hukum Internasional dalam Penyelesaian Sengketa Internasional

Nasional
Kasus Pernikahan Dini di Indonesia

Kasus Pernikahan Dini di Indonesia

Nasional
Berkaca AS, Fadli Zon Usul Batas Usia Minimal Capres-Cawapres 35 Tahun

Berkaca AS, Fadli Zon Usul Batas Usia Minimal Capres-Cawapres 35 Tahun

Nasional
Jika Ingin Tinggalkan 'Legacy', Jokowi Ditantang Buat Perppu untuk Hapus Presidential Threshold

Jika Ingin Tinggalkan "Legacy", Jokowi Ditantang Buat Perppu untuk Hapus Presidential Threshold

Nasional
Kiai Sarankan Muhaimin Cawapres, Gerindra: Itu Salah Satu Opsi, Finalnya Tahun Depan

Kiai Sarankan Muhaimin Cawapres, Gerindra: Itu Salah Satu Opsi, Finalnya Tahun Depan

Nasional
Kejagung: Pelimpahan Tahap II Ferdy Sambo dkk Digelar Senin Lusa di Kejari Jakarta Selatan

Kejagung: Pelimpahan Tahap II Ferdy Sambo dkk Digelar Senin Lusa di Kejari Jakarta Selatan

Nasional
UPDATE 1 Oktober 2022: Bertambah 1.639, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.433.263

UPDATE 1 Oktober 2022: Bertambah 1.639, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.433.263

Nasional
Aswanto Dicopot DPR Gara-gara Batalkan UU, Jimly: Hakim MK Bukan Orang DPR

Aswanto Dicopot DPR Gara-gara Batalkan UU, Jimly: Hakim MK Bukan Orang DPR

Nasional
Jimly Sebut Sekjen MK Dipanggil DPR Mendadak untuk 'Fit and Propet Test' Gantikan Aswanto

Jimly Sebut Sekjen MK Dipanggil DPR Mendadak untuk "Fit and Propet Test" Gantikan Aswanto

Nasional
Presidential Threshold hingga Batas Usia Minimal Capres Kebiri Demokrasi di Indonesia

Presidential Threshold hingga Batas Usia Minimal Capres Kebiri Demokrasi di Indonesia

Nasional
Panasnya Demokrat dan PDI-P, Dua Poros Magnet yang Hampir Mustahil Bersatu

Panasnya Demokrat dan PDI-P, Dua Poros Magnet yang Hampir Mustahil Bersatu

Nasional
Sembilan Eks Hakim MK Berkumpul Soroti Pencopotan Aswanto

Sembilan Eks Hakim MK Berkumpul Soroti Pencopotan Aswanto

Nasional
Sikap DPR yang Tiba-tiba Copot Hakim MK Aswanto Harusnya Batal Demi Hukum

Sikap DPR yang Tiba-tiba Copot Hakim MK Aswanto Harusnya Batal Demi Hukum

Nasional
Politisi Nasdem Harap Usia Minimal Capres 21 Tahun, tapi Jangan Hanya Lulusan SMA

Politisi Nasdem Harap Usia Minimal Capres 21 Tahun, tapi Jangan Hanya Lulusan SMA

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.