Kompas.com - 01/06/2022, 11:36 WIB


KOMPAS.com – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku sedih saat mendapatkan laporan seorang anak yang tega membuang orang tuanya di tengah jalan.

Kesedihan Mensos Risma itu ia ungkapkan menyambut Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-26 yang diperingati setiap 29 Mei 2022.

“Saya sedih karena mendapatkan laporan ada lansia yang dibuang oleh anaknya. Dia diturunkan di tengah jalan dan tidak dirawat. Alasannya karena membebani. Saya tekankan, lansia bukan beban negara,” cerita Mensos Risma dalam keterangan tertulis yang diterima oleh kompas.com, Rabu (1/6/2022).

Tidak hanya sampai disitu, saat melakukan beberapa kunjungan kerja ke sejumlah daerah, Mensos Risma mendapatkan banyak laporan mengenai beberapa lansia yang tinggal sendiri dan ditemukan meninggal empat hari kemudian.

Baca juga: Peringati Puncak Hari Lansia di Tasikmalaya, Mensos Risma Beri Bantuan Rp 26,9 Miliar

“Ini tidak ada yang tahu dan permasalahan ini tidak bisa diteruskan. Maka harus ada solusi terbaiknya,” ungkap Mensos Risma.

Melihat permasalahan yang ada, Mensos Risma menyerukan kepedulian seluruh masyarakat kepada lansia. Hal ini agar lansia merasakan kehadiran ‘keluarga’ di usia senja mereka.

Adapun solusi yang dicetuskan oleh Mensos Risma untuk lansia tunggal atau lansia yang hidup sendiri adalah dengan membangun kepedulian antar masyarakat sekitar dengan mendirikan layanan terpadu.

“Itulah perlunya kita mendirikan layanan terpadu untuk lansia. Jadi kalau ada pemeriksaan dalam layanan terpadu dan ada lansia yang tidak hadir, maka bisa diketahui sejak awal apa sebabnya,” ucap Mensos Risma.

Baca juga: Ke Kendal, Mensos Risma Serahkan Donasi Rp 67,7 Juta kepada Penderita Tumor Otak

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini berbincang langsung dengan salah seorang lansia, saat hadiri acara Hari Lanjut Usia Nasional ke-26 di Rumah Sakit Singaparna Media Citrautama (SMC), Tasikmalaya, Minggu (29/5/2022). DOK. Humas Kemensos Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini berbincang langsung dengan salah seorang lansia, saat hadiri acara Hari Lanjut Usia Nasional ke-26 di Rumah Sakit Singaparna Media Citrautama (SMC), Tasikmalaya, Minggu (29/5/2022).

Kepada seluruh elemen masyarakat, Mensos Risma terus mengingatkan untuk turut memberikan ruang kepada lansia, agar mereka tetap mendapatkan haknya. Dalam hal ini, yang berkewajiban memastikan hal itu adalah keluarga atau anak-anaknya.

“Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan perhatian kepada lansia yang hidup sendiri dan kekurangan dalam hal ekonomi. Karena mereka adalah tanggung jawab negara,” kata Mensos Risma.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa lansia bukan merupakan beban negara. Sebab, usia tua tidak berarti seseorang kehilangan produktivitas.

“Walaupun sudah lansia masih dapat produktif. Tapi bukan bermaksud lansia disuruh melakukan pekerjaan berat. Tapi mereka bisa beraktivitas yang bermanfaat untuk lingkungan. Kalau mereka merasa gembira, tentu bisa menambah imun juga,” katanya.

Baca juga: Peringati Puncak Hari Lansia di Tasikmalaya, Mensos Risma Beri Bantuan Rp 26,9 Miliar

Maka dari itu, untuk menangani kebutuhan lansia tunggal, perlu dilakukan sebuah treatment khusus. Namun, tidak semua lansia berkenan dibawa ke balai atau sentra khusus untuk para lansia, seperti panti jompo.

“Sementara kalau tinggal di rumahnya, siapa yang akan memasak? Apalagi kalau sudah tidak dapat melalukan aktivitas, biasanya kami akan langsung membawanya ke balai,” katanya.

