Kompas.com - 03/06/2022, 18:20 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor menilai, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih mungkin diusung sebagai calon presiden (capres) oleh PDI Perjuangan.

Ia mengatakan, hal itu mungkin terjadi di waktu-waktu akhir proses penentuan capres dan calon wakil presiden (cawapres) jelang Pemilu 2024.

“Ya kita lihat peluang-peluang itu tidak betul-betul mati. Apalagi politisi biasa melakukan akrobat. Jadi kalau sekarang masa-masa menahan diri, semua masih kukuh untuk jadi number one (capres),” papar Firman pada Kompas.com, Jumat (3/6/2022).

Baca juga: Sekjen PDI-P Minta Internal Partai Tidak Terbawa Arus Polemik Ganjar

Firman menyebut, PDI Perjuangan punya track record memutuskan untuk memberi dukungan pada tokoh tertentu sebagai capres di menit-menit akhir.

Ia mencontohkannya seperti ketika Joko Widodo maju sebagai capres 2014.

“Saat itu Megawati Soekarnoputri nomor satu (kandidat capres) tapi akhirnya dukungan PDI Perjuangan diberikan pada Jokowi,” kata dia.

Baca juga: Ganjar Pranowo, Ambisi Pilpres, dan Serangan Bertubi PDI Perjuangan

Di sisi lain, Firman berpandangan, saat ini internal PDI Perjuangan masih belum solid.

Beberapa elite partai yang dekat dengan Megawati masih memberi dukungan pada Puan.

Sementara elite lain yang berada di lingkaran kedua dan ketiga diduganya lebih memilih Ganjar.

“Saya yakin di second layer dan third layer elite (PDI Perjuangan) hatinya terbelah, yang first layer elite mereka kan all Mega’s man, enggak mungkin menentang terbuka atau ketahuan berbeda loyalitas,” tuturnya.

Baca juga: PBB Sodorkan Yusril Ihza Mahendra Jadi Cawapres Anies atau Ganjar Pranowo

Seperti diberitakan, berdasarkan hasil jajak pendapat berbagai lembaga survei menunjukan elektabilitas Ganjar sebagai capres selalu berada di peringkat tiga besar.

Elektabilitasnya bersaing dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.