Spanduk "Firli Bahuri Presiden" dan Dorongan agar Dewas KPK Turun Tangan

Kompas.com - 30/05/2022, 07:13 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri kembali menjadi sorotan setelah kemunculan sejumlah baliho berisi dukungan kepadanya untuk maju sebagai calon presiden (capres) dalam Pemilu 2024.

Dalam pengamatan Kompas.com ada dua baliho yang bernuansa dukungan untuk Firli.

Pertama, bertuliskan “Kami butuh presiden yang getol berantas korupsi” pada spanduk itu terpampang pula narasi “Firli Bahuri untuk Indonesia”.

Kedua, spanduk dengan gambar Firli dan tulisan “Masyarakat Banten mendesak tokoh antikorupsi maju di Pilpres 2024”.

Menanggapi hal tersebut Firli meminta agar dirinya tak diganggu dengan isu pencapresan 2024.

Baca juga: Ada Spanduk Dukungan Maju pada Pilpres 2024, Firli Bahuri: Jangan Ganggu Saya dengan Isu Capres!

“Jika itu dimaksudkan untuk mendukung KPK memberantas korupsi, kami ucapkan terima kasih. Tapi untuk dipahami, bahwa saya tidak terpengaruh dengan isu capres dan pencapresan,” paparnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/5/2022).

Ia menyampaikan hanya ingin bekerja memberantas korupsi sampai masa jabatannya habis tahun depan.

“Saya orang kampung dari petani miskin dan saya hanya kerja. Mari bersama KPK untuk berantas korupsi dan kita semua tentu menginginkan Indonesia bersih dan bebas dari korupsi,” sebut dia.

Lebih baik gambar Harun Masiku

Wakil Ketua KPK Nawawi Pamulango menyampaikan lebih baik dukungan masyarakat dialihkan dengan memasang baliho dengan gambar lain.

Ia menyarankan, masyarakat bisa membuat baliho bergambar eks politisi PDI Perjuangan Harun Masiku yang berstatus buron.

“Mungkin pemasangan spanduk atau pun baliho itu akan lebih pas kalau memuat gambar para DPO KPK seperti Harun Masiku,” terang dia.

Baca juga: Tanggapi Pernyataan Firli, Nawawi: Kalau Ingin Dukung Kerja KPK, Pasang Spanduk Harun Masiku

Hal itu, lanjut Nawawi, dimungkinkan sesuai Pasal 1 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK yang memuat peran serta masyarakat dalam kerja-kerja lembaga antirasuah itu.

Ia berpandangan dukungan itu lebih berguna ketimbang membuat baliho yang mendukung Firli untuk ikut dalam kontestasi Pilpres 2024.

Bukan program KPK

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan spanduk-spanduk itu tidak dibuat oleh KPK.

Ia menegaskan, lembaga antirasuah itu tak ikut campur mengurusi kontestasi politik.

Baca juga: Jubir Tegaskan KPK Tak Terkait Spanduk Dukung Firli Bahuri Maju Pilpres 2024

Ali berharap kemunculan berbagai baliho dukungan untuk Firli tak mengganggu pekerjaan KPK terus melakukan pemberantasan korupsi.

“KPK terus mengajak keterlibatan masyarakat melalui perannya masing-masing, untuk berkolaborasi dan bahu-membahu dalam memberantas korupsi di negeri tercinta ini,” katanya.

Dewas harus turun tangan

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana meminta agar Dewan Pengawas (Dewas) KPK melakukan turun tangan memeriksa kemunculan berbahai baliho tersebut.

Pasalnya, baliho dukungan untuk Firli menjadi capres tak hanya muncul kali ini saja.

“Hal yang dikhawatirkan adalah jika kemudian spanduk atau baliho tersebut memang dikondisikan untuk menarik atensi masyarakat demi kepentingan politik dengan mengatasnamakan lembaga KPK dan memanfaatkan jabatannya,” jelasnya.

Kurnia menilai dorongan pada Dewas KPK menelusuri kemunculan berbagai baliho itu penting.

Baca juga: ICW Minta Dewas KPK Telusuri Spanduk yang Dukung Firli Bahuri Maju di Pilpres 2024

Sebab jika terbukti Firli terlibat, maka ia dapat dipersoalkan secara etik karena melanggar Pasal 4 Ayat (1) huruf d Peraturan Dewan Pengawas (Perdewas) Nomor 2 Tahun 2020.

