Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ahli Sebut PPKM Sudah Cukup Baik buat Redam Kenaikan Kasus Covid-19

Kompas.com - 17/06/2022, 11:19 WIB
Aryo Putranto Saptohutomo

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli kesehatan masyarakat Hermawan Saputra mengatakan, penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah tepat, di tengah kenaikan kasus infeksi harian Covid-19 akibat subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

"Penerapan PPKM yang tetap menggunakan level saya pikir cukup baik," kata Hermawan saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/6/2022).

Akan tetapi, Hermawan berharap kebijakan PPKM juga ditunjang oleh kampanye pelaksanaan protokol kesehatan 5M yang gencar. Protokol kesehatan itu adalah menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Hermawan menganjurkan masyarakat tetap tidak mengabaikan penggunaan masker dan protokol kesehatan lain, walaupun Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah melonggarkan penggunaan masker dengan syarat hanya di ruangan terbuka dan tidak berkerumun.

Baca juga: UPDATE 16 Juni: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 80,82 Persen

Sebab menurut Hermawan, protokol kesehatan terbukti bisa mencegah penularan dan penyebaran Covid-19, selain langkah melakukan vaksinasi.

Di sisi lain, dia mengingatkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mencabut status pandemi Covid-19 sehingga masyarakat diharapkan tetap waspada, tetapi tidak perlu panik terkait kenaikan kasus infeksi harian.

"Kita kan tidak mau pasca Covid ini kan menjadi pandemi, maunya kan endemi, kasus tetap ada tetapi terkendali," kata Hermawan yang juga anggota Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

Pada Kamis (16/6/2022) kemarin, tercatat ada penambahan 1.173 kasus baru Covid-19. Sedangkan pada Rabu (15/6/2022) tercatat ada 1.242 kasus baru infeksi Covid-19.

Dengan penambahan kasus harian Covid-19 yang mencapai lebih dari 1.000, kini kasus Covid-19 mencapai 6.064.424 terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Jumlah kasus sembuh Covid-19 di Indonesia hingga saat ini mencapai 5.901.083. Sedangkan kasus kematian dari Covid-19 kini mencapai 156.673.

Baca juga: UPDATE 16 Juni: Kasus Harian Covid-19 Bertambah 1.173

Selain itu, menurut data pemerintah hingga Kamis kemarin tercatat jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama yakni sebanyak 201.062.096 orang atau 96,54 persen.

Selain itu, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis kedua yaitu 168.322.378 orang atau 80,82 persen dari total target sasaran vaksinasi.

Sedangkan masyarakat yang sudah menerima vaksinasi dosis ketiga atau booster mencapai 48.494.728 dosis atau 23,29 persen.

Pemerintah telah menetapkan sasaran vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) yaitu 208.265.720 orang.

Sasaran vaksinasi itu terdiri atas tenaga kesehatan, lanjut usia petugas publik, masyarakat rentan, dan masyarakat umum termasuk remaja dan anak-anak.

Baca juga: Sentra Vaksinasi Covid-19 Digelar Saat Uji Coba Pembukaan Kawasan Monas

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

4 Poin Penting PP Tapera: Syarat Kepesertaan hingga Besaran Iurannya

4 Poin Penting PP Tapera: Syarat Kepesertaan hingga Besaran Iurannya

Nasional
DPR Setujui Revisi 4 Undang-Undang sebagai Usul Inisiatif

DPR Setujui Revisi 4 Undang-Undang sebagai Usul Inisiatif

Nasional
Menyoal Putusan Sela Gazalba Saleh, Kewenangan Penuntutan di UU KPK dan KUHAP

Menyoal Putusan Sela Gazalba Saleh, Kewenangan Penuntutan di UU KPK dan KUHAP

Nasional
Achsanul Qosasi Akui Terima Uang dari Proyek BTS: Saya Khilaf

Achsanul Qosasi Akui Terima Uang dari Proyek BTS: Saya Khilaf

Nasional
Warga Kampung Susun Bayam Keluhkan Kondisi Huntara: Banyak Lubang, Tak Ada Listrik

Warga Kampung Susun Bayam Keluhkan Kondisi Huntara: Banyak Lubang, Tak Ada Listrik

Nasional
Dikonfrontasi Jaksa, Istri SYL Tetap Bantah Punya Tas Dior dari Duit Kementan

Dikonfrontasi Jaksa, Istri SYL Tetap Bantah Punya Tas Dior dari Duit Kementan

Nasional
Bos Maktour Travel Mengaku Hanya Diminta Kementan Reservasi Perjalanan SYL ke Saudi, Mayoritas Kelas Bisnis

Bos Maktour Travel Mengaku Hanya Diminta Kementan Reservasi Perjalanan SYL ke Saudi, Mayoritas Kelas Bisnis

Nasional
Jadi Tenaga Ahli Kementan, Cucu SYL Beralasan Diminta Kakek Magang

Jadi Tenaga Ahli Kementan, Cucu SYL Beralasan Diminta Kakek Magang

Nasional
Jadi Ahli Sengketa Pileg, Eks Wakil Ketua MK: Sistem Noken Rentan Dimanipulasi Elite

Jadi Ahli Sengketa Pileg, Eks Wakil Ketua MK: Sistem Noken Rentan Dimanipulasi Elite

Nasional
Putusan Bebas Gazalba Saleh Dikhawatirkan Bikin Penuntutan KPK Mandek

Putusan Bebas Gazalba Saleh Dikhawatirkan Bikin Penuntutan KPK Mandek

Nasional
Polemik Putusan Sela Gazalba, KPK Didorong Koordinasi dengan Jaksa Agung

Polemik Putusan Sela Gazalba, KPK Didorong Koordinasi dengan Jaksa Agung

Nasional
Jadi Ahli Sengketa Pileg, Eks Hakim MK: Mayoritas Hasil Pemilu di Papua Harus Batal

Jadi Ahli Sengketa Pileg, Eks Hakim MK: Mayoritas Hasil Pemilu di Papua Harus Batal

Nasional
UKT Batal Naik Tahun Ini, Pemerintah Dinilai Hanya Ingin Redam Aksi Mahasiswa

UKT Batal Naik Tahun Ini, Pemerintah Dinilai Hanya Ingin Redam Aksi Mahasiswa

Nasional
Komisi X Apresiasi Pemerintah karena Batalkan Kenaikan UKT Mahasiswa

Komisi X Apresiasi Pemerintah karena Batalkan Kenaikan UKT Mahasiswa

Nasional
Jokowi Bertemu Sekjen OECD di Istana Bogor

Jokowi Bertemu Sekjen OECD di Istana Bogor

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com