Kompas.com - 07/06/2022, 06:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Nasdem menjadi satu-satunya partai yang banyak didatangi parpol-parpol calon peserta Pemilu 2024.

Bertempat di Nasdem Tower, bos-bos partai mulai dari Golkar, PAN, Gerindra, dan Demokrat datang berkunjung dan membahas isu-isu politik.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, 10 Maret 2022 di Nasdem Tower.

PAN sowan ke Surya Paloh pada 23 Mei 2022.

Di tempat yang sama Paloh pun mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto selama 4,5 jam, Rabu (1/6/2022).

Terakhir, Paloh menerima kunjungan dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan anak sulungnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Minggu (5/6/2022).

Baca juga: Nasdem: Kita Tentukan Dulu Calon Pengantinnya, Baru Susun Koalisi

Peristiwa-peristiwa ini menarik mengingat Nasdem terus-terusan dikunjungi daripada mengunjungi. 

Magnet apa yang dimiliki Nasdem?

Direktur Eksekutif Trias Politik Strategis Agung Baskoro menyampaikan, Partai Nasdem diminati sebagai mitra karena Ketua Umumnya, Surya Paloh, tak berhasrat mengajukan diri sebagai capres.

Selain itu, Nasdem dapat memikat parpol lain karena hingga saat ini belum menentukan kandidat capres.

Agung berpandangan, Nasdem justru ingin merengkuh sebanyak mungkin konstituen dari capres yang diusungnya, meski tokoh itu berasal dari pihak eksternal.

“Nasdem secara institusional ingin merengkuh suara optimal melalui coattail effect dari capres yang didukung tanpa terhalang oleh identitas partai lain,” paparnya dalam keterangan, Sabtu (4/6/2022).

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyo dan Ketua Umum Partai Nasdem bertemu di Nasdem Tower, Minggu (5/6/2022) malam.Istimewa Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyo dan Ketua Umum Partai Nasdem bertemu di Nasdem Tower, Minggu (5/6/2022) malam.

Baca juga: Pertemuan Surya Paloh-SBY Turut Bahas Pemilu 2024, Nasdem: Masih Prolog..

Lebih lanjut Agung menjelaskan, Partai Nasdem luwes berkomunikasi dengan parpol di dalam pemerintahan maupun mereka yang oposisi yaitu Demokrat dan PKS.

Karakter inilah yang dapat menyokong Nasdem membentuk koalisi baru.

“Karena didukung keluwesan, partai ini yang terbuka untuk berkomunikasi dengan partai manapun, baik kubu koalisi yang hari ini memegang jalannya pemerintahan dan belum menentukan sikap,” ungkap dia.

“Sebagaimana selama beberapa waktu terakhir ditunjukan secara atraktif oleh sang Ketua Umum, Surya Paloh,” imbuhya.

Kelebihan yang lain dari Partai Nasdem adalah dekatnya hubungan Paloh dengan dua tokoh sentral parpol lain yaitu SBY dan Prabowo.

Paloh mengatakan, pertemuannya dengan Prabowo juga membahas romantisme masa lalu, karena keduanya bersahabat.

Baca juga: Partai Demokrat-Nasdem-PKS Dinilai Berpeluang Bentuk Poros Ketiga, PKB Cenderung ke KIB

Tercatat, Prabowo dan Paloh memulai karier politiknya sebagai sama-sama Kader Partai Golkar.

Hal yang sama diungkap politisi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, bahwa pertemuan Paloh dengan SBY juga silaturahmi antar dua sahabat lama.

Andi mengklaim, kunjungan SBY dilakukan untuk menghormati Paloh yang menjenguknya kala menjalani pengobatan kanker prostat di Rochester, Amerika Serikat.

“Jadi sekarang Pak SBY sudah sehat, giliran Pak SBY yang berkunjung ke Pak Surya Paloh. Silaturahmi,” sebut dia.

Langkah Nasdem untuk berkoalisi memang belum terang betul. 

Pasalnya, partai yang dibentuk Surya Paloh itu baru akan melakukan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 15 hingga 17 Juni mendatang.

Dikutip dari Kompas.id, Ketua DPP Nasdem Teuku Taufiqulhadi menyebut Rakernas bakal menjaring figur-figur potensial sebagai calon presiden (capres).

