Kompas.com - 05/06/2022, 20:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto menanggapi dengan santai adanya momen menarik saat Ketua DPP PDI-P Puan Maharani dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berfoto bersama di acara Formula E, Sabtu (4/6/2022).

Momen itu, menurut dia, tidak perlu dikaitkan dengan kans Puan-Anies akan diusung pada Pilpres 2024 mendatang. Sebab, momen foto bersama tak lebih dari sekadar mencairkan suasana.

"Ya foto bareng kan tren. Hape kan ada kameranya. Ya semuanya kalau calon-calon itu bertemu dalam suasana yang cair," kata Hasto ditemui di Universitas Pertahanan, Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/6/2022).

Hasto melanjutkan, jika momen itu dikaitkan dengan Pilpres, maka PDI-P belum bisa memutuskannya.

Baca juga: Bakal Diuji Megawati di Sidang Doktoral, Hasto: Jadi Deg-degan

Pasalnya, keputusan itu berada di tangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ia menegaskan bahwa hingga kini Megawati belum memutuskan apapun terkait pilpres.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Puan Maharani (@puanmaharaniri)

"Kalau dari PDI-P belum punya calon karena belum diputuskan Ibu Mega. Bertemu itu kan suatu hal yang baik," imbuh Hasto.

Lebih jauh, Hasto memaknai foto bersama antara Puan dan Anies sebagai suatu hal positif dalam politik.

Dalam politik, ia mengatakan, semua akan berkontestasi pada waktunya. Namun, usai konstestasi berakhir, maka hasil dari kontestasi itu tidak hanya milik satu kubu saja, tetapi seluruh bangsa Indonesia.

Baca juga: Bawakan Gagasan Geopolitik Bung Karno di Sidang Doktoral, Hasto Ingin Indonesia Terdepan dalam Misi Perdamaian

"Duduk bersama ini kan sesuatu yang baik. Apalagi sambil minum es dawet lebih baik," pungkas Hasto diiringi dengan tawa.

Sebelumnya diberitakan, momen kebersamaan antara Puan Maharani dan Anies Baswedan terekam pada saat menonton ajang Formula E di Jakarta, Sabtu.

Tampak Puan dan Anies duduk bersebelahan. Di sisi lain hadir pula Presiden Joko Widodo yang turut menonton dan duduk di antara keduanya.

Pantauan Kompas.com, sebelumnya Presiden Jokowi duduk bersebelahan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelum Puan Maharani datang.

Sebelum Puan datang secara berurutan formasi duduk para pejabat di samping kiri presiden yakni Anies Baswedan, Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Sementara itu, duduk di samping kanan presiden secara berurutan yakni Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee/ OC) Formula E Jakarta Ahmad Sahroni dan Chief Championship Officer dan Co-Founder Formula E Alberto Longo.

Baca juga: Soal Dinamika Bursa Capres, Hasto: Kalau Bu Mega Tersenyum Saja

Namun, setelah Puan Maharani datang di tenda VVIP dan memberikan salam kepada Presiden dan para pejabat lain, Gubernur DKI Anies Baswedan bangkit dari tempat duduknya dan memberikannya kepada Puan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ipda Arsyad Daiva Disanksi Demosi 3 Tahun, Apa Perannya di Kasus Brigadir J?

Ipda Arsyad Daiva Disanksi Demosi 3 Tahun, Apa Perannya di Kasus Brigadir J?

Nasional
Polri: Seragam Baru Polantas Akan Dilengkapi “Body Camera”

Polri: Seragam Baru Polantas Akan Dilengkapi “Body Camera”

Nasional
Soal Peralihan Pandemi ke Endemi, PB IDI: Tak Perlu Terburu-buru Seperti Amerika

Soal Peralihan Pandemi ke Endemi, PB IDI: Tak Perlu Terburu-buru Seperti Amerika

Nasional
Ironi 'Wakil Tuhan di Dunia', Ketika Hakim MK hingga Hakim Agung Terjerat Korupsi

Ironi "Wakil Tuhan di Dunia", Ketika Hakim MK hingga Hakim Agung Terjerat Korupsi

Nasional
Kutip Pernyataan Jokowi, Pengacara Lukas Enembe Koreksi Mahfud MD soal Dana Otsus Rp 500 Triliun

Kutip Pernyataan Jokowi, Pengacara Lukas Enembe Koreksi Mahfud MD soal Dana Otsus Rp 500 Triliun

Nasional
Asisten Jenderal Andika, Laksda Heru Kusmanto Jadi Pangkoarmada RI

Asisten Jenderal Andika, Laksda Heru Kusmanto Jadi Pangkoarmada RI

Nasional
Penyaluran BLT BBM Capai 95,9 Persen, Jokowi: Akhir Tahun Penyaluran Selesai

Penyaluran BLT BBM Capai 95,9 Persen, Jokowi: Akhir Tahun Penyaluran Selesai

Nasional
Jokowi Dapat Gelar Adat dari Kesultanan Buton yang Maknanya Laki-Laki Jujur dan Adil

Jokowi Dapat Gelar Adat dari Kesultanan Buton yang Maknanya Laki-Laki Jujur dan Adil

Nasional
Ipda Arsyad Daiva Disanksi Demosi 3 Tahun Buntut Tak Profesional di Kasus Brigadir J

Ipda Arsyad Daiva Disanksi Demosi 3 Tahun Buntut Tak Profesional di Kasus Brigadir J

Nasional
Komisi I DPR Setujui Anggaran Kemenhan Rp 134 Triliun, Prabowo Sebut Kurang

Komisi I DPR Setujui Anggaran Kemenhan Rp 134 Triliun, Prabowo Sebut Kurang

Nasional
KPK Ragukan Penjelasan Tim Medis Lukas Enembe karena Tak Bisa Jawab Hal Teknis

KPK Ragukan Penjelasan Tim Medis Lukas Enembe karena Tak Bisa Jawab Hal Teknis

Nasional
PDI-P Diprediksi Tak Akan Sendiri pada Pilpres 2024, Gabung ke Koalisi atau Bentuk Baru

PDI-P Diprediksi Tak Akan Sendiri pada Pilpres 2024, Gabung ke Koalisi atau Bentuk Baru

Nasional
Menlu Retno: ASEAN Harus Bergerak Maju, Tidak Tersandera Situasi di Myanmar

Menlu Retno: ASEAN Harus Bergerak Maju, Tidak Tersandera Situasi di Myanmar

Nasional
Mahfud: Presiden Jokowi Kecewa, Pemberantasan Korupsi Kerap Kali Gembos di MA

Mahfud: Presiden Jokowi Kecewa, Pemberantasan Korupsi Kerap Kali Gembos di MA

Nasional
Komnas HAM: Tim Ad Hoc Kasus Pembunuhan Munir Sedang Bekerja

Komnas HAM: Tim Ad Hoc Kasus Pembunuhan Munir Sedang Bekerja

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.