Dalam pasal itu dijelaskan semua anggota dewas harus loyal pada KPK dan mengesampingkan kelompok pribadi, kelompok atau golongan dalam pelaksanaan tugas.

“ICW berharap tokoh-tokoh dalam spanduk dan baliho ialah figur-figur yang bisa dijadikan teladan bagi masyarakat Indonesia,” ucap dia.

“Bukan justru pejabat yang sempat tersandung kode etik berulang kali,” imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud Sebut Pengesahan RKUHP Sudah Sesuai Prosedur

Mahfud Sebut Pengesahan RKUHP Sudah Sesuai Prosedur

Nasional
Liga 1 Dilanjutkan, Kapolri Pastikan Sistem Perizinan hingga Pengamanan Sudah Dievaluasi

Liga 1 Dilanjutkan, Kapolri Pastikan Sistem Perizinan hingga Pengamanan Sudah Dievaluasi

Nasional
Bharada Eliezer Sebut Ricky Mengetahui Perintah Sambo Tembak Brigadir J tapi Tak Mau Bicara

Bharada Eliezer Sebut Ricky Mengetahui Perintah Sambo Tembak Brigadir J tapi Tak Mau Bicara

Nasional
Menyebarkan Komunisme, Marxisme, Leninisme Dapat Dipidana, Koalisi Masyarakat Sipil: Menghidupkan Orde Baru

Menyebarkan Komunisme, Marxisme, Leninisme Dapat Dipidana, Koalisi Masyarakat Sipil: Menghidupkan Orde Baru

Nasional
Kontras Soroti Berkurangnya Hukuman Bagi Pelaku Pelanggaran HAM Berat di RKUHP

Kontras Soroti Berkurangnya Hukuman Bagi Pelaku Pelanggaran HAM Berat di RKUHP

Nasional
Kejagung Tetapkan Direktur Waskita Karya Jadi Tersangka Korupsi

Kejagung Tetapkan Direktur Waskita Karya Jadi Tersangka Korupsi

Nasional
Bantah Relawan Jokowi jadi Calo Politik, Projo: Jo Man Pertama Kali Deklarasi Dukung Capres

Bantah Relawan Jokowi jadi Calo Politik, Projo: Jo Man Pertama Kali Deklarasi Dukung Capres

Nasional
Pemkab Cianjur: Donasi Gempa Capai Rp 11,3 Miliar, Sudah Terpakai Rp 3,07 Miliar

Pemkab Cianjur: Donasi Gempa Capai Rp 11,3 Miliar, Sudah Terpakai Rp 3,07 Miliar

Nasional
Helikopter AW-101 yang Dibeli TNI AU Bekas, Pernah Dipakai PM Inggris David Cameron ke NATO Summit 2014

Helikopter AW-101 yang Dibeli TNI AU Bekas, Pernah Dipakai PM Inggris David Cameron ke NATO Summit 2014

Nasional
Erick Thohir: Gosip Saya Manuver Jadi Ketum PSSI Asumsi Terlalu Dini

Erick Thohir: Gosip Saya Manuver Jadi Ketum PSSI Asumsi Terlalu Dini

Nasional
Kesaksian Kuat Ma'ruf Temukan Putri Candrawathi Tergeletak Menangis, Kepalanya di Ember Baju Kotor

Kesaksian Kuat Ma'ruf Temukan Putri Candrawathi Tergeletak Menangis, Kepalanya di Ember Baju Kotor

Nasional
Survei Litbang Kompas: 39,7 Persen Responden Nilai Citra Relawan Politik Buruk

Survei Litbang Kompas: 39,7 Persen Responden Nilai Citra Relawan Politik Buruk

Nasional
Polri-Pagar Nusa Bakal Bentuk Program Pencak Silat Polri

Polri-Pagar Nusa Bakal Bentuk Program Pencak Silat Polri

Nasional
KPU-Bawaslu Nilai Banyaknya Golput Tergantung Peserta Pemilu

KPU-Bawaslu Nilai Banyaknya Golput Tergantung Peserta Pemilu

Nasional
Diusulkan jadi Cawapres Ganjar, Erick Thohir: Saya Bukan Orang Partai

Diusulkan jadi Cawapres Ganjar, Erick Thohir: Saya Bukan Orang Partai

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.