Apabila para lansia masih sanggup melakukan aktivitas, Risma mengatakan, Kemensos akan menitipkan pasokan makanan ke perangkat desa setempat untuk di distribusikan ke rumah para lansia.

“Akan ada kebijakan untuk lansia tunggal yang masih dapat beraktivitas dengan diberikan dua bantuan sosial (bansos). Tetapi, kalau diberikan dua bansos belum tentu ada yang bisa masak sendiri. Maka sekarang kita gerakkan para pendamping untuk membantu,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenkes: Penyakit Jantung Penyebab Kematian Tertinggi pada 2014-2019

Kemenkes: Penyakit Jantung Penyebab Kematian Tertinggi pada 2014-2019

Nasional
Berkas Sambo dkk Lengkap, Kejagung Tak Tutup Kemungkinan Tahan Putri Candrawathi

Berkas Sambo dkk Lengkap, Kejagung Tak Tutup Kemungkinan Tahan Putri Candrawathi

Nasional
Petani Keluhkan Harga Kopra Turun, Jokowi: Naik Turunnya Harga Komoditas Sulit Diintervensi

Petani Keluhkan Harga Kopra Turun, Jokowi: Naik Turunnya Harga Komoditas Sulit Diintervensi

Nasional
KPK Geledah 4 Tempat di Semarang, Salatiga, dan Yogyakarta Terkait Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

KPK Geledah 4 Tempat di Semarang, Salatiga, dan Yogyakarta Terkait Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Nasional
Jalani 'Fit and Proper Test', Nyoman Wara Ingin KPK Fokus Tindak Kasus Korupsi yang Rugikan Negara

Jalani "Fit and Proper Test", Nyoman Wara Ingin KPK Fokus Tindak Kasus Korupsi yang Rugikan Negara

Nasional
Capim KPK Johanis Tanak Pilih Utamakan Pencegahan: Uang Negara Keluar Banyak saat Tangani Kasus Korupsi

Capim KPK Johanis Tanak Pilih Utamakan Pencegahan: Uang Negara Keluar Banyak saat Tangani Kasus Korupsi

Nasional
Perkara Lukas Enembe, Demokrat: Pemberantasan Korupsi Tunduk Hukum Negara Bukan Parpol

Perkara Lukas Enembe, Demokrat: Pemberantasan Korupsi Tunduk Hukum Negara Bukan Parpol

Nasional
Tok, Komisi III DPR Pilih Johanis Tanak Gantikan Lili Pintauli di KPK

Tok, Komisi III DPR Pilih Johanis Tanak Gantikan Lili Pintauli di KPK

Nasional
Deretan Kebijakan Kontroversial Mendikbud Ristek Nadiem Makarim

Deretan Kebijakan Kontroversial Mendikbud Ristek Nadiem Makarim

Nasional
Hal-hal Memberatkan dalam Vonis Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto

Hal-hal Memberatkan dalam Vonis Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto

Nasional
Ralat, Polri Sebut AKBP Raindra Ajukan Banding atas Sanksi Demosi 4 Tahun

Ralat, Polri Sebut AKBP Raindra Ajukan Banding atas Sanksi Demosi 4 Tahun

Nasional
Sekjen Ungkap Kesalahan Fatal Pamdal yang Bikin IPW Merasa Tak Boleh Masuk ke DPR

Sekjen Ungkap Kesalahan Fatal Pamdal yang Bikin IPW Merasa Tak Boleh Masuk ke DPR

Nasional
Berkas Kasus Brigadir J Lengkap, Mahfud: Mari Kawal sampai Akhir

Berkas Kasus Brigadir J Lengkap, Mahfud: Mari Kawal sampai Akhir

Nasional
Capim KPK Noman Wara: Korupsi Tak Hanya Rugikan Pelaku, tapi Juga Keluarga

Capim KPK Noman Wara: Korupsi Tak Hanya Rugikan Pelaku, tapi Juga Keluarga

Nasional
Detik-detik Pelanggaran HAM Berat di Paniai: Oknum TNI Tembak Warga dan Tikam dari Dekat

Detik-detik Pelanggaran HAM Berat di Paniai: Oknum TNI Tembak Warga dan Tikam dari Dekat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.