Kompas.com - 30/05/2022, 06:04 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua anggota Tim Pemeriksa Pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak bakal menjalani sidang pembacaan tuntutan Senin (30/5/2022).

Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat mestinya sidang berlangsung Jumat (27/5/2022).

Namun persidangan ditunda dan bakal dilangsungkan hari ini.

“Sidang (berlangsung) Senin,” tutur jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Asri dikonfirmasi Jumat.

Adapun Wawan dan Alfred merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi penerimaan suap di DJP Kemenkeu.

Baca juga: Kasus Suap Pajak, Saksi Sebut Wawan Ridwan Beli Honda CRV dan Rumah di Karawaci Secara Tunai

Jaksa menduga suap itu diberikan untuk mempengaruhi nilai pajak sejumlah pihak pada tahun 2016.

Perkara keduanya merupakan pengembangan atas perkara yang sama dengan terpidana Direktur Pemeriksaan dan Penagihan DJP Angin Prayitno serta Kasubdit Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan DJP periode 2016-2019.

Wawan dan Alfred didakwa Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Keduanya dianggap menerima gratifikasi masing-masing senilai Rp 2,4 miliar dan suap senilai Rp 6,4 miliar.

Khusus Wawan, jaksa juga menjeratnya dengan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 66 Ayat (1) KUHP.

Baca juga: Hakim Peringatkan Eks Pejabat Ditjen Pajak Wawan Ridwan agar Konsisten

Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak ditangkap pada November 2021. Wawan adalah mantan supervisor tim pemeriksa pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak. 

Sementara Alfred adalah ketua tim pemeriksa pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan DJP. 

Wawan pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pedaftaran, Ekstensifikasi, dan Penilaian Kanwil Direktorat Jenderal Panak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) dan Kepala Pajak Bantaeng Sulawesi Selatan.  

Aliran uang

Eks pramugari maskapai Garuda Indonesia Siwi Widi Purwanti pasca menghadiri persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (10/5/2022). Siwi hadir sebagai saksi untuk terdakwa kasus korupsi di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wawan Ridwan. KOMPAS.com/ Tatang Guritno Eks pramugari maskapai Garuda Indonesia Siwi Widi Purwanti pasca menghadiri persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (10/5/2022). Siwi hadir sebagai saksi untuk terdakwa kasus korupsi di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wawan Ridwan.
Jaksa menduga pencucian uang yang dilakukan Wawan juga melibatkan anak kandungnya yaitu Muhammad Farsha Kautsar.

Kecurigaan itu muncul karena Farsha yang masih berstatus sebagai mahasiswa memiliki rekening berisi Rp 8,8 miliar.

Dalam persidangan 10 Mei 2022, Farsha menampik jika uang itu didapatkan seluruhnya dari Wawan.

Ia menyatakan hanya ada Rp 300 juta uang milik Wawan didalam rekeningnya itu.

Itu pun, kata dia, uang tersebut diambilnya di brankas Wawan, tanpa sepengetahuan ayah dan anggota keluarganya yang lain.

Sedangkan sisanya, aku Farsha, merupakan hasil kerjanya membantu seseorang bernama Susi yang memintanya menukarkan valuta asing (valas) dalam bentuk rupiah.

Baca juga: KPK Bakal Analisis Fakta Persidangan Kasus Wawan Ridwan Terkait Uang Rp 647,8 Juta yang Mengalir ke Siwi Widi

Di sisi lain, uang dari Farsha pun mengalir ke mantan pramugari maskapai Garuda, Siwi Widi Purwanti dengan jumlah Rp 647,8 juta.

Siwi mengungkapkan, Farsha kerap mengirimkan uang secara berkala ke rekeningnya untuk mencari perhatian.

Farsha, lanjut Siwi, konsisten mengirimkan uang sejak April hingga Agustus 2021.

“Farsha suka tanya kegiatan saya misalnya mau ke klinik, lalu ia bertanya harganya berapa, dia mencoba membayarkan, mencoba dermawan dengan saya,” ungkap Siwi pada persidangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.