Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengaku Masih "Wait and See", PKS Bantah Condong ke Anies Baswedan untuk Pilpres

Kompas.com - 13/06/2022, 09:01 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Icha Rastika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al-Habsyi mengatakan bahwa PKS masih terbuka kepada siapa saja tokoh calon presiden (capres) untuk didukung Pilpres 2024.

Menurut Aboe, PKS membantah jika dinilai orang cenderung mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres.

"PKS wait and see sampai sekarang. Kita tunggu sampai ada perkembangan yang menarik. Enggak (cenderung mendukung Anies) enggak ada, enggak ada," kata Aboe dalam wawancara yang dikutip dari YouTube Tribun Network, Senin (13/6/2022).

Kendati begitu, Aboe tak menampik bahwa PKS memang dekat dengan Anies Baswedan.

Tak hanya kepada Anies, PKS juga berkomunikasi dengan tokoh lain.

"Kita komunikasi komunikasi. Komunikasi dengan ini ketemu, dengan ini ketemu, ketemu semua pak. Ya tidak harus dipublish," ujar dia.

Aboe juga menyampaikan, terkait Pilpres 2024, sikap PKS sama seperti pesan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu agar tidak terburu-buru.

PKS menilai, diperlukan perhitungan yang matang dalam menentukan calon yang diusung dalam pilpres.

"Bukan kalimat benar dan tidak benar, semua bisa jadi benar dan bisa jadi tidak benar. Tetapi akan hitung dengan baik. Jadi ojo kesusu. Jadi Pak Jokowi mau kasih standar pada kita menyiapkan itu ojo kesusu," kata dia.

Baca juga: Ditawari Gabung Koalisi PKB-PKS, PAN Komitmen Tetap di KIB

Anggota DPR dari Fraksi PKS ini menuturkan, dalam menentukan capres, terdapat tahapan dan mekanisme yang perlu disiapkan.

Kesiapan itu diantaranya adalah soal membangun kedekatan dan program yang hendak disampaikan capres agar sejalan dengan keinginan partai.

"Ada prosesnya, berjalan, perkenalan, bagaimana kemistrinya, kita lihat bagaimana rencana program dia, visi ke depan membangun Indonesia seperti apa. Terus rencana mereka kayak apa itu kita uji," tutur dia.

Aboe menyebut, PKS sudah memiliki tim untuk mempersiapkan sejumlah tahapan guna menentukan capres yang akan diusung.

Salah satu pertimbangannya yakni melihat hasil survei terhadap tokoh-tokoh capres tersebut.

Sebelumnya, Aboe Bakar Al Habsyi juga sempat menegaskan bahwa partainya belum memutuskan akan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pemilu 2024.

Baca juga: Pengamat Prediksi Koalisi PKB-PKS Tak Tahan Lama Lewat 3 Faktor

Aboe menyatakan, PKS memang mendukung Anies sebagai gubernur DKI Jakarta, tetapi belum tentu mendukung Anies untuk maju di tingkat nasional.

"Siapa yang sudah memutuskan PKS dengan Anies? Enggak ada. Anies itu buat Jakarta, untuk nasional kita lihat lagi," kata Aboe di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/6/2022).

Menurut Aboe, kader dan simpatisan PKS memang dekat dengan sosok Anies.

Ia pun menilai Anies memang layak untuk maju sebagai calon presiden.

Namun, Aboe menegaskan, calon presiden yang akan diusung oleh partainya merupakan kewenangan Majelis Syuro PKS.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Brimob Keliling Kejagung Disebut Rangkaian dari Penguntitan Jampidsus

Brimob Keliling Kejagung Disebut Rangkaian dari Penguntitan Jampidsus

Nasional
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi di PT PGN

KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi di PT PGN

Nasional
KPK Panggil Pengacara Jadi Saksi Kasus Harun Masiku

KPK Panggil Pengacara Jadi Saksi Kasus Harun Masiku

Nasional
Kejagung Serahkan Anggota Densus 88 Penguntit Jampidsus ke Propam Polri

Kejagung Serahkan Anggota Densus 88 Penguntit Jampidsus ke Propam Polri

Nasional
Surya Paloh Disebut Tetap Meminta Organisasi Sayap Nasdem Lanjutkan Kegiatan yang Didanai Kementan

Surya Paloh Disebut Tetap Meminta Organisasi Sayap Nasdem Lanjutkan Kegiatan yang Didanai Kementan

Nasional
Menpan-RB Apresiasi Perbaikan Pelayanan Proses Bisnis Visa dan Itas Kemenkumham

Menpan-RB Apresiasi Perbaikan Pelayanan Proses Bisnis Visa dan Itas Kemenkumham

Nasional
Beda Keterangan SYL dan Istrinya soal Durian

Beda Keterangan SYL dan Istrinya soal Durian

Nasional
Kejagung: Jampidsus Dikuntit Anggota Densus 88 Fakta, Bukan Isu

Kejagung: Jampidsus Dikuntit Anggota Densus 88 Fakta, Bukan Isu

Nasional
Cuaca Arab Saudi Tembus 43 Derajat Celsius, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Gunakan Masker

Cuaca Arab Saudi Tembus 43 Derajat Celsius, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Gunakan Masker

Nasional
Sidang Sengketa Pileg, Saksi Golkar dari Ambon Hilang Kontak Jelang Terbang ke Jakarta

Sidang Sengketa Pileg, Saksi Golkar dari Ambon Hilang Kontak Jelang Terbang ke Jakarta

Nasional
Benarkan Isu Penguntitan, Jampidsus: Sudah Jadi Urusan Kelembagaan

Benarkan Isu Penguntitan, Jampidsus: Sudah Jadi Urusan Kelembagaan

Nasional
Bertambah, Kerugian Keuangan Negara Kasus Korupsi Timah Jadi Rp 300 Triliun

Bertambah, Kerugian Keuangan Negara Kasus Korupsi Timah Jadi Rp 300 Triliun

Nasional
Dukung Optimalisasi Bisnis Lewat Energi Terbarukan, Pertamina Hulu Rokan Bangun PLTS Terbesar di Indonesia

Dukung Optimalisasi Bisnis Lewat Energi Terbarukan, Pertamina Hulu Rokan Bangun PLTS Terbesar di Indonesia

Nasional
Wabendum Nasdem Ungkap Pernah Bertemu 3 Petinggi Partai di Kementan

Wabendum Nasdem Ungkap Pernah Bertemu 3 Petinggi Partai di Kementan

Nasional
Sidang SYL, Surya Paloh Tahu Kegiatan Organisasi Sayap Partai Nasdem Didanai Kementan

Sidang SYL, Surya Paloh Tahu Kegiatan Organisasi Sayap Partai Nasdem Didanai Kementan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com