Kompas.com - 12/06/2022, 20:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril menyebutkan, delapan pasien Covid-19 yang terpapar subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi.

Adapun empat kasus subvarian baru Omicron teridentifikasi di Bali dan empat lainnya di Jakarta.

Syahril mengatakan, Dinas Kesehatan di masing-masing daerah juga telah melakukan pelacakan atau tracing untuk mengetahui penyebaran subvarian yang menyebabkan lonjakan kasus di beberapa negara.

Baca juga: Bertambah, Kini 8 Kasus Subvarian Baru Omicron Teridentifikasi di Indonesia

"Delapan kasus itu sudah sembuh semua dan sudah dilakukan tracing, semacam itu. Dinas-dinas kesehatan telah melakukan tracing dan testing," ucap Syahril kepada Kompas.com, Minggu (12/6/2022).

Sebagai informasi, dari total delapan kasus, sebanyak enam orang terpapar subvarian BA.5 dan dua orang lainnya terpapar BA.4.

Syahril menjelaskan, untuk empat kasus tambahan yang teridentifikasi di DKI Jakarta, tiga orang terinfeksi subvarian Omicron BA.5 dan satu orang merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) terinfeksi subvarian Omicron BA.4.

"Yang satu umurnya 20 tahun perempuan, yang kedua perempuan 40 tahun, lalu laki-laki usia 22 tahun, dan laki-laki 30 tahun," jelas Syahril.

Baca juga: Ahli Sebut Kemungkinan Kasus Covid-19 di Jakarta Naik karena Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Kemudian, Syahril menuturkan, terdapat satu pasien di Jakarta yang mengalami gejala sedang, yakni batuk, sesak napas, dan sakit kepala. Menurut dia, pasien perempuan berusia 20 tahun itu terpapar subvarian Omicron BA.5.

"Yang perempuan usia 20 tahun, gejalanya sedang. Ada batuk, sesak napas, sakit kepala," ucap Syahril.

Ia mengatakan, pasien yang mengalami gejala sedang tersebut belum menerima vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster. Sedangkan, tiga pasien lainnya sudah melakukan vaksinasi lengkap serta booster.

"Belum booster, ini penting disampaikan karena kalau yang lain sudah di-booster semua. Yang di Bali sudah di-booster semua. Nah yang di Jakarta umur 20 tahun memang belum booster, baru dua kali," ucap Syahril.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.