Kompas.com - 16/06/2022, 17:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, unjuk rasa yang dilakukan masyarakat saat ini, jauh lebih ramai di media sosial daripada di lapangan.

Hal ini disampaikan Mahfud dalam Rapat Koordinasi dengan penjabat (Pj) kepala daerah, di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

"Kondisi perkembangan sosial budaya terus juga membaik dibandingkan tahun sebelumnya, unjuk rasa masyarakat lebih ramai di medsos, daripada faktanya," kata Mahfud dalam paparannya.

Baca juga: Mahfud Minta Pj Kepala Daerah Kawal Pelaksanaan Pemilu Serentak dan Waspadai Konflik Politik Identitas

Ia kemudian mencontohkan pengalamannya saat menghadapi wacana unjuk rasa yang menyebutkan bahwa jabatan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) akan selesai.

Saat itu, menurut dia, wacana unjuk rasa tersebut ramai di media sosial dengan narasi "Jokowi Endgame" dan sejenisnya.

"Dulu, ada cerita tentang apa Pak 'Jokowi endgame', pokoknya Jokowi akan jatuh kan tanggal sekian. Itu ramai di medsos, ramai flyer," ucap dia.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Kejagung Dapat Apresiasi dari Dewan HAM PBB

Kemudian, ia bersama sejumlah menteri dan aparat penegak hukum, yakni menteri dalam negeri, Panglima TNI, dan Kapolri, melakukan rapat koordinasi menghadapi wacana tersebut.

Tetapi ternyata, wacana tersebut hanya ramai di media sosial.

"Betul tidak ada apa-apa, enggak ada apa-apa," ujarnya.

Selanjutnya, ia mengatakan, sempat ada ajakan unjuk rasa serupa yang isinya tentang penurunan Jokowi sebagai Presiden. Namun, rupanya unjuk rasa itu tidak terjadi di lapangan.

"Yang terakhir 11 April itu. Pokoknya sudah ada pesta lah, Pak Jokowi turun, ada presiden baru tanggal 11, ternyata enggak ada apa apa juga," kata dia.

Baca juga: Mahfud MD Sebut PBB Tidak Memandang Ada Pelanggaran HAM di Papua

Karena itu, Mahfud menilai, fenomena ini menunjukkan masyarakat mulai sadar dengan penggunaan media sosial. 

"Ini sudah mulai tumbuh bahwa medsos masih merajalela, itulah tugas kita," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejagung Bidik Aset Surya Darmadi di Luar Negeri

Kejagung Bidik Aset Surya Darmadi di Luar Negeri

Nasional
Prabowo Kembali Puji Jokowi, Kali Ini Soal 'Team Work'

Prabowo Kembali Puji Jokowi, Kali Ini Soal "Team Work"

Nasional
Selain di Jambi, Densus 88 Juga Tangkap 3 Terduga Teroris di Jakarta dan Sumsel

Selain di Jambi, Densus 88 Juga Tangkap 3 Terduga Teroris di Jakarta dan Sumsel

Nasional
JPPR Nilai Antusiasme Publik Bentuk Partai Belum Diimbangi Keseriusan Bangun Jaringan

JPPR Nilai Antusiasme Publik Bentuk Partai Belum Diimbangi Keseriusan Bangun Jaringan

Nasional
UPDATE 16 Agustus: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,68 Persen, Ketiga 25,10 Persen

UPDATE 16 Agustus: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,68 Persen, Ketiga 25,10 Persen

Nasional
Diretas “Indian Cyber Mafia”, Situs Web Kostrad Kini dalam Perbaikan

Diretas “Indian Cyber Mafia”, Situs Web Kostrad Kini dalam Perbaikan

Nasional
Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris Jaringan Anshor Daulah di Jambi

Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris Jaringan Anshor Daulah di Jambi

Nasional
UPDATE 16 Agustus 2022: Bertambah 5.869, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.292.231

UPDATE 16 Agustus 2022: Bertambah 5.869, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.292.231

Nasional
ICW Kritik Pidato Jokowi Terkait Isu Pemberantasan Korupsi

ICW Kritik Pidato Jokowi Terkait Isu Pemberantasan Korupsi

Nasional
Soal Penanganan Kasus Kematian Brigadir J, Puan: Ini Momentum Polri Perbaiki Kinerja

Soal Penanganan Kasus Kematian Brigadir J, Puan: Ini Momentum Polri Perbaiki Kinerja

Nasional
Komisi III DPR Berkomitmen Segera Selesaikan RUU KUHP

Komisi III DPR Berkomitmen Segera Selesaikan RUU KUHP

Nasional
Cak Imin Sebut Ada yang Tak Ingin Koalisi PKB-Gerindra Terbentuk: Dari Internal dan Eksternal

Cak Imin Sebut Ada yang Tak Ingin Koalisi PKB-Gerindra Terbentuk: Dari Internal dan Eksternal

Nasional
Cak Imin: Banyak yang Minta Saya Tidak Berkoalisi dengan Prabowo

Cak Imin: Banyak yang Minta Saya Tidak Berkoalisi dengan Prabowo

Nasional
Indonesia Ajukan Perluasan Landas Kontinen Setara 1,5 Kali Pulau Sumatera

Indonesia Ajukan Perluasan Landas Kontinen Setara 1,5 Kali Pulau Sumatera

Nasional
Pimpinan MKD Usul Tolak Laporan Sahabat Mahfud terhadap Bambang Pacul

Pimpinan MKD Usul Tolak Laporan Sahabat Mahfud terhadap Bambang Pacul

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.