Kompas.com - 23/06/2022, 05:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) menyoroti tren harga pangan yang terus melambung beberapa pekan belakangan.

"Menghadapi Idul Adha kami mencatat beberapa komoditas cukup tinggi di Jabodetabek dan beberapa daerah lain," kata Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan dalam keterangan resmi kepada Kompas.com, Rabu (22/6/2022).

"Per kilogram, cabai rawit tembus di harga Rp 110.000, cabai merah keriting mencapai Rp 90.000 cabai merah besar Rp 85.000, bawang merah tembus Rp 60.000, ayam di kisaran Rp 40.000, kemudian telur tertinggi Rp 29.000 dan beberapa komoditas lain," jelasnya.

Baca juga: Cerita Pedagang Datangkan Hewan Kurban dari Luar Daerah di Tengah Wabah PMK, Biaya Operasional Lebih Mahal

Reynaldi menyebut, pemerintah perlu memperhatikan keadaan di mana harga komoditas di berbagai negara juga tengah melambung.

Banyak negara juga menahan ekspor komoditas strategis, termasuk ke Indonesia.

Baca juga: Pemprov DKI: Harga Cabai Mahal Akibat Pasokan Berkurang

DPP IKAPPI mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan Badan Pangan Nasional dan semua pemangku kepentingan memastikan produksi dan stok cukup pada periode kuartal ini.

"Kami merekomendasikan, pertama, Kemendag dan Kementan tidak saling menyalahkan dan saling berkoordinasi dalam rangka memastikan stok aman, distribusi terdorong dengan baik di pasar-pasar," ujar Reynaldi.

"Kedua kami meminta kepada pemerintah untuk membantu subsidi distribusi dari wilayah-wilayah yang surplus ke wilayah-wilayah yang kebutuhan konsumsinya cukup besar," ia menambahkan.

Baca juga: Pedagang di Pasar Semarang Mengeluh, Sering Jadi Sasaran Amuk Pembeli karena Harga Bawang Mahal

Reynaldi melanjutkan, omzet pedagang yang turun drastis seharusnya jadi perhatian serius pemerintah, begitu pun dengan daya beli masyarakat yang menurun.

"Kami meminta kepada pemerintah untuk bersama-sama menjaga dan memulai pemangkasan rantai distribusi yang cukup panjang, karena ini berdampak kepada harga," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.