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan di DPP Partai Nasdem, Jakarta, Rabu (1/6/2022). Pertemuan yang berlangsung hampir lima jam tersebut salah satunya membahas mengenai kemajuan bangsa dan negara. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nzANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan di DPP Partai Nasdem, Jakarta, Rabu (1/6/2022). Pertemuan yang berlangsung hampir lima jam tersebut salah satunya membahas mengenai kemajuan bangsa dan negara. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz

Baca juga: Saat Prabowo Mengetuk Pintu demi Pintu, Membuka Peluang Koalisi...

Setelah berbagai nama capres potensial muncul, Taufiqulhadi mengatakan pihaknya baru akan fokus untuk membentuk koalisi.

Jika mengacu pada syarat pengajuan capres dan calon wakil presiden (cawapres) sesuai Pasal 222 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan Teknis Lainnya, syarat utama parpol atau gabungan parpol mengajukan capres dan cawapresnya adalah memiliki minimal 20 persen kursi DPR atau 25 persen dari suara sah nasional pada Pemilu Legislatif (Pileg) sebelumnya.

Sementara Nasdem hanya menguasai 9,9 persen kursi di DPR dan 9,05 persen suara sah nasional pada Pileg 2019.

Konsekuensinya, parpol tersebut butuh koalisi untuk dapat mengusung paslon capres dan cawapresnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa di Maluku Utara Diduga Dianiaya Oknum Polisi hingga Dipaksa Minta Maaf ke Anjing

Mahasiswa di Maluku Utara Diduga Dianiaya Oknum Polisi hingga Dipaksa Minta Maaf ke Anjing

Nasional
Atasi Krisis, Jokowi: Kita Harus Bekerja Sama, Kita Harus Turunkan Ego

Atasi Krisis, Jokowi: Kita Harus Bekerja Sama, Kita Harus Turunkan Ego

Nasional
Jokowi Minta Menteri PUPR Perbaiki Semua Stadion agar Standar Internasional

Jokowi Minta Menteri PUPR Perbaiki Semua Stadion agar Standar Internasional

Nasional
Pergantian Panglima TNI, Pengamat Nilai Jokowi Tak Lihat Faktor Usia dan Masa Aktif

Pergantian Panglima TNI, Pengamat Nilai Jokowi Tak Lihat Faktor Usia dan Masa Aktif

Nasional
Wapres: Krisis Jadi 'Awan Gelap' yang Selimuti Semua Negara

Wapres: Krisis Jadi "Awan Gelap" yang Selimuti Semua Negara

Nasional
Menyambut Anak-anak di Lapangan Hijau

Menyambut Anak-anak di Lapangan Hijau

Nasional
PVMBG: 4 Gunung Api Berstatus Siaga Sepanjang September

PVMBG: 4 Gunung Api Berstatus Siaga Sepanjang September

Nasional
Hindari 8 Hal Ini agar Konten Medsos Tak Melanggar Hukum

Hindari 8 Hal Ini agar Konten Medsos Tak Melanggar Hukum

Nasional
Mahfud Beberkan Temuan Awal dari Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 131 Orang

Mahfud Beberkan Temuan Awal dari Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 131 Orang

Nasional
Bertemu Ketua Parlemen Rusia, Puan Suarakan Perdamaian Rusia-Ukraina

Bertemu Ketua Parlemen Rusia, Puan Suarakan Perdamaian Rusia-Ukraina

Nasional
Isi Dakwaan Ferdy Sambo dkk Disebut Harus Kuat dan Gambarkan Detail Kejahatannya

Isi Dakwaan Ferdy Sambo dkk Disebut Harus Kuat dan Gambarkan Detail Kejahatannya

Nasional
Mensos Akan Tambah Anggaran Santunan untuk Korban Kanjuruhan

Mensos Akan Tambah Anggaran Santunan untuk Korban Kanjuruhan

Nasional
Kata Maaf Pertama Ferdy Sambo ke Keluarga Brigadir J, 3 Bulan Setelah Penembakan...

Kata Maaf Pertama Ferdy Sambo ke Keluarga Brigadir J, 3 Bulan Setelah Penembakan...

Nasional
Saat Puan Cerita Kedekatan Soekarno dan Kruschev Ketika Bertemu Ketua Parlemen Rusia

Saat Puan Cerita Kedekatan Soekarno dan Kruschev Ketika Bertemu Ketua Parlemen Rusia

Nasional
Wapres Dorong Ekonomi dan Keuangan Syariah Masuk Kurikulum Pesantren

Wapres Dorong Ekonomi dan Keuangan Syariah Masuk Kurikulum Pesantren